FaceBook Instagram TikTok Twitter

andhirarum

    • Home
    • Tentang Andhira
    • Product
    • _aderation project
    • _Kirana Creative


    Pekerjaan yang semakin hari tak semakin berkurang, sering kali membuat penat. Di sisi lain ada rasa syukur karena merasa tumbuh berkembang lebih baik dari hari ke hari, di satu sisi juga merasa nelangsa, sebab waktu yang dimiliki tak seluang dulu.

    Memang benar apa kata orang, bahwa fase hidup tak jauh dari perkara waktu, yang mana sering kali bergandengan dengan uang dan tenaga yang dimiliki. Masa kecil masih punya banyak waktu luang dan tenaga, namun tak cukup banyak uang. Masa muda-dewasa, sudah punya uang dan tenaga cukup, namun tak banyak waktu luang yang dipunya karena sibuk dengan urusan dunia yang makin bertambah. Di masa tua, uang sudah terkumpul, waktu luang sudah mulai ada, namun tenaga sudah tak sekuat dulu.

    Berkaca dari hal di atas, saya mencoba untuk menyeimbangkan hidup yang saya miliki. Bekerja, namun tak lupa untuk menjaga tenaga dan mengatur waktu yang dimiliki. Yah, seperti yang dapat diduga, dalam menjalaninya tetap ada mengkis-mengkisnya, AHAHAHAHA. Namun rasanya tetap menyenangkan, karena dari awal memang sudah punya tujuan yang jelas, jadi tak banyak olengnya ahahahaha. ~XD

    Salah satu hal yang senang saya lakukan di kala luang adalah keliling ke tempat wisata alias piknik. Sejak pulang kampung setelah lulus kuliah, saya bertekad untuk mengulik lebih banyak kota sendiri, namun baru keturutan di 2018. Berkelana dari satu tempat ke tempat lain, mengulik dan mengenal lebih dalam tempat yang dikunjungi, untuk kemudian saya ceritakan kembali melalui media sosial dan blog yang saya punya.

    Tak terasa tahun ini memasuki tahun ke-6. Meski akhir-akhir ini sudah mulai jarang piknik karena beberapa kesibukan yang melanda, namun sesekali masih adakan waktu, walau lokasinya tak jauh dari kota. Tahun ini rencana ingin aktif kembali, semoga terus dimampukan, xixixixi. ~XD

    Menjelajah ke sana-sini sejak tahun 2018, ada beberapa tempat wisata yang saya jadikan tempat "jujugan" bila penat melanda. Bahkan ada satu tempat di mana saya pernah berkunjung ke sana hanya setengah jam saja, lalu pulang kembali. Padahal perjalanan ke sana menempuh jarak 1 jam, AHAHAHA. Ya, itu masa-masa di mana saya masih banyak waktu luang. Kalau sekarang harus atur waktu dulu, huhuhuw. ~

    Beberapa tempat wisata Blitar andalan saya bila sedang ingin melipir dari hiruk-pikuk kota, bisa dicek di bawah ini. Pas banget nih, pumpung lagi liburan, bisa masuk salah satu daftar yang dikunjungi!

    1. Sirah Kencong, Ngadirenggo, Wlingi, Kabupaten Blitar




    Wisata yang satu ini sudah jadi wisata andalan saya sejak 2018. Saksi bisu saya saat patah hati ditinggal tanpa alasan, lalu pergilah saya untuk pertama kalinya bersama kawan dekat ke Sirah Kencong beberapa hari setelahnya. Sejak saat itu, wisata satu ini jadi salah satu andalan hila ingin melipir dari hiruk-pikuknya kerjaan. Bahkan pernah di satu waktu saya ke Sirah Kencong hanya beli pecel Bu Tia setengah jam, lalu saya pulang lagi, ahahahaha. Iya, saking selalu rindunya pada tempat ini. :3

    Sirah Kencong merupakan wisata hamparan kebun teh yang terletak di Ngadirenggo, Wlingi, Kabupaten Blitar. Dapat ditempuh dengan motor, dengan waktu tempuh sekitar 1 jam bila dari Kota Blitar.  Berkali-kali saya kunjungi tempat ini, namun saya tak pernah ada kata bosan. Apalagi di sini juga ada tempat wisata lain, yakni air terjun dan candi, yang masih satu lokasi dengan perkebunan teh ini.

    Akses jalan sudah sangat mudah dibanding dulu, karena pembangunan di sini cukup pesat. Saya masih mengalami jalan yang cukup terjal saat berkunjung ke sini, hingga sekarang sudah melesat mengangkasa. Senang, sebab bila akses makin mudah, akan banyak pengunjung yang datang ke mari.

    Bila ingin mencari suasana dingin sejuk, agendakan datang ke mari, ya!

    2. Pantai Pasir Putih Gondo Mayit, Wonotirto, Kabupaten Blitar




    Eits, jangan terkecoh dengan namanya yang terlihat menyeramkan. Wisata pantai ini jadi andalan saya sejak tahun 2018 juga, karena hamparan pasir putihnya yang begitu menenangkan dan menyenangkan. Saya suka menghabiskan waktu hanya duduk bengong sambil menikmati debur ombak yang berlarian. ~XD

    Yang paling saya ingat dari pantai ini adalah, saya merayakan ulang tahun ke-25 saya di pantai ini, dengan dikelilingi oleh orang-orang baik tanpa terdistraksi oleh telepon genggam. Ternyata sangat menyenangkan sekali. Hal yang saya ingat lagi tatkala tiba-tiba diajak mendadak buka puasa di pantai ini, sembari bawa bekal hahaha. Saya yang ingin sekali buka puasa di pantai, akhirnya keturtan. ~XD

    Akses jalan menuju Pantai Pasir Putih Gondo Mayit ini juga sudah jauh lebih baik. Jalan berlubang hanya satu titik, selain itu sudah nyaman. Pantai ini juga aman bila digunakan sebagai destinasi liburan bersama keluarga, lo! Fasilitas cukup lengkap, mulai musala, tempat parkir luas, warung makan yang cukup banyak, juga kamar mandi yang bersih.

    Libur Lebaran bingung mau ke mana? Yuk, agendakan ke Pantai Gondo Mayit saja!

    3. Kesambi Trees Park, Maliran, Ponggok, Kabupaten Blitar


    View this post on Instagram

    A post shared by Andhira A. Mudzalifa (@andhirarum)



    Wisata selanjutnya yang jadi favorit ialah Kesambi Trees Park, yang mana wisata ini sudah saya akrabi sedari saya kecil. Lokasinya yang cukup dekat dari rumah dibandingkan dengan kedua wisata lainnya, membuat saya menjadikan wisata ini jadi salah satu destinasi wisata andalan untuk keluarga.

    Bagi teman-teman pecinta hewan khususnya rusa, pasti Kesambi Trees Park menjadi salah satu wisata favorit. Yaps, wisata ini merupakan penangkaran rusa yang dirawat di kebun yang amat luas. Saya menyebutnya malah hutan mini, saking luasnya hahaha. Rusa-rusa yang dibiarkan di alam bebas, namun tetap diberi batas di beberapa titik.

    Apakah pengunjung dapat melakukan interaksi dengan rusa?Yaps, tentu saja dapat! Pengunjung bisa memberi makan rusa, bahkan berfoto dengan rusa, hingga menyentuh rusa-rusa yang ada, namun dalam pengawasan dan tetap berhati-hati. Disediakan beberapa warung yang menjual makanan rusa, yang dapat dibeli secara bebas oleh pengunjung.

    Selain memberi makan rusa, di Kesambi Trees Park juga bisa piknik bersantai di sini. Wisata ini cocok banget untuk keluarga, karena fasilitas yang disediakan cukup lengkap. Kamar mandi, tempat ibadah, dan warung makan tersedia cukup banyak. Pengunjung juga dapat membawa bekal makanan dari rumah sendiri, lo!

    Yuk, agendakan libur Lebaran ini dengan berkunjung ke mari!

    ----------------------------------------------------------------

    Itulah ketiga wisata favorit ala saya yang bisa kamu kunjungi bila sedang liburan ke Blitar. Kira-kira, kamu ingin kunjungi yang mana dulu, nih? Tulis di kolom komentar, ya!

    Ditulis guna memenuhi tantangan dari Blogger Perempuan Network,
    BPN Ramadan Blog Challenge 2024.
    Continue Reading

     


    Pandemi masih berlangsung hingga saat ini, namun saya yang notabene suka jalan-jalan dan keluyuran ini sudah rindu sekali dengan liburan, utamanya liburan di alam bebas. Hingga pada akhirnya ada edaran dari pemerintah bila wisata sudah buka (namun tetap memerhatikan protokol kesehatan), saya pun turut senang, namun juga tetap waspada ketika nantinya ingin berlibur di tempat wisata. Saya juga memilih tempat yang masih satu kota dengan tempat tinggal saya, bila luar kota pun saya memilih yang dekat-dekat saja, masih belum berani jauh-jauh, hihi.

    Kemarin, si Bapak tiba-tiba mengajak saya beserta Ibu dan Adik untuk kondangan ke daerah Serang, yang masih masuk dalam wilayah Blitar. Saat itu waktu menunjukkan masih siang hari, yang mana rencananya akan berangkat sore hari. Entah mengapa saya tiba-tiba kepikiran melobi Bapak untuk sekalian mampir ke Pantai Serang, yang mana lokasinya cukup dekat dengan rumah saudara saya yang akan saya kunjungi nanti. Ternyata usulan saya ini diterima oleh Bapak, dong! HAHAHAHA. Saya pun segera mempersiapkan diri, membawa sandal cadangan untuk main ke pantai, kendati pakaian saya nantinya tetap memakai baju kondangan, wkwk.


    Perjalanan Menuju Pantai Serang, Blitar

    Lokasi Pantai Serang ini berada di Desa Serang, Kecamatan Panggungrejo, Kabupaten Blitar. Di mana waktu tempuh dari rumah saya menuju pantai ini mencapai 1 jam. Kemarin saya mengambil rute Kota Blitar – Kanigoro – Jegu – Margomulyo, ikuti anak panah ke arah Pantai Serang. Bisa juga apabila lewat perempatan Lodoyo ke timur, lebih mudah jalannya, hehe.

    Perjalanan kemarin terpantau lancar tanpa ada kemacetan dengan akses jalan yang sudah cukup bagus, meski ada beberapa lubang di beberapa titik jalan. Wajar sih, namanya juga jalan umum, apalagi daerah sini juga dilewati dengan kendaraan muatan besar. Harus lebih waspada dan hati-hati.


    Pantai Serang, Pantai Blitar dengan Bentang Pantai yang Panjang

    Kami sampai di sana sekitar pukul 5 sore, setelah sebelumnya mampir sebentar di rumah saudara. Cukup sore, tapi menurut saya ini waktu yang pas sekali. Kami sampai dengan suasana pantai yang masih terlihat cukup ramai, namun tidak membludak. Mengingat waktu yang menunjukkan menjelang magrib.


    Pantai Serang termasuk dalam jajaran pantai dengan bentang pantai yang panjang. Termasuk salah satu dari tiga pantai dengan bentang pantai terpanjang di Blitar selain Pantai Jolosutro dan Pantai Pasur. Dengan bentang pantai yang panjang ini, Pantai Serang memiliki ombak yang cukup besar, jadi tidak disarankan untuk berenang.


    Pantai Serang memiliki pasir berwarna hitam. Itu sebabnya tidak disarankan untuk melepas alas kaki ketika siang hari, karena pasir terasa panas. Pernah saya mencoba nekat melepas alas kaki di pantai berpasir hitam (tapi bukan Pantai Serang), rasanya kaki saya seperti terbakar! Hahahaha. Langsung kapok, tidak mau melepas alas kaki lagi. ~XD


    Menikmati Sunset di Pantai Serang untuk Pertama Kali

    Tujuan saya memilih untuk berkunjung ke Pantai Serang saat sore hari adalah saya ingin merasakan sensasi menikmati sunset alias matahari tenggelam di pantai ini. Iya, meski saya sudah main-main ke pantai ini beberapa kali, saya belum pernah mantai ke sini hingga malam hari karena takut akan balik ke rumah nanti bagaimana, mengingat kondisi jalan yang cukup gelap dan ada beberapa titik yang berlubang. Nah, mumpung ke sini bersama keluaga, jadi sekalian saja milih sore hari. Plus dipastikan juga aman, karena bersama keluarga. Huahahaha, kondangan bonus piknik ini ceritanya. ~XD

    Tidak salah bila ada yang mengatakan bahwa Pantai Serang memiliki spot sunset terbaik di pantai Blitar, karena memang sebagus itu! Huhuhu. Saya sampai tidak berhenti untuk mengagumi langit dan mengucap puji-pujian dalam hati karena langitnya sedap sekali dipandang. Menyegarkan mata dan menenangkan jiwa, utamanya bagi penyuka sunset.



    Langit tanpa edit. Masyaa Allaah :''))))))

    Fasilitas yang ada di Pantai Serang, Blitar

    Pantai Serang sudah dikelola dengan baik oleh warga setempat, terbukti dengan adanya fasilitas yang lengkap, mulai dari kuliner, musala, toilet, hingga fasilitas hiburan lain seperti ATV yang bisa disewa. Kemarin saat sore hari ternyata masih cukup banyak orang yang menyewa ATV ini. Memang paling menyenangkan jika menyusuri pantai dengan menggunakan ATV, karena bentang pantainya cukup panjang. Lumayan membuat kaki gempor, hahaha.

    Warung makan di Pantai Serang

    Penyewaan ATV di Pantai Serang

    Tiket masuk ke Pantai Serang sendiri saya kurang tahu, kemungkinan berkisar antara Rp5.000,- hingga Rp7.000,-. Saya kemarin masuk tanpa membayar, karena saya datang sudah sore hari. Biasanya kalau sudah menginjak pukul 16.00 sudah tidak ada petugas penjaga tiket, sih. :D


    Serang Culture Festival, Acara Tahunan Pantai Serang, Blitar

    Satu hal lain yang membuat saya harus mengunjungi Pantai Serang setidaknya setahun sekali adalah adanya acara Serang Culture Festival, yang mana acara ini diselenggarakan setiap tahunnya di bulan September. Di mana acara Serang Culture Festival ini memiliki beberapa rangkaian acara, yang diadakan selama satu bulan lamanya. Di antaranya ada Festival Layang-layang, Festival Patung Pasir, Pelepasan Tukik, Serang Beach Jazz Festival, Serang Fishing Festival, Serang Beach Keroncong Festival, dan biasanya ditutup dengan Serang Barong Festival.

    Serang Culture Festival 5, tahun 2019. Dua tahun silam. :D

    Saya rutin hadir di acara ini sejak Serang Culture Festival tahun ke-4, sejak tahun 2018. Biasanya saya hadir di pembukaan, saat Festival Layang-layang. Begitu pula untuk tahun selanjutnya, saya juga hadir di event yang sama. Untuk event Festival Layang-layang Serang Culture Festival, pernah saya tuliskan di postingan ini. :D

    Baca: Serang Culture Festival 5: Festival Layang-layang

    Sayangnya Serang Culture Festival ini harus terhenti untuk sementara sejak tahun lalu karena adanya pandemi. Semoga pandemi segera berakhir dan acara ini bisa dihelat kembali. Saya sudah rindu untuk mengabadikan momen-momen yang ada di acara ini. :’))))


    Merekam dan Mengabadikan Perjalanan dalam Bentuk Digital

    Berbicara mengenai mengabadikan momen dan perjalanan, saya pun ada dalam barisan ini. Yap, bisa dibilang saya anak konten, kendati saya tetap bisa menikmati setiap perjalanan karena hanya momen-momen tertentu saja saya memotret atau merekam. Hal ini saya lakukan karena saya anaknya gampang pelupa, hahaha. Jadi harus selalu siap sedia kamera untuk merekam momen-momen, utamanya ketika sedang jalan-jalan maupun kegiatan konten-able lainnya, ihi.

    Selain saya simpan di galeri handphone, biasanya saya juga mengunggah setiap momen yang saya rekam ke media sosial yang saya punya. Tentunya, untuk mengunggah konten-konten yang saya rekam dan saya buat ini saya membutuhkan provider yang oke punya. Pilihan saya tak lain dan tak bukan tentu saja jatuh kepada Smartfren GOKIL MAX!


    Smartfren GOKIL MAX ini dibekali dengan jaringan telekomunikasi Smartfren yang 100% 4G, dengan kuota mencapai 36 GB, yang mana kuota ini bisa digunakan di waktu pagi, siang, atau malam hari. Sepuasnya, di semua aplikasi, tanpa batas waktu~~ aku merindu~~ *lho, kok jadi lagunya Ikatan Cinta gini yak? ~XD*

    Yak, memanglah ini yang saya butuhkan sebagai generasi konten. Bahkan ada tambahan extra kuota sebesar 70 GB di jam 00.00 hingga 05.00 di semua aplikasi, loh! Benar-benar provider sahabar generasi konten banget, ya?

    Smartfren GOKIL MAX ini sudah bisa diperoleh di 144 kota yang ada di seluruh Indonesia, yang meliputi Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera Selatan, dan Sumatera Utara, loh. Gokil!

    --------------------------------------------------------------

    Jangan lupa untuk tetap memerhatikan protokol kesehatan apabila sedang berwisata, ya! Sehat-sehat selalu untuk teman-teman di mana pun teman-teman berada. :D

    Bagi teman-teman yang penasaran dengan wisata Blitar, yuk yuk, sini silakan tanya-tanya, barangkali saya bisa membantu. Atau barangkali malah mau langsung wisata dan mengajak saya? HAHAHA. Langsung kontak saja, ya! :p

    Continue Reading


    Berbicara tentang wisata yang ada di Blitar memang tak ada habisnya. Selalu ada tempat baru (yang sebenarnya mungkin sudah lama tapi baru-baru saja saya ketahui keberadaannya) yang menarik untuk dijelajahi. Rasa-rasanya setelah jelajahi tempat satu, eh ada info tentang tempat wisata lainnya. Duh, tergoda banget buat jelajahin semua. Sampai-sampai saya pernah sekelebat kepikiran sebelum menikah harus udah tuntas buat main-main keliling Blitar HAHAHAHA. Tapi sepertinya itu wacana aja, sih. Hmm.

    Salah satu wisata alam yang menarik untuk ditelusuri di Blitar ialah pantainya. Ada sekitar kurang lebih 50 pantai yang terbentang dari ujung timur Blitar hingga ujung barat, yang kesemuanya punya ciri khas masing-masing. Saya belum mengunjungi semuanya, sih. Karena keterbatasan waktu dan..... akses jalan (dan juga teman jalan. Wk wk wk). Semoga masih diberi waktu buat jelajahin seluruhnya! Ya... minimal separuh atau paling enggak seperempatnya ajalah biar nggak parah-parah amat. BHAHAK.

    Sekitar 3 mingguan lalu, saya diajak oleh ‘pakarnya’ pariwisata di Blitar yang sudah saya anggap seperti Mbahkung alias kakek sendiri, Pak Hary Segocontong, untuk ikutan mencicipi sate gurita di Pantai Jolosutro, Wates, Kabupaten Blitar. Ini dalam rangka menghibur saya yang kebetulan waktu itu sedang ada di masa-masa pemulihan dari patah hati HAHAHA. Yaa, mumpung saya hari itu tidak ada agenda, jadinya cusss berangkat aja.

    Kami berangkat sekitar pukul 9 pagi. Mengingat lokasi yang akan kami kunjungi jaraknya sekitar 40km lebih, yang memakan waktu hampir 2 jam jika dari Blitar Kota. Kebetulan juga kami akan mampir terlebih dahulu ke Konservasi Ikan Badher Bang, yang lokasinya satu arah dengan Pantai Jolosutro.

    Baca: Melepas Penat Sejenak di Omah Iwak Badher Bang, Tawangrejo

    Sekitar pukul 11 siang, kami baru cuss ke Pantai Jolosutro setelah melipir sejenak di Omah Iwak Badher Bang, yang jaraknya lumayan dekat dengan pantai. Yaaa, kurang lebih sekitar setengah jam-an, lah.

    Akses jalan menuju Pantai Jolosutro sudah enak dan mudah dilalui. Nggak ada kendala yang terlalu berarti. Ya ada sih, satu dua jalan yang berlubang. Tapi masih bisa dilalui dengan mudah. Yang membuat rada nganu sih.... capek di jalan alias lama di jalan! HAHAHA. Mengingat Pantai Jolosutro merupakan pantai yang terdapat di ujung timurnya Blitar.

    Jadi teringat juga jika beberapa waktu lalu saya juga main-main ke pantai yang ada di ujung barat Blitar, Pantai Pasur, dalam rangka mengikuti kegiatan menanam bersama SahabatMenanam. Keseluruhan ceritanya bisa dibaca di postingan sebelum ini, ya!

    Baca: Ngopi dan Nandur Bareng SahabatMenanam di Pantai Pasur, Blitar

    Kami tiba di lokasi sekitar pukul setengah 12-an lebih. Langsung masuk parkir di area pantai. Oh iya, waktu kemarin kesini sih belum ditarik biaya masuk, karena bukan hari libur. Dulu waktu saya pertamakali kesini sekitar tahun 2018, ditarik biaya masuk, sih. Sayangnya saya lupa berapa harga tiket masuknya. Eheheu.

     Pantai Jolosutro. Berlokasi di Desa Ringinrejo, Kecamatan Wates, Kabupaten Blitar




    Pantai Jolosutro termasuk dalam jajaran pantai di Blitar dengan bentang pantai terpanjang. Lokasinya ada di Desa Ringinrejo, Kecamatan Wates, Kabupaten Blitar. Pantai ini berpasir hitam, karena mengandung besi di dalamnya. Jadi harap hati-hati jika melepas alas kaki ketika menyusuri Pantai Jolosutro. Bisa-bisa kakinya melepuh! (Kejadian di saya kemarin yang nekat lepas alas kaki waktu pantai sedang terik-teriknya. Gak mau ngulangi lagiiiiii hiks)




     Pantai ujung timur Blitar yang cantik berpasir hitam

     Sisi barat dari Pantai Jolosutro. Keliatan luas banget, kan?


    Mencicipi Sate Gurita, Kuliner Viral dari Pantai Jolosutro

    Agenda utama kesini selain main-main air pantai adalah mencicipi kuliner yang sedang viral di Pantai Jolosutro. Adalah ia, si Sate Gurita! Ehehehehehek. Saya yang sebenarnya tidak menyukai seafood, dibuat penasaran dengan bentukan dari sate gurita ini. Soalnya baru pertamakali ini saya tahu ada sate gurita, yang kata Mbahkung Hary sih, enak. Jadi, mari melupakan sejenak ketidaksukaan terhadap seafood demi bisa mencicipi sate gurita ini~

    Salah satu warung yang menyediakan sate gurita ini adalah Warung Puntodewo (kalau saya tidak salah ingat). Lokasinya ada di sisi timur pantai, dan cukup mudah ditemukan. Berdasarkan penuturan dari Mbahkung, dulunya warung ini hanya stok sekitar 12kg sate gurita saja. Tapi lama-kelamaan, pengunjung membludak hingga pernah produksi mencapai 50kg perhari, loh! Wow. Kereeeeeen!




    Sekitar 20 menit, kuliner yang kami tunggu-tunggu sudah datang! Yeeyyy. Dan ternyata, penampakannya persis seperti sate ayam. Bhaiq. Marikicob alias mari kita coba~

    Untuk penampilannya, persis seperti sate ayam. Potongan daging kecil, disiram dengan bumbu kacang dan irisan bawang merah. Seporsi yang berisi 10 tusuk sate gurita ini dibandrol dengan harga IDR 25.000 saja, loh! Harga yang menurut saya cukup murah, mengingat ini adalah seafood yang biasanya punya harga yang mihil-mihil.

    Sate Gurita, kuliner viral dari Pantai Jolosutro yang endeus mantuls! Penampakannya mirip banget dengan sate ayam.

    Yang saya suka dari sate gurita ini adalah baunya nggak amis sama sekali dan nggak alot, dong! Tekstur dan potongan sate yang menurut saya juga pas, nggak besar maupun nggak kecil-kecil amat. Bumbu kacangnya juga nggak bikin mblenger. Gurih manisnya pas kalau di lidah saya. Mantul, lah.

    Tertarik untuk mengunjungi Pantai Jolosutro dan mencicipi sate guritanya yang endeus abis ini? Kuy, agendakan bersama orang-orang tersayang! (Atau kalau mau nraktir saya juga boleh loh ehehehehehehek dengan senang hati~)




    Andhira A. Mudzalifa

    Continue Reading

    Dua hari sebelum hari H acara, ada pesan WhatsApp masuk dari Mas Pandu Aji Wirawan, "Kamis gabut pora? Ayo nggene Pasur" (Baca: Hari Kamis gabut apa enggak? Ayo ke Pantai Pasur). Tanpa pikir panjang, langsung saya balas, "Bisa digabutkan". Memang kebetulan, hari Kamis kemarin saya kosong, sih. Plus mumpung lagi ingin menikmati pantai, heuheu. Jadinya langsung cuss bisa berangkat.

    Sebenarnya, agenda main-main ke Pantai Pasur ini juga karena ingin mengikuti acara dari SahabatMenanam. Diskusi bersama, dilanjutkan menanam bareng. Dalam rangka memperingati hari jadi Sahabat Menanam yang ke-4 yang jatuh pada hari Kamis, tanggal 28 November 2019.

    Ah, ya. Sedikit cerita tentang SahabatMenanam yang saya tahu (dan saya baca di web SahabatMenanam (klik disini!))

    Empat tahun lalu, tepatnya pada tanggal 28 November 2015, Gerakan Blitar Menanam dideklarasikan di Pantai Pasur, pasca dilaksanakannya penanaman pohon bakau di pantai ini. Itu mengapa alasan SahabatMenanam memilih Pantai Pasur untuk merayakan hari jadinya yang ke-4 kali ini. Sebagai pangeling-eling alias pengingat akan komitmen yang dicanangkan, Blitar Berseri 2030.

    Yang saya salut dari gerakan ini adalah, mereka tidak hanya sekadar menanam sebagai simbolis kemudian pohonnya dibiarkan begitu saja. Justru mereka berproses untuk menjaga dan memastikan pohon yang mereka tanam bisa tumbuh. Bahkan, semua biji-biji tanaman yang akan ditanam, mereka cari sendiri, loh! Keren lah. Makanya saya ingin turut serta menjadi relawan di acara kali ini.

    Ngopi dan Diskusi Bersama Masyarakat Sekitar dan Stakeholder

    Acara dibuka sekitar pukul 10 pagi. Diawali dengan diskusi bersama masyarakat yang ada di Pantai Pasur dengan stakeholder alias pemangku kepentingan (Dinas Kominfo Kab. Blitar, Dinas Parbudpora Kab. Blitar, Bappeda Kab. Blitar, Dinas Lingkungan Hidup Kab. Blitar, Perum Perhutani, Dinas Pertanian Kab. Blitar, Koramil dan Polsek Kec. Bakung) terkait kelanjutan untuk membuat Pantai Pasur menjadi rintisan tempat wisata yang menyenangkan. Turut serta dihadiri oleh Universitas Wisnuwardhana, Malang, yang kebetulan juga ada agenda di Pantai Pasur.

     Para Stakeholder alias pemangku kepentingan di Kabupaten Blitar

     Bersama warga dan mahasiswa Universitas Wisnuwardhana, Malang


    Acara ngopi dan diskusi ini ditutup dengan potong tumpeng, dan dilanjutkan dengan makan bersama.

     Saya lupa ini namanya apa, tapi ini salah satu jenis rumput laut yang dimasak buat urap-urap. Rasanya lucu. kenyal-kenyal gimana, gitu

    Produk-produk UMKM dari desa setempat. Enak!


    Menanam Pohon Nyamplung di Muara Sungai Pantai Pasur

    Setelah kenyang makan bersama, SahabatMenanam beserta puluhan relawan mulai melakukan penanaman sekitar pukul 2 siang. Lokasi yang dipilih ada di muara sungai Pantai Pasur, yang letaknya ada di sisi barat.

    Tanaman yang dipilih kali ini adalah pohon Nyamplung. Saya cukup kaget sih, kenapa bukan pohon bakau yang dipilih (biasanya kalau di pantai kebanyakan pohon bakau atau cemara udang kan ya hehehehe maaf pengetahuan saya akan tumbuhan sangat minim). Dan ternyata, memang ada alasannya.

    Yang saya simak dari penjelasan salah satu perwakilan dari SahabatMenanam, Mas Rohmat, mengatakan alasan dipilihnya pohon Nyamplung untuk penanaman kali ini karena pohon ini berguna sekali untuk memecah angin yang berasal dari laut.

    Oalah! Jadi begitu, gaes.

    Saya yang baru pertamakali terjun langsung untuk penanaman, rasanya excited sekali! Nggak sabar hahahaha. Apalagi ini menanam langsung di pantai. Biasanya saya hanya menanam di pot bunga aja ~XD

     Area penanaman yang dipilih ada di sekitar tepi muara suangai Pantai Pasur

     Bersama puluhan relawan menanam pohon Nyamplung bersama. Btw, saya baru ikutan menanam untuk pertamakalinya!


     Pohon Nyamplung, berfungsi untuk memecah angin laut. Semoga tumbuh besar bestari!

    Sebuah penanda jika ada tanaman yang ditanam disini. Agar gampang terdeteksi bila dilakukan pengecekan oleh teman-teman SahabatMenanam

    Menyusuri Muara Sungai Pantai Pasur, Blitar

    Sebagai "hadiah" karena telah selesai menanam pohon Nyamplung, saya bersama teman-teman SahabatMenanam diajak oleh salah satu warga untuk ikut naik perahu menyusuri muara sungai yang ada di Pantai Pasur.

    Tentu saja saya semangat ikutan! Meski sedikit trauma gegara terakhir naik perahu bulan Juni kemarin di Pantai Pangi, handphone saya menjadi korban nyemplung di kali dan nggak bisa dibetulin alias rusak seketika HA HA HA. Makanya kemarin saya benar-benar menjaga handphone saya, agar kejadian di Pangi nggak berulang di Pantai Pasur wkwkwk~

    Seru sekali! Refreshing bermain air dari atas perahu seperti di film-film.


     Bersama teman-teman baru yang saya kenal di acara ini. Alhamdulillah, tambah relasi lagi :D

     Pemandangan sekitar sungai yang bagus kalau dnikmati waktu sore hari :D






    Teman-teman 'pentolannya' SahabatMenanam. Kalian keren, gaes!

    Pantai Pasur, Pantai Cantik Berpasir Hitam dengan Bentang Pantai yang Panjang

    Ah, ya. Justru saya malah lupa bercerita tentang pantai ini sendiri! Hahahah, giname sih Dhiiiirrr...

    Secara administratif, Pantai Pasur terletak di Desa Bululawang, Kecamatan Bakung, Kabupaten Blitar. Berada di ujung barat Blitar. Seingat saya, ini adalah pantai yang letaknya paling barat di Blitar. Perjalanan membutuhkan waktu sekitar 1 hingga 1,5 jam dari pusat kota Blitar.



    Pantai Pasur berpasir hitam. Karena terdapat kandungan besi di dalamnya. Jangan nekat lepas alas kaki kalau kesini waktu matahari sedang terik-teriknya. Kaki bisa melepuh hahaha.

    Pantai cantik berpasir hitam, Pantai Pasur

    Saya pertamakali menginjakkan kaki di Pantai Pasur sekitar pertengahan tahun kemarin. Langsung terpesona dengan keindahan pantainya, dengan ombak yang lumayan besar. Asik sekali jika digunakan untuk meditasi maupun tempat merenung. Apalagi di sekitar pantai juga dikelilingi dengan pohon cemara udang, membuat suasana pantai semakin syahdu dan sejuk.

    Cemara Udang yang membuat pantai teduh dan sejuk

    Pantai Pasur masuk dalam jajaran pantai di Blitar dengan bentang pantai terpanjang setelah Pantai Jolosutro. Kebetulan juga dua minggu sebelum ke Pantai Pasur, saya main-main ke Pamtai Jolosutro. Nyobain sate gurita yang lagi viral di pantai sana. Akan saya ceritakan di postingan terpisah saja, ya :D


     Bentang pantai terpanjang setelah Pantai Jolosutro, Blitar. 


    Oh iya, untuk akses jalan menuju Pantai Pasur sudah cukup mudah, kok. Ada beberapa titik jalan yang rusak, tapi masih bisa dilewati dengan mudah. Sambil menikmati perjalanan karena pemandangan sekitarnya juga bagus!


    Pemandangan jalan menuju Pantai Pasur. Macam wallpaper handphone aja ~XD

    Untuk sementara, tiket masuk ke pantai ini masih gratis. Cukup membayar parkir sebesar 5000 rupiah untuk motor saja.

    Ada yang mau mengajak saya main-main lagi? Kuy, agendakan! :p






    Andhira A. Mudzalifa
    Continue Reading
    Older
    Stories

    Holla!

    Untitled-design-2

    Saya Andhira A. Mudzalifa, seorang perempuan biasa di balik semua postingan di blog ini yang suka bercerita, makan, dan jalan-jalan.

    Menyibukkan diri di Aderation Project dan Kirana Creative .

    Untuk menyapa lebih lanjut, bisa menghubungi lewat surel di andhira(dot)dee(at)gmail(dot)com

    Terima kasih telah mampir ke tempat di mana saya menuangkan segala cerita! Selamat membaca dan menikmati :)

    Temukan Saya Di

    • facebook
    • instagram
    • twitter

    Teman-teman

    Label

    #AyoNulis #BPNRAMADAN2024 #BPNRamadan2020 #BPNRamadan2021 #CatatanDuaEmpat #DiRumahAja Aderation Project Beauty Bodycare Cooking Crafting DIY Informasi Jelajah Blitar Journey Jurnal Tahunan Kafe Kuliner Life Lovely Place Makeup Pantai Blitar Rekomendasi Review Scarlett Smartfren Thoughts Tips Travelling Vaksinasi Writing Challenge cerita jalan-jalan

    Arsip Blog

    • ▼  2024 (17)
      • ▼  November 2024 (1)
        • Kenal Lebih Dekat dengan SoFresh: Sabun Cuci Pirin...
      • ►  Oktober 2024 (1)
      • ►  April 2024 (6)
      • ►  Maret 2024 (9)
    • ►  2023 (3)
      • ►  Juni 2023 (1)
      • ►  Februari 2023 (1)
      • ►  Januari 2023 (1)
    • ►  2022 (3)
      • ►  Maret 2022 (1)
      • ►  Februari 2022 (1)
      • ►  Januari 2022 (1)
    • ►  2021 (51)
      • ►  Desember 2021 (2)
      • ►  November 2021 (1)
      • ►  Oktober 2021 (1)
      • ►  September 2021 (1)
      • ►  Agustus 2021 (3)
      • ►  Juli 2021 (1)
      • ►  Juni 2021 (1)
      • ►  Mei 2021 (17)
      • ►  April 2021 (17)
      • ►  Maret 2021 (4)
      • ►  Februari 2021 (2)
      • ►  Januari 2021 (1)
    • ►  2020 (55)
      • ►  Desember 2020 (1)
      • ►  November 2020 (2)
      • ►  Oktober 2020 (2)
      • ►  September 2020 (4)
      • ►  Juli 2020 (4)
      • ►  Juni 2020 (4)
      • ►  Mei 2020 (22)
      • ►  April 2020 (11)
      • ►  Maret 2020 (1)
      • ►  Februari 2020 (1)
      • ►  Januari 2020 (3)
    • ►  2019 (48)
      • ►  Desember 2019 (3)
      • ►  November 2019 (1)
      • ►  Oktober 2019 (3)
      • ►  September 2019 (5)
      • ►  Agustus 2019 (3)
      • ►  Juli 2019 (2)
      • ►  Juni 2019 (1)
      • ►  Mei 2019 (6)
      • ►  April 2019 (3)
      • ►  Maret 2019 (9)
      • ►  Februari 2019 (11)
      • ►  Januari 2019 (1)
    • ►  2018 (10)
      • ►  Desember 2018 (1)
      • ►  Oktober 2018 (3)
      • ►  September 2018 (2)
      • ►  Mei 2018 (3)
      • ►  April 2018 (1)
    • ►  2017 (9)
      • ►  November 2017 (1)
      • ►  Oktober 2017 (1)
      • ►  Juli 2017 (1)
      • ►  Mei 2017 (1)
      • ►  April 2017 (1)
      • ►  Maret 2017 (2)
      • ►  Februari 2017 (1)
      • ►  Januari 2017 (1)
    • ►  2016 (16)
      • ►  Desember 2016 (3)
      • ►  November 2016 (2)
      • ►  Oktober 2016 (2)
      • ►  Agustus 2016 (2)
      • ►  Juli 2016 (2)
      • ►  Juni 2016 (1)
      • ►  Januari 2016 (4)
    • ►  2015 (4)
      • ►  Maret 2015 (1)
      • ►  Februari 2015 (3)
    • ►  2011 (1)
      • ►  Juli 2011 (1)

    Popular Posts

    • Usia Kepala Dua?
    • Sebuah Cerpen: Tentang Mengikhlaskan
    • A Flashback to Senior High School: Kangen!

    Saya Bagian Dari

    Logo-Blogger-Perempuan-Network-round-7

    Aderation Project

    Untitled-design-20240826-113829-0000
    Facebook Instagram Pinterest Tumblr Twitter

    Created with by BeautyTemplates

    Back to top