29: Membuat Parsel Cantik, Bingkisan Lebaran untuk Kesayangan

16.47.00


Entah sejak kapan, parsel (atau yang sekarang lebih dikenal sebagai hampers? HAHA) selalu identik sebagai pelengkap hari raya. Pemberian parsel ketika sebelum hari raya tiba ini bertujuan untuk memberikan bingkisan kepada orang-orang tersayang, sebagai bentuk perhatian dan kasih sayang. Ini menurut saya pribadi, ehe. Tapi sepertinya kebanyakan tujuan orang mengirimkan parsel atau hampers memang itu, sih.
Sempat ramai di media sosial mengenai nama parsel atau hampers, yang katanya artinya nggak sama. Tapi menurut saya sendiri, parsel maupun hampers ya sama saja. Hanya mungkin terlihat lebih keren dan instagramable jika menyebutnya hampers. Wqwqwq. Saya sih terserah saja. Lha wong saya nggak pernah dapat hampers~ (eh, atau parsel, ya? Alah. Embuh, wes~)
Meskipun saya tidak pernah mendapatkan parsel atau hampers, tapi saya sudah beberapa kali ini menerima pemesanan parsel dari beberapa teman. Sebagai buah tangan kepada orang-orang tersayang. Menjadi salam tempel, perwakilan ketika tidak bisa bertatap muka dan bersilaturahmi secara langsung, apalagi di masa pandemi yang tidak diperbolehkan untuk anjangsana seperti ini.
Membuat dan menata parsel ini menjadi salah satu kesukaan saya. Iya, bisnis saya memang tidak jauh-jauh dari sesuatu yang berbau handmade. Jadinya ketika mendapat pesanan parsel atau hampers ini, rasanya senang sekali. Seperti mendapat mainan baru HAHAHA.
Tidak susah sih menyusun parsel agar menjadi cantik (nggak pakai mundur). Yang membuat sedikit nganu adalah ketelatenan dalam menyusun parsel dan ide-ide untuk membuat parsel agar terlihat menarik dan antimainstream.
Pemilihan isi parsel sendiri sangat bebas. Bisa berisi makanan, minuman, sembako, atau apa saja. Kebanyakan memilih untuk mengirim parsel makanan (karena siapa sih hari gini yang nggak suka makan? Makanan enak, pula. Eheu). Tapi juga ada yang mengirim parsel berdasarkan barang favorit penerima seperti buku, barang pecah belah, jilbab, bahkan toples makanan. Bebas~

Alat dan Bahan

Alat dan bahan yang saya gunakan antara lain gunting, lem tembak, selotip, pita kain, kardus bekas, koran bekas, plastik pembungkus, aneka jajanan dan sembako, keranjang, dan kartu ucapan.


Cara Membuat

  1. Siapkan alat dan bahan.
  2. Tata aneka jajanan atau sembako atau isian parsel dalam wadah serapi dan semenarik mungkin. Gunakan kardus dan koran bekas untuk membuat isian parsel terliat munjung. Manfaatkan lem tembak untuk menempel isian-isian parsel jika dirasa kurang kuat menempel.
  3. Beri pita pada keranjang (opsional, agar terlihat manis seperti pembuat) dan selipkan kartu ucapan di sela-sela isian parsel.
  4. Tutup parsel yang sudah jadi dengan plastik pembungkus, rekatkan dengan selotip agar rapi.Parsel siap dikirimkan!


Dua Buah Tips

Sebenarnya ini hanya tips berdasarkan pengalaman pribadi saja ketika membuat parsel beberapa kali, bisa diterapkan maupun tidak. Bebaskaan~
Pertama, cari isian parsel yang warnanya senada dan juga wadah yang senada warnanya. Misal nuansa pastel, cari isian parsel dan wadah dengan warna-warna yang kalem juga. Ini bertujuan agar terlihat cantik saja sih sebenarnya HAHAHAH. Tapi kembali lagi, ini masalah preferensi. Jika tidak masalah dengan warna yang tidak senada, lanjutkan saja. Toh wong ya bukan saya yang dapet parselnya muehehe.

Warna dominan cokelat - kuning. Terlihat cantik seperti yang bikin, kan?
Kedua, cari wadah parsel yang tidak sekali pakai alias bisa dipakai kembali. Lagi-lagi, ini juga preferensi pribadi, karena saya merasa eman-eman jika wadah yang digunakan untuk parsel ini hanya dipakai sekali, kemudian berakhir diklumbrukkan begitu saja. Saya menyarankan memilih tempat plastik atau rotan, yang nantinya bisa dimanfaatkan untuk wadah lainnya seperti bumbu dapur dan wadah skincare dan makeup.

Wadah yang digunakan bisa dipakai kembali. Warnanya tidak senada karena isiannya sesuai permintaan, ehe~
-----------------------------------------------------
Semoga cara membuat parsel sederhana ini bisa dipraktikkan untuk mengirim parsel kepada orang-orang tersayang, ya. Apalagi Lebaran ini juga berada di tengah pandemi, yang tidak bisa bertemu bertatap muka langsung. Parsel menjadi ‘perwakilan’ untuk sementara waktu hingga berakhirnya pandemi ini. Eheu.
Oh iya, yang mau mengirimkan parsel untuk saya, saya nggak bakal nolak, loh...
-----------------------------------------------------

Ditulis guna memenuhi tantangan dari Blogger Perempuan Network



Love,




Andhira A. Mudzalifa

You Might Also Like

0 comments

Terima kasih telah meninggalkan komentar di blog ini dengan bahasa yang santun, tidak spam, dan tidak mengandung SARA.

Jangan sungkan untuk meninggalkan komentar di blog ini, ya! Saya senang sekali jika teman-teman meninggalkan komentar di tulisan saya ^_^

Mari menyambung silaturahmi dan berkawan :) (saya anaknya nggak nggigit, kok :D)