FaceBook Instagram TikTok Twitter

andhirarum

    • Home
    • Tentang Andhira
    • Product
    • _aderation project
    • _Kirana Creative


    Mudik Lebaran adalah masa yang sering kali saya nantikan, karena di waktu inilah beberapa keluarga besar yang terpisah di luar kota kembali ke kampung halaman masing-masing. Saya sendiri bukan tim mudik semenjak beberapa tahun terakhir, karena saya kembali pulang ke tempat di mana saya tumbuh dan berkembang. Yaps, kota tempat saya tumbuh dan besar ini menjadi "jujugan" dari keluarga saya yang ada di tanah rantauan.

    Meski bukan tim mudik, namun saya suka sekali memantau arus mudik yang menjadi tradisi menjelang Lebaran. Dulu sewaktu saya kecil, ada salah satu saudara dari Ibu yang mengagendakan mudik ke Blitar setiap tahunnya, yang mana sewaktu itu sering kali saya nantikan kedatangan beliau sekeluarga. Saya semangat untuk menyambut, kendati waktu kecil masih malu-malu bila bersua keluarga besar (sekarang jadi malu-maluin dan enggak tahu malu), ahahaha.

    Tradisi mudik saat Idulfitri ini menjadi momen yang saya ingat betapa saya suka membuka atlas dan mencari peta Pulau Jawa untuk melihat jalan antarkota yang kira-kira dilalui para pemudik. Iya, seniat itu memang, ahahaha. Selain itu, saya suka sekali memantau arus mudik melalui televisi, bagaimana perkembangan mudik dari hari ke hari. Mulai dari arus masih lancar hingga sudah terpantau padat merayap di beberapa titik.

    Bertambahnya usia saya, rasa sukacita saya akan mudik tak jua luntur. Melihat banyaknya teman-teman saya yang perantau lalu mengunggah fase mudik mereka, rasanya ikut gembira. Apalagi setelah masa pandemi mereda, yang mana sejak tahun lalu mulai diperbolehkan kembali untuk mudik tanpa pembatasan wilayah.

    Ah, jadi ingat masa-masa pandemi di tahun 2020. Rasanya sepi sekali, bak kota tanpa penghuni. Pembatasan wilayah di mana-mana, orang-orang tak boleh keluar rumah untuk saling silaturahmi, bahkan sekadar jabat tangan pun tak diperbolehkan. Salat Idulfitri di rumah masing-masing, yang mana memberikan sensasi hampa dan pedih di hati. Biasanya Lebaran kumpul dengan keluarga besar, saat pandemi melanda aktivitas tersebut terpaksa harus berhenti.

    Sebab itulah saya bersyukur di 2024 ini tak lagi ada pembatasan. Mudik telah dibebaskan kembali, berkumpul dengan keluarga, silaturahmi tanpa ada rasa khawatir akan pandemi. Menyenangkan sekali!

    Untuk para pemudik, di bawah ini adalah hal-hal yang bisa dilakukan saat kembali pulang ke kampung halaman, agar mudik tahun 2024 ini terasa penuh makna dan banyak cerita.

    1. Bersua dengan keluarga inti (orangtua dan saudara kandung)

    Tentu yang pertama kali dilakukan adalah bertemu dengan keluarga inti di kampung halaman, seperti orangtua dan saudara kandung. Sepertinya ini adalah tujuan mudik hampir semua orang, ya? Heuheu.

    Melepas rindu pada keluarga di rumah jadi kebahagiaan tersendiri. Bercerita tentang perkembangan yang terjadi selama ini saat terpisah jarak, nostalgia saat kecil yang masih kumpul dalam satu rumah, bersenda gurau antarkeluarga yang menciptakan kehangatan.

    2. Berkunjung ke sanak saudara yang tak sering ditemui

    Selain keluarga inti, hal selanjutnya yang dapat dilakukan saat mudik ialah berkunjung ke sanak saudara lain yang tak sering ditemui. Selain merekatkan kembali silaturahmi, berkunjung ke rumah keluarga besar juga sebagai sarana mengenal kembali anggota keluarga yang lain.

    Sejak kecil, saya senang sekali ketika diajak silaturahmi ke keluarga besar oleh orangtua, meski saya sering kali tertidur ahahahaha. Kebiasaan berkunjung untuk silaturahmi ini terbawa hingga saya dewasa, yang kini meneruskan tradisi orangtua untuk silaturahmi memgunjungi saudara-saudara.

    Umur tak ada yang tahu. Semoga diberi usia yang cukup untuk silaturahmi ke sana-sini agar tak 'kepaten obor'.

    3. Kuliner makanan khas kampung halaman yang tak ditemui di tanah rantau


    Bagi pemudik yang suka sekali kulineran, makan makanan khas kampung halaman adalah salah satu 'ibadah' wajib yang dilakukan. Ibaratnya, belum terasa pulang kampung bila belum merasakan kembali berkuliner ria.

    Beberapa kerabat saya yang mudik ke Blitar sering kali mengagendakan untuk kuliner makanan legendaris yang tak ditemui di rantauan. Sebenarnya untuk beberapa menu legendaris yang sudah tersohor sih tersedia dan mudah ditemui. Namun kata orang-orang perantau, kuliner yang ada di perantauan tuh rasanya jauh dengan kuliner khas asli kota tersebut. ~XD

    Jangan lupa agendakan untuk kulineran di kampung halaman, ya?

    4. Wisata bersama keluarga di kampung halaman


    Ditinggal merantau, banyak sekali perubahan yang terjadi di kampung halaman. Ini adalah penuturan dari banyak teman-teman saya dan beberapa saudara yang merantau. Sebagai akamsi alias anak kampung sini yang ngendon tak beranjak dari kampung halaman, saya mengakui itu. Banyak perkembangan yang terjadi di sini, mulai dari dunia kuliner, pariwisata, dan juga tata letak kota.

    Bila kunjungan ke rumah keluarga besar selesai dilakukan, ada baiknya mengagendakan berwisata ke tempat wisata yang ramah keluarga untuk menyegarkan pikiran (modus membuang pertanyaan-pertanyaan tak masuk akal yang diterima, heuheu). Selain untuk melepas penat, wisata juga dapat membangun ikatan keluarga yang lebih kuat dan kompak lagi.

    Untuk pemudik yang sedang pulang ke Blitar, bisa dicoba beberapa wisata yang saya tuliskan di postingan ini: Ini Dia 3 Tempat Wisata Favorit di Blitar (klik klik klik).

    ----------------------------------------------------------------

    Itulah cerita seputar mudik tahun 2024. Semoga yang sedang mudik diberikan kelancaran dari pergi hingga kembali merantau, juga rezeki yang terus mengalir, ya! 

    Bagaimana cerita mudikmu tahun ini? Tulis ceritamu di kolom komentar, ya!

    Ditulis guna memenuhi tantangan dari Blogger Perempuan Network,
    BPN Ramadan Blog Challenge 2024.






    Continue Reading


    Pekerjaan yang semakin hari tak semakin berkurang, sering kali membuat penat. Di sisi lain ada rasa syukur karena merasa tumbuh berkembang lebih baik dari hari ke hari, di satu sisi juga merasa nelangsa, sebab waktu yang dimiliki tak seluang dulu.

    Memang benar apa kata orang, bahwa fase hidup tak jauh dari perkara waktu, yang mana sering kali bergandengan dengan uang dan tenaga yang dimiliki. Masa kecil masih punya banyak waktu luang dan tenaga, namun tak cukup banyak uang. Masa muda-dewasa, sudah punya uang dan tenaga cukup, namun tak banyak waktu luang yang dipunya karena sibuk dengan urusan dunia yang makin bertambah. Di masa tua, uang sudah terkumpul, waktu luang sudah mulai ada, namun tenaga sudah tak sekuat dulu.

    Berkaca dari hal di atas, saya mencoba untuk menyeimbangkan hidup yang saya miliki. Bekerja, namun tak lupa untuk menjaga tenaga dan mengatur waktu yang dimiliki. Yah, seperti yang dapat diduga, dalam menjalaninya tetap ada mengkis-mengkisnya, AHAHAHAHA. Namun rasanya tetap menyenangkan, karena dari awal memang sudah punya tujuan yang jelas, jadi tak banyak olengnya ahahahaha. ~XD

    Salah satu hal yang senang saya lakukan di kala luang adalah keliling ke tempat wisata alias piknik. Sejak pulang kampung setelah lulus kuliah, saya bertekad untuk mengulik lebih banyak kota sendiri, namun baru keturutan di 2018. Berkelana dari satu tempat ke tempat lain, mengulik dan mengenal lebih dalam tempat yang dikunjungi, untuk kemudian saya ceritakan kembali melalui media sosial dan blog yang saya punya.

    Tak terasa tahun ini memasuki tahun ke-6. Meski akhir-akhir ini sudah mulai jarang piknik karena beberapa kesibukan yang melanda, namun sesekali masih adakan waktu, walau lokasinya tak jauh dari kota. Tahun ini rencana ingin aktif kembali, semoga terus dimampukan, xixixixi. ~XD

    Menjelajah ke sana-sini sejak tahun 2018, ada beberapa tempat wisata yang saya jadikan tempat "jujugan" bila penat melanda. Bahkan ada satu tempat di mana saya pernah berkunjung ke sana hanya setengah jam saja, lalu pulang kembali. Padahal perjalanan ke sana menempuh jarak 1 jam, AHAHAHA. Ya, itu masa-masa di mana saya masih banyak waktu luang. Kalau sekarang harus atur waktu dulu, huhuhuw. ~

    Beberapa tempat wisata Blitar andalan saya bila sedang ingin melipir dari hiruk-pikuk kota, bisa dicek di bawah ini. Pas banget nih, pumpung lagi liburan, bisa masuk salah satu daftar yang dikunjungi!

    1. Sirah Kencong, Ngadirenggo, Wlingi, Kabupaten Blitar




    Wisata yang satu ini sudah jadi wisata andalan saya sejak 2018. Saksi bisu saya saat patah hati ditinggal tanpa alasan, lalu pergilah saya untuk pertama kalinya bersama kawan dekat ke Sirah Kencong beberapa hari setelahnya. Sejak saat itu, wisata satu ini jadi salah satu andalan hila ingin melipir dari hiruk-pikuknya kerjaan. Bahkan pernah di satu waktu saya ke Sirah Kencong hanya beli pecel Bu Tia setengah jam, lalu saya pulang lagi, ahahahaha. Iya, saking selalu rindunya pada tempat ini. :3

    Sirah Kencong merupakan wisata hamparan kebun teh yang terletak di Ngadirenggo, Wlingi, Kabupaten Blitar. Dapat ditempuh dengan motor, dengan waktu tempuh sekitar 1 jam bila dari Kota Blitar.  Berkali-kali saya kunjungi tempat ini, namun saya tak pernah ada kata bosan. Apalagi di sini juga ada tempat wisata lain, yakni air terjun dan candi, yang masih satu lokasi dengan perkebunan teh ini.

    Akses jalan sudah sangat mudah dibanding dulu, karena pembangunan di sini cukup pesat. Saya masih mengalami jalan yang cukup terjal saat berkunjung ke sini, hingga sekarang sudah melesat mengangkasa. Senang, sebab bila akses makin mudah, akan banyak pengunjung yang datang ke mari.

    Bila ingin mencari suasana dingin sejuk, agendakan datang ke mari, ya!

    2. Pantai Pasir Putih Gondo Mayit, Wonotirto, Kabupaten Blitar




    Eits, jangan terkecoh dengan namanya yang terlihat menyeramkan. Wisata pantai ini jadi andalan saya sejak tahun 2018 juga, karena hamparan pasir putihnya yang begitu menenangkan dan menyenangkan. Saya suka menghabiskan waktu hanya duduk bengong sambil menikmati debur ombak yang berlarian. ~XD

    Yang paling saya ingat dari pantai ini adalah, saya merayakan ulang tahun ke-25 saya di pantai ini, dengan dikelilingi oleh orang-orang baik tanpa terdistraksi oleh telepon genggam. Ternyata sangat menyenangkan sekali. Hal yang saya ingat lagi tatkala tiba-tiba diajak mendadak buka puasa di pantai ini, sembari bawa bekal hahaha. Saya yang ingin sekali buka puasa di pantai, akhirnya keturtan. ~XD

    Akses jalan menuju Pantai Pasir Putih Gondo Mayit ini juga sudah jauh lebih baik. Jalan berlubang hanya satu titik, selain itu sudah nyaman. Pantai ini juga aman bila digunakan sebagai destinasi liburan bersama keluarga, lo! Fasilitas cukup lengkap, mulai musala, tempat parkir luas, warung makan yang cukup banyak, juga kamar mandi yang bersih.

    Libur Lebaran bingung mau ke mana? Yuk, agendakan ke Pantai Gondo Mayit saja!

    3. Kesambi Trees Park, Maliran, Ponggok, Kabupaten Blitar


    View this post on Instagram

    A post shared by Andhira A. Mudzalifa (@andhirarum)



    Wisata selanjutnya yang jadi favorit ialah Kesambi Trees Park, yang mana wisata ini sudah saya akrabi sedari saya kecil. Lokasinya yang cukup dekat dari rumah dibandingkan dengan kedua wisata lainnya, membuat saya menjadikan wisata ini jadi salah satu destinasi wisata andalan untuk keluarga.

    Bagi teman-teman pecinta hewan khususnya rusa, pasti Kesambi Trees Park menjadi salah satu wisata favorit. Yaps, wisata ini merupakan penangkaran rusa yang dirawat di kebun yang amat luas. Saya menyebutnya malah hutan mini, saking luasnya hahaha. Rusa-rusa yang dibiarkan di alam bebas, namun tetap diberi batas di beberapa titik.

    Apakah pengunjung dapat melakukan interaksi dengan rusa?Yaps, tentu saja dapat! Pengunjung bisa memberi makan rusa, bahkan berfoto dengan rusa, hingga menyentuh rusa-rusa yang ada, namun dalam pengawasan dan tetap berhati-hati. Disediakan beberapa warung yang menjual makanan rusa, yang dapat dibeli secara bebas oleh pengunjung.

    Selain memberi makan rusa, di Kesambi Trees Park juga bisa piknik bersantai di sini. Wisata ini cocok banget untuk keluarga, karena fasilitas yang disediakan cukup lengkap. Kamar mandi, tempat ibadah, dan warung makan tersedia cukup banyak. Pengunjung juga dapat membawa bekal makanan dari rumah sendiri, lo!

    Yuk, agendakan libur Lebaran ini dengan berkunjung ke mari!

    ----------------------------------------------------------------

    Itulah ketiga wisata favorit ala saya yang bisa kamu kunjungi bila sedang liburan ke Blitar. Kira-kira, kamu ingin kunjungi yang mana dulu, nih? Tulis di kolom komentar, ya!

    Ditulis guna memenuhi tantangan dari Blogger Perempuan Network,
    BPN Ramadan Blog Challenge 2024.
    Continue Reading


    Semakin dewasa, semakin memahami bahwasanya berbuat baik adalah salah satu sarana untuk membersihkan hati dan diri sendiri. Berbuat baik tak lagi sekadar ingin dipuji atau dipandang 'wah', namun demi ketenangan diri, juga menyadarkan bahwa manusia pantas menerima banyak kebaikan. Agak mbulet ya, bahasanya? Ahahaha. Pokoknya ya begitulah ~XD

    Bulan Ramadan adalah saat yang tepat untuk mendulang banyak pahala, sebab di waktu inilah setiap gerak kebaikan yang kita lakukan mendapat pahala yang berlipat ganda dari biasanya. Ini nasihat yang pernah saya dapat dari guru mengaji saya saat kecil dulu, yang membuat saya bersemangat untuk melakukan hal-hal baik. Yah, namanya juga anak kecil, masih pamrih dan transaksional banget ke Gusti Allah, ahahahaha.

    Kegiatan sosial jadi salah satu kebaikan yang dapat dilakukan untuk meraup banyak pahala di bulan Ramadan. Berinteraksi dengan manusia-manusia baik lainnya, berbagi kebaikan dan keberkahan untuk meraih ridhaNya. Berikut adalah beberapa kegiatan sosial yang bisa kamu lakukan, baik secara individu maupun berkelompok:

    1. Berbagi takjil


    Berbagi takjil atau kudapan berbuka ini sering kali saya temui saat Ramadan. Berbagi bersama komunitas, teman sekolah, organisasi, bahkan beberapa instansi saya temui tatkala keliling kota. Kegiatan sosial yang cukup praktis, namun pahalanya luar biasa. Memberi makan orang berbuka adalah salah satu hal yang disukai olehNya.  

    Cukup menyediakan makanan yang pantas dibagikan, lalu bagikan ke tempat-tempat ramai yang banyak orang berlalu-lalang di sana. Sering saya temui orang berbagi takjil ini di sekitar jalan raya atau di masjid-masjid.

    Saya sendiri ada pro kontra terhadap fenomena berbagi takjil ini, kendati hal ini merupakan kegiatan positif. Pro, karena kegiatan ini jadi salah satu cara positif bagi manusia untuk berbagi kebaikan di bulan Ramadan. Di sisi lain ada hal yang membuat kontra, yakni saat berbagi takjil ini justru membuat jalanan macet, karena pendistribusian takjil ini hanya di salah satu sisi jalan saja. Yang harusnya segera sampai rumah untuk berbuka puasa, malah berjibaku dengan kemacetan hanya demi takjil gratis. Huhu~

    Semoga teman-teman yang ingin berbagi takjil makin paham situasi, ya!

    2. Buka bersama dan berbagi sembako di panti asuhan


    Kegiatan sosial yang satu ini sering kali saya temui saat Ramadan. Berbagi kepada yang membutuhkan, untuk belajar berempati. Beberapa tahun lalu saya pernah lakukan ini bersama teman-teman satu komunitas, dan ternyata respons dari orang yang ada di panti begitu baik luar biasa. :'))

    Untuk kegiatan satu ini tidak bisa dilakukan secara mendadak. Harus ada konfirmasi lebih dulu jauh-jauh hari, karena biasanya di panti ada jadwal sendiri setiap harinya. Pembagian sembako juga lebih baik disesuaikan dengan kebutuhan panti, agar tepat sasaran dan lebih bermanfaat. Kalau mau lebih praktis bisa dalam bentuk uang. Bebas, yang penting niatnya. :D

    3. Sedekah rutinan melalui portal online


    Bila waktu dan gerak terbatas karena kesibukan Ramadan yang tak henti, ada satu kegiatan sosial yang bisa dilakukan dengan mudah tanpa harus berpindah tempat, bahkan hanya dengan tiduran sudah bisa banget!

    Yes, sedekah online!

    Beberapa bulan terakhir saya coba sedekah online ini melalui aplikasi Kitabisa (bukan endorse, namun memang saya rasakan sendiri manfaatnya). Ternyata menyenangkan sekali! Memudahkan saya untuk terus konsisten meski saya tidak pantau, karena sudah saya atur otomatis berapa donasi saya, juga waktu donasi yang saya inginkan.

    Selain Kitabisa, sepertinya juga banyak aplikasi penyedia jasa sedekah online ini. Namun saya sarankan di Kitabisa, karena menurut saya pribadi cukup mudah prosesnya. :D

    --------------------------------------------------------------------

    Itulah tiga kegiatan sosial yang bisa dilakukan saat bulan Ramadan. Sesuaikan dengan kebutuhan, waktu, dan kemampuan diri sendiri. Dan yang paling penting: menjaga niat. Semoga selalu dimudahkan!

    Kalau kamu, apa kegiatan sosial yang kamu lakukan saat Ramadan? Yuk, berbagi cerita di kolom komentar! ✨


    Ditulis guna memenuhi tantangan dari Blogger Perempuan Network,
    BPN Ramadan Blog Challenge 2024
    Continue Reading


    Entah dari mana budaya Lebaran harus mengenakan pakaian baru ini berasal. Namun yang jelas bukan dari lirik "Baju baru alhamdulillah, 'tuk dipakai di Hari Raya", karena kelanjutan liriknya pun berbunyi, "Tak punya pun tak apa-apa, masih ada baju tetangga yang lama". Jadi sebenarnya tak punya pakaian baru pun tak masalah, asal masih punya baju yang pantas dipakai untuk bertemu sanak saudara dan handai tolan.

    Saya pun sebenarnya bukan tim harus beli baju baru saat Lebaran tiba. Memang pada dasarnya sedang meminimalisir jumlah pakaian yang dimiliki, jadi ketika menjelang Lebaran seperti ini tak panik lagi tentang baju yang sedang tren saat Idulfitri ahahaha. Tidak FOMO gitulah istilahnya. Selama masih pantas digunakan dan nyaman, saya pasti pakai. Tidak peduli dengan sindiran, "Kok bajunya itu-itu aja?" ~XD

    Trik demi trik saya lakukan untuk menjaga baju agar tidak menumpuk. Membeli baju sekarang pun cukup banyak pertimbangan yang saya lakukan, yang tak sekadar berkutat di desain saja. Tips ini juga bisa kamu gunakan untuk kamu yang sedang berusaha hidup minimalis namun masih tetap ingin punya baju Lebaran. :D

    1. Temukan " Strong Why" terlebih dulu agar makin yakin dan tak menyesal beli baju


    Menemukan "Strong Why" alias mengapa atau alasan harus beli baju saat Lebaran tiba perlu dilakukan untuk kamu yang minimalis. Atas dasar apa belanja baju, apakah sedang tren ataukah memang dibutuhkan. Apakah hanya lapar mata saja atau "pumpung" ada diskon. Apakah baju lama sudah terlihat usang, sobek di bagian yang sulit dijahit, atau tak pantas lagi dikenakan.

    Memang sedikit ribet di awal. Namun bila alasan kuatnya sudah jelas, akan lebih mudah untuk memilih dan memilah.

    Sedikit cerita, Ramadan ini saya sempat punya keinginan beli tunik. Mempertimbangkan beberapa pakaian saya yang sudah jarang digunakan dan saya pilih 'pensiun'kan, akhirnya ada ruang untuk saya punya baju baru (penjelasan ini akan saya ceritakan di tips berikutnya, heuheu). Namun setelah beberapa hari mempertimbangkan, ternyata keinginan saya belum sekuat itu. Ditambah, budget yang harusnya untuk pakaian saya alihkan ke hal yang lebih mendesak, AHAHAHA.

    Itulah pentingnya untuk menemukan "Strong Why". Pastikan diri jangan sampai goyah, ya!

    2. Pilih baju yang warna, desain, dan modelnya tak lekang oleh waktu


    Ketika ada kesempatan memilih baju Lebaran, sebisa mungkin pilihlah warna-warna netral yang tak habis dimakan usia. Untuk memperpanjang masa pakaian yang dikenakan agar tak mudah bosan. Biasanya warna-warna mencolok yang hanya tren saat itu saja lebih mudah bosan. ~

    Penting juga untuk memilih desain dan model yang dari waktu ke watu tetap nyaman digunakan. Saya sendiri cukup mempertimbangkan hal ini, yang menyebabkan banyak pakaian harian saya jatuh di warna netral yang cenderung gelap, dengan desain-desain polosan tanpa manik maupun motif.

    Kulot warna gelap dan tunik warna netral dengan desain polos adalah dua pasangan pakaian favorit saya, yang mana baru saya aplikasikan ke diri saya sendiri mulai tahun 2021an. Tunik dan kulot jadi tren yang tak lekang oleh waktu, dikenakan di zaman bagaimanapun tak akan bosan. Ada juga tunik yang saya miliki sejak 2016 dan masih awet saya kenakan hingga sekarang. ~XD

    3. Pilih baju dengan bahan yang nyaman digunakan, menyerap keringat, dan tak bikin gerah


    Saya cukup menyesal baru menyadari betapa pemilihan bahan terhadap pakaian itu di atas segalanya daripada hanya sekadar kalap pada model dan desain. Apalagi dengan pertimbangan harga yang murah meriah. Duh, sekarang menyesal banget rasanya. T-----T

    Ternyata ada beberapa bahan pakaian yang tidak membuat nyaman di kulit. Tidak menyerap keringat, membuat panas, hingga menimbulkan bau badan yang mengganggu, yang berujung jadi tak nyaman. Saya baru sadar akan hal ini di tahun 2022, huhuhu. Cukup terlambat T---T

    4. Pilih pakaian yang membuat nyaman beraktivitas dan leluasa untuk bergerak


    Lebaran identik dengan berkeliling ke sana-sini. Pemilihan baju yang memudahkan diri untuk leluasa bergerak menjadi cukup penting untuk dilakukan. Saya pribadi lebih suka tunik - kulot, dengan pertimbangan mobilisasi saya cukup banyak, namun tetap sopan dan rapi.

    Sesuaikan dengan diri sendiri, ya! 🙌

    5. Tetap sesuaikan budget dan jangan kalap!


    Yang paling penting adalah tetap memilih pakaian yang sesuai budget dan kebutuhan. Jangan hanya karena lapar mata, tetiba langsung kalap, wkwkkw. Pengingat untuk saya juga. ~XD

    --------------------------------------------------------------------------

    Itulah beberapa tips memilih baju Lebaran untuk Si Minimalis. Semoga dapat terbantu, ya!

    Ditulis guna memenuhi tantangan dari Blogger Perempuan Network,
    BPN Ramadan Blog Challenge 2024.
    Continue Reading


    Ramadan menjadi bulan menyenangkan dan penuh perayaan akan hal-hal baik. Banyak orang berlomba-lomba meraih kebaikan, menciptakan berbagai kegiatan positif yang bermanfaat dan bermakna bagi sesama, mendulang pahala dengan semata-mata mencari ridha dari Allah.

    Ngobrolin tentang tradisi Ramadan, saya hampir tidak menemukan satu yang khas, karena saya pikir seantero Nusantara standarnya ya sama saja. Hingga akhirnya saya teringat bahwasanya ada tradisi Ramadan yang bernama Maleman, yang masih rutin dilakukan saat Ramadan di kampung halaman Bapak saya.


    Maleman, Tradisi Berbagi Makanan di Bulan Ramadan


    Tradisi Maleman ini baru saya ketahui sejak beberapa tahun lalu, saat saya ada agenda berbuka puasa bersama keluarga Bapak di kampung halaman beliau. Saat itu, saya putuskan untuk salat tarawih sekalian di sana, setelah itu barulah saya pulang ke rumah. Iya, rumah kampung halaman Bapak masih terhitung cukup dekat bila dari rumah, hanya menempuh waktu 20-30 menit motoran ke sana. ~XD

    Sebelum salat tarawih, Budhe saya menyiapkan nasi dan lauk pauk yang dijadikan satu dalam wadah yang bernama marangan atau besek, kemudian dibawalah ke musala dekat rumah. Saya yang belum tahu apa pun saat itu hanya mengekor saja. Ikut salah tarawih seperti biasa, lalu doa bersama jemaah yang ada di sana.

    Nah, setelah berdoa inilah baru tradisi Maleman ini dilakukan. Jadi, tradisi Maleman ini merupakan tradisi berbagi lauk-pauk dan perbanyak doa di malam-malam ganjil 10 hari terakhir di bulan Ramadan. Yaps, tradisi Maleman ini dimulai malam ke-21 hingga malam ke-29. Saya yang baru pertama kali tahu tradisi Maleman langsung bertanya ke Budhe, apakah ada alasan khusus di baik tradisi ini?

    Merayakan Lailatul Qadar Melalui Tradisi Maleman


    Budhe lalu bercerita bila tradisi Maleman ini sudah dilakukan secara turun-temurun. Beliau bercerita tradisi berbagi makanan bersama jemaah ini dilakukan untuk merayakan malam Lailatul Qadar yang hadir di malam-malam ganjil 10 hari terakhir Ramadan.

    Seperti yang diketahui bersama, bahwa malam Lailatul Qadar ini malam yang kebaikannya lebih baik dari 1000 bulan. Di mana di malam-malam tersebut banyak orang berlomba-lomba menjalani banyak kebaikan demi mendulang banyak pahala untuk meraih ridhaNya. Meski hanya Allah yang mengetahui kapan tepatnya malam Lailatul Qadar, sebagai hamba yang berproses untuk taat, tetap melakukan banyak hal baik di malam-malam ganjil 10 hari terakhir.

    Tradisi Maleman menjadi salah satu sarana untuk merayakan Lailatul Qadar. Sebagai wujud rasa bahagia dan rasa syukur, masih diberi umur untuk bertemu Ramadan dan kembali menjalani puasa di tahun ini hingga 10 hari terakhir. Merayakan bersama dengan jemaah yang juga sama-sama belajar untuk istiqomah dan taat di 10 hari terakhir Ramadan, dengan godaan duniawi yang begitu banyak.

    Saya telisik lebih jauh lagi, ternyata makanan memang jadi perekat dan salah satu wujud kebahagiaan, ya? Makanya saya suka makan, wkwkwkw ~XD (enggak ada hubungannya, Dhir. Elaah~)

    Tradisi Maleman Sebagai Sarana Mempererat Silaturahmi dan Keakraban


    Tradisi Maleman ini juga jadi sarana silaturahmi antarwarga, lo! Saya jadi ikut mengenal warga di lingkungan kampung halaman Bapak, yang mana beliau semua hanya tahu bila Bapak saya punya 3 orang anak namun belum tahu wujud anaknya saat sudah dewasa seperti apa AHAHAHAHA. Balada saya sudah jarang main ke kampung halaman Bapak karena kesibukan, huhuhu.

    Berbagi seperti ini juga melatih empati diri sendiri. Belajar untuk bersyukur atas karunia dariNya, masih bisa makan tanpa kesusahan beli beras dan lauk. Semoga rasa syukurnya masih tetap terjaga baik! ✨

    ------------------------------------------------------------------------------------

    Kalau di tempatmu, tradisi apa yang ada saat Ramadan tiba? Sila bercerita di kolom komentar, yaaa! 🙌

    Ditulis guna memenuhi tantangan dari Blogger Perempuan Network,
    BPN Ramadan Blog Challenge 2024.
    Continue Reading


    Memakai skincare secara rutin di bulan Ramadan, apalagi sudah menjelang usia 30 tahun ini hukumnya wajib dilakukan. Bahkan di luar bulan Ramadan pun, skincare tetap harus digunakan agar wajah tetap terawat dan tak mengalami penuaan dini. Bukankah wajah terlihat awet muda adalah impian banyak perempuan pengguna skincare? Hihihi~

    Saya sendiri baru kenal yang namanya skincare mulai tahun 2017/2018an, di saat banyak beauty influencer mulai gencar mengenalkan skincare. Agak telat memang, mengingat saya baru kenal skincare saat lulus kuliah, di mana kuliah saya saat itu di Surabaya, kota yang panasnya cukup membuat nyebut, HAHAHAHA. Kok bisa-bisanya saya bertahan tak pakai skincare di sanaaaa? Salah satu hal yang cukup saya sesali dalam hidup. T----T

    Setelah kenal skincare, saya langsung gencar memilih dan mencoba produk ini itu, hingga sekarang ada di titik tak ingin coba banyak-banyak lagi, karena sudah mulai paham apa yang dibutuhkan oleh kulit. Prosesnya bertahun-tahun, bahkan hingga sekarang masih coba belajar mengenal tipe kulit sendiri, yang mana tipe kulit saya adalah normal, namun di beberapa waktu ada beberapa jerawat muncul akibat hormon dan saat tak rajin skincare-an. Huhuu. ~

    Sekian tahun ber-skincare ria, akhirnya saya menemukan tiga hal penting dalam menjalani ritual skincare: cleansing - moisturizing - protecting. Ketiga hal inilah yang menjadi panduan saya dalam memilih skincare. Baru di usia 25++ tahun, saya menambah satu komponen penting lagi terkait skincare: exfoliating. Yes, cleansing - exfoliating - moisturizing - protecting.

    Berikut adalah skincare rutin Ramadan yang bisa digunakan untuk usia menjelang 30 tahun:

    1. Milk cleanser atau micellar water, tahap pertama membersihkan wajah (cleansing).


    Beberapa tahun belakangan, saya baru mengetahui bahwasanya membersihkan wajah itu terdiri dari dua langkah. Langkah pertama dengan menggunakan milk cleanser atau micellar water, disesuaikan dengan kebutuhan.

    Mengapa harus dua langkah? Karena membersihkan wajah hanya menggunakan facial wash saja, akan terasa kurang. Kotoran di wajah tak bisa terangkat secara maksimal. Saya sudah pernah membuktikan bagaimana perbedaan bila membersihkan wajah hanya satu langkah saja. Ternyata memang lebih bersih bila diawali dengan milk cleanser atau micellar water dulu. ~XD

    2. Facial wash, tahap kedua membersihkan wajah (cleansing).


    Sabun cuci muka atau facial wash digunakan setelah wajah selesai dibersihkan menggunakan micellar water atau milk cleanser. Sebagai tahap akhir dari cleansing, untuk mengangkat residu yang ada di wajah.

    Wajah terlihat lebih bersih dan cerah dari biasanya. ~XD

    3. Exfoliating, untuk mengangkat sel kulit mati.


    Beberapa tahun belakangan ini saya baru tahu, bila selain cleansing, exfoliating juga penting dilakukan untuk mengangkat sel-sel kulit mati yang ada di wajah. Sel kulit mati tidak cukup bila diangkat melalui facial wash maupun micellar water saja, namun ada toner atau serum khusus untuk mengangkat sel kulit mati yang tidak ada di permukaan.

    Sel-sel kulit mati bila tak diangkat akan menumpuk di dalam kulit dan membuat wajah teelihat kusam. Oleh sebab itulah dalam daftar skincare wajib yang digunakan, saya masukkan produk exfoliating. Bisa dengan toner atau serum, tergantung kebutuhan. :D

    4. Moisturizer, pelembap wajah untuk hidrasi kulit.


    Selain kebersihan, wajah harus dijaga agar tetap lembap dan tidak kering. Salah satu cara untuk menjaga kelembapan wajah bisa dengan menggunakan moisturizer.

    Penggunaan moisturizer biasanya dilakukan setelah penggunaan cleanser dan produk-produk exfoliate. Selain menjaga kelembapan, moisturizer juga dapat membuat kulit terasa lebih cerah, segar, juga lebih sehat, lo! Flek hitam dan bekas jerawat juga dapat tersamarkan. :D

    5. Sunscreen, untuk melindungi wajah dari sinar UV.


    Semua pemakaian skincare akan terasa tak berguna bila tak diakhiri dengan penggunaan sunscreen. Penggunaan skincare yang satu ini justru yang paling penting, karena berguna untuk melindungi wajah dari paparan sinar matahari yang berlebihan, yang tak baik untuk tubuh.

    Pengunaan sunscreen bisa dipilih sesuai dengan kebutuhan kulit, mulai 30 SPF, 45 SPF, hingga 50 SPF. Sunscreen juga bisa membantu mencerahkan kulit dan membuat kulit tidak 'belang', loo! ~~XD

    Untuk produk-produk skincare yang bisa digunakan, pilihlah produk yang memang kandungannya mencakup semua yang dibutuhkan oleh kulit berdasarkan penjelasan di atas. Salah satu rekomendasi produk yang bisa digunakan ialah produk dari Theraskin, di mana produk ini sudah lolos BPOM, aman, dan halal digunakan.

    Theraskin, Kosmetik Bersertifikasi Halal yang Aman dan Teruji BPOM


    Theraskin merupakan brand pilihan pakar dermatologi sejak 2011, yang dikembangkan sebagai medical skincare untuk memenuhi kebutuhan skincare di klinik dokter dan apotek di berbagai penjuru Indonesia.

    Hal yang menarik dari Theraskin adalah, produk ini menawarkan rangkaian produk skincare dan body care yang efektif, aman, dan juga halal dengan harga terjangkau. Wow, sesuai impian banget, kan?

    Rangkaian produk Theraskin tersedia sesuai dengan jenis kulit, lo. Mulai dari ragam kulit berminyak dan berjerawat, kulit kusam dan flek, menua, hingga jenis kulit kering dan sensitif. Semakin tepat pilihan, produk skincare yang bekerja akan semakin maksimal. :D

    Dapatkan produk-produk Theraskin ini di toko kosmetik yang ada di kotamu dan melalui official shop Theraskin, yaa!

    ------------------------------------------------------------------------------------

    Menjaga kulit agar tetap sehat di bulan Ramadan adalah hal yang penting, sebagai wujud syukur akan pemberian dari Tuhan. Apalagi di usia menjelang 30 tahun, yang mulai mengalami penuaan dini.

    Jangan lupa untuk terus pastikan produk skincare yang dipilih adalah produk yang bersertifikasi halal, teregistrasi BPOM, dan aman digunakan seperti Theraskin, ya!


    Ditulis guna memenuhi tantangan dari Blogger Perempuan Network,
    BPN Ramadan Blog Challenge 2024.




    Sumber: https://theraskin.co.id/







    Continue Reading


    Ramadan menjadi salah satu bulan favorit yang saya nantikan sepanjang tahun, karena jadi salah satu momentum baru untuk berbuat banyak kebaikan dan berbenah diri ke arah yang lebih baik. Sebab di bulan inilah pahala banyak dilipatgandakan. Yah, meski sebenarnya tak harus menunggu Ramadan dulu untuk berubah sih ya ahahahaha. Dasar Andhira! ~XD

    Berbicara tentang momen Ramadan tak terlupakan, memori saya selalu kembali ke masa kanak-kanak saat menjalani Ramadan untuk pertama kali. Saya ingat bagaimana euforia Ramadan itu meletup-letup di hati saya tatkala memasuki waktu tarawih hari pertama. Kala itu saya bersemangat sekali pergi ke musala dekat rumah, mengikuti salat tarawih sebanyak 23 rakaat. Lalu malam harinya memasang jam beker untuk bangun pukul 3 pagi menjalani sahur.

    Menonton Acara-acara Sahur di Televisi: Stasiun Ramadan, Opera Van Java Sahur, Yuk Kita Sahur


    Saya masih ingat betul sahur menjadi salah satu waktu favorit saya kala SD, karena banyak acara televisi yang menarik untuk ditonton. Beberapa di antaranya adalah Stasiun Ramadan, Opera Van Java Sahur, dan Yuk kita Sahur

    Acara televisi yang berada di RCTI ini jadi alasan saya untuk semangat bangun sahur, meski di satu waktu ada masa susah melek wakakakaka. Saya masih ingat bagaimana nada pembuka Stasiun Ramadhan ini, yang selalu terngiang di telinga saya. Banyolan khas Eko Patrio dan Ulfa Dwiyanti yang sukses mengocok perut saya kala itu. Ada pula Parto, Tukul Arwana, juga bintang tamu yang setiap harinya berbeda, menambah kelucuan dari acara Ramadan ini. ~XD

    Paling ingat ada lirik lagu terkenal pada masa itu, lagu dari Matta Band, Ketahuan, yang diubah oleh Tessy,
    "Aku tahuu, kamu ketahuaann~~~"
     Lirik lagu itu diubah pula oleh Eko Patrio yang dibumbui rasa humor, "O o, kamu ketuaan!" ~XD
    Jadi inspirasi saya untuk nyanyi dengan lirik yang diplesetkan, hahahaha.

    Masuk sekolah menengah pertama, tontonan saya bertambah di Opera Van Java Sahur. Acara sahur bawaan Trans 7 ini juga jadi salah satu tontonan selain Stasiun Ramadhan, jadi berselang-seling menontonnya. Parto, Sule, Andre Taulany yang humornya juga membuat saya tertawa terbahak-bahak di usia itu. 

    Di tahun 2013 saya masih menonton televisi. Sahur di tahun ini saya masih ingat betul dengan salah satu acara sahur yang berada di saluran televisi Trans TV, Yuk Kita Sahur. Acara yang dipopulerkan oleh Raffi Ahmad dan alm. Olga Syahputra ini juga turut mewarnai sahur Ramadan kala itu. 

    Duh, jadi nostalgia. Sahur saya jadi makin semangat dan berwarna! :"))

    Tadarus Al Quran Bersama Kawan di Musala: Makin Rajin, Makin Banyak Dapat THR


    Momen tak terlupakan lainnya saat Ramadan tiba ialah tadarus yang selalu diadakan sore hari di musala dekat rumah. Saya sering kali datang telat, karena mentang-mentang musala dekat rumah ahahahaha. Jadi datangnya ketika semua sudah hampir baca Quran, baru setelah itu giliran saya. Sebenarnya lebih ke malas antre saja sih, wkwkwkw. Sudah malas antre sejak dini. ~XD

    Tadarus di musala/langgar ini jadi kenangan tersendiri, karena saat itulah untuk pertama kalinya saya belajar percaya diri untuk mengaji dengan pengeras suara. Awalnya tentu deg-degan, apalagi suara akan didengar seantero RT, yang bila bacaannya terbata-bata, keliru, atau tidak pas tajwidnya akan terasa malu ahahaha. Namun pada akhirnya dari sana jadi sarana belajar saya untuk terus memperbaiki diri. :D

    Ada tahun di mana pada waktu itu ada donatur yang baik hati, di mana beliau mengatakan bahwasanya akan memberi THR pada kami semua yang mengaji, sesuai dengan banyaknya hari kedatangan. Pada saat itu per harinya kami akan dapat 1000rupiah, yang akan diambil saat hari raya. Sejak itulah saya rajin mengaji, agar dapat sangu yang banyak, ahahaha. Lumayan, 'kan, kalau 30 hari dapat 30ribu? Apalagi saat itu saya masih SD, yang mana uang tersebut sudah terbilang cukup banyak. :"D

    Sekarang sudah tidak tadarus di musala lagi, melainkan di rumah sendiri. Masanya sudah berbeda, hahaha. Namun kenangannya masih terus melekat di hati, sampai nanti.

    Mengisi Jurnal Ramadan dari Sekolah: Makin Banyak yang Diisi, Ada Rasa Kebanggaan Tersendiri


    Bulan Ramadan identik dengan mengisi jurnal Ramadan yang dibagikan oleh sekolah. Saya lupa tepatnya kapan dapat jurnal Ramadan ini, mungkin saat duduk di kelas 3 SD. Masih belum tahu apa saja yang harus diisi, masih belum paham betul.

    Seiring berjalannya waktu, semakin memahami apa saja yang harus dikerjakan di jurnal Ramadan itu. Setiap harinya bersemangat untuk mencentang semua kegiatan yang harus dilakukan, mulai dari salat fardu, tadarus, tarawih, juga mengisi ceramah. Semakin banyak terisi, rasanya semakin bangga, ahahahaha. ~XD

    Ngomong-ngomong tentang jurnal Ramadan, saya jadi teringat tahun 2023 kemarin sempat iseng beli jurnal Ramadan ala anak SD yang jadul pakai kertas HVS buram dan sampulnya yang khas gambar masjid, sebagai sarana nostalgia plus ingin Ramadan tahun itu sedikit berwarna. Saya isi jurnal tersebut dan minta tanda tangan ke imam tarawih musala saya (yang masih sama sejak saya SD) setelah salat. Beliau langsung tertawa terbahak-bahak melihat kelakuan 'ajaib' saya yang satu ini. Lha gimana, usia udah 25++ kok ya masih minta tanda tangan kayak anak SD. ~XD


    Iseng banget minta tanda tangan imam tahun kemarin, ahahaha XD


    -----------------------------------------------------------------

    Sebenarnya masih cukup banyak momen Ramadan yang tak bisa saya lupakan, apalagi di masa SD. Masih jadi anak polos, rajin beribadah (meski harus ada
    iming-imingnya
    wkwkwk), takut bila 'bolong' puasa, tadarus, dan tarawih, juga masih banyak hal lain. Semoga rasa semangat itu terus membara (hufftttt, tumbuh dewasa kenapa semangatnya enggak kayak dulu, sih?)! :"))

    -----------------------------------------------------------------

    Kalau kamu, apa momen Ramadan tak terlupakan versimu? Ceritakan di kolom komentar, yaa!


    Ditulis guna memenuhi tantangan dari Blogger Perempuan Network,
    BPN Ramadan Blog Challenge 2024.

    Continue Reading


    Ngabuburit menjadi hal yang dinantikan saat Ramadan, karena sudah mendekati jam berbuka setelah sekian jam lamanya berpuasa. Namun di sisi lain juga menjadi waktu gabut yang terbuang sia-sia, karena justru saking banyaknya hal yang ingin dilakukan, jadi tak melakukan apa-apa gegara bingung mau melakukan hal yang mana dulu. ~XD

    Saya sendiri cukup senang bila masuk waktu ngabuburit tanpa acara padat, karena waktu inilah saya bisa menikmati waktu saya sendiri, hahaha. Akhir-akhir ini kerjaan cukup padat merayap dari pagi hingga malam, sampai harus punya jadwal dan disiplin dengan jadwal yang telah dibuat agar semua tanggung jawab tetap terselesaikan satu per satu. Senang karena tak banyak waktu terbuang, namun di satu waktu ada sedihnya juga melihat tak banyak waktu luang untuk diri sendiri. Tapi enggak papa, tetap disyukuri atas apa yang telah ada. :D

    Lho, kok jadi curcol.... awoakwoakwo. Enggak papa, ya? Namanya saja blog pribadi. Banyak curcolnya ya wajar dong ya. Apalagi sudah mulai jarang nulis di sini, jadi sambil ngelemesin tangan yang sedikit kaku. Awoakowk (muke lu alesan aja, Dhir!) ~XD

    Seperti yang saya tulis di atas, ngabuburit jadi waktu yang menyenangkan, juga bisa jadi waktu yang membingungkan. Menyenangkan bila sudah punya rencana pasti kegiatan yang akan dilakukan. Akan terasa membingungkan, bila belum tahu atau malah terlalu banyak rencana yang berakhir wacana.

    Di bawah ini akan saya tuliskan beberapa ide kegiatan yang bisa dilakukan saat ngabuburit. Meminimalisir scroll scroll medsos dan dijamin kegiatannya berfaedah, hahahaha. Tentu saja ini berangkat dari pengalaman pribadi, meski saya hanya melakukannya saat ada waktu, huhuhu :"")))) (balada sepanjang hari isinya kerja-kerja-kerja terussssss).

    1. Tadarus


    Bukan jadi sok alim atau apa. Tadarus jadi kegiatan bermanfaat yang bisa dilakukan saat ngabuburit, apalagi waktu Ramadan tiba. Selain menambah pahala, tadarus jadi sarana untuk kembali berinteraksi dengan Al Quran dan belajar untuk mengenalnya lebih dalam.

    Saya masih belajar untuk mengenal Al Quran, karena semakin dewasa dan semakin paham, ternyata saya masih belum mengenal-mengenal banget. Padahal interaksi dengan Al Quran sejak SD, namun nyatanya harus rutin memelajari karena banyak sekali yang harus dipahami ulang agar tak salah tafsir.

    Kuy, adakan waktu untuk tadarus, agar diri dan hati semakin dilembutkan! (Saya pun masih belajar akan ini :")))

    2. Baca Buku


    Dewasa ini attention span semakin memendek, hingga rasanya membaca buku mulai tak senikmat dulu. Saat duduk di bangku sekolah, rasanya saya bisa menghabiskan waktu seharian penuh dengan buku-buku alias membacanya hingga habis. Namun sekarang, untuk mengadakan waktu baca buku 5 lembar saja sulitnya minta ampun, huhuhu.

    Saya telusuri kembali apa penyebab fenomena attention span dapat memendek. Ternyata salah satunya adalah pengaruh gawai dan media sosial yang makin beragam jenisnya. Tampilan video pendek padat informasi (yang entah benar atau salah) semakin memperparah attention span yang dimiliki.

    Saya sedang proses mengembalikan attention span yang memendek ini, salah satunya belajar kembali bersandingan dengan buku-buku. Mencoba kembali berkenalan dan interaksi dengan buku lama maupun buku yang belum pernah dibaca sama sekali.

    Memang tak bisa secepat itu perpindahan kebiasaannya, karena sudah bercokol selama bertahun-tahun. Sulit tidak berarti tak bisa, 'kan?

    3. Menulis di Media Sosial dan Blog


    Ide kegiatan lain yang bisa dilakukan saat mengisi waktu ngebuburit adalah menulis. Entah menulis di media sosial, blog, maupun platform lain. Menulis jurnal pun dapat dilakukan untuk mengisi waktu agar tak terbuang sia-sia dan menjadi hamba yang merugi. ~XD

    Menulis jadi salah satu kegiatan yang kembali saya rutinkan untuk mengembalikan attention span saya yang mulai banyak terdistraksi dengan media sosial. Meski menulisnya lewat ponsel (bahkan menulis tulisan ini pun), saya berusaha untuk tidak tergoda membuka media sosial. Yah, meski ini rasanya sulit sekali, WAKAKAKA. NANGIS. T---------T

    Banyak hal yang bisa ditulis saat Ramadan. Justru biasanya Ramadan jadi momentum menulis banyak pengalaman dan refleksi diri selama sebulan ke depan. Sering kali saya menemukan penulis yang menuliskan untaian hikmah di bulan Ramadan dan merangkainya dengan apik di media sosial maupun blog. Saya pun menulis kembali di sini juga karena adanya tantangan dari Blogger Perempuan yang rutin diadakan saat Ramadan. Dua tahun saya membolos, tahun ini sedang belajar menulis lagi. Semoga bisa menyelesaikan tantangan yang diberikan. ~XD

    4. Menonton Film, Menonton Video Kajian Bermanfaat dan Inspiratif


    Menonton jadi kegiatan yang bisa dilakukan untuk mengisi waktu mengabuburit, namun saya sendiri cukup berat dalam menjalaninya. 

    Entah mengapa, dari dulu saya paling lemah bila diminta menonton dengan jangka waktu yang lama, namun sangat betah bila diminta untuk membaca. Sebab itulah media sosial yang saya punya kebanyakan berbasis tulisan daripada gambar maupun video, seperti X (Twitter), Tumblr, dan blog. Instagram pun saya cari akun dengan basis storytelling, jadi akun tersebut lebih banyak cerita yang bisa saya baca. :D

    Tontonan yang bisa dilihat tentu saja tontonan positif yang banyak memberi sudut pandang dan inspirasi baru dalam menjalani hidup. Sesekali bisa menonton film sebagai selingan juga. Bebas, yang penting tak membuang waktu sia-sia dan percuma. ~XD

    5. Berkunjung ke Bazar Takjil Ramadan


    Bila empat kegiatan di atas tak berkenan dilakukan, bisa juga mengisi waktu ngabuburit ini untuk keluar rumah alias jalan-jalan sore.

    Hampir setiap kota di Indonesia saat Ramadan tiba sering kali diramaikan dengan Bazar Takjil Ramadan. Pedagang kaki lima penjual makanan dan minuman berkumpul di satu tempat untuk menjajakan produknya pada masyarakat selama bulan Ramadan berlangsung.

    Di kota saya sendiri, Bazar Ramadan selalu ramai saat waktu ngabuburit tiba. Masyarakat keluar rumah mencari camilan maupun lauk untuk berbuka. Saya sendiri kebetulan dapat amanah bersama teman-teman karang taruna dalam mengoperasikan bazar takjil di salah satu titik bazar takjil di kota saya. Setiap sore cukup ramai bila cuaca mendukung. ~XD

    Silakan kunjungi bazar takjil Ramadan yang ada di kotamu! Eits, hati-hati, jangan sampai kalap, yaaa! ~XD

    -----------------------------------------------------------------------------------

    Itulah lima kegiatan yang bisa dilakukan untuk mengisi waktu ngabuburit saat Ramadan. Semoga bermanfaat, ya!

    Kalau kamu, apa kegiatan yang biasa kamu lakukan saat ngabuburit? Tulis ceritamu di kolom komentar, ya!

    -----------------------------------------------------------------------------------

    Ditulis guna memenuhi tantangan dari Blogger Perempuan Network,
    BPN Ramadan Blog Challenge 2024.

    Continue Reading

    Satu hal yang ditunggu-tunggu saat Ramadan tiba adalah adanya takjil yang hadir setelah berpuasa seharian. Takjil pun beragam bentuknya, ada yang manis, gurih, hingga pedas. Namun dari semua takjil yang ada, tetap yang manis dan segar yang jadi pemenangnya. ~XD

    Ngobrolin tentang takjil, belakangan ini cerita lucu 'perang' takjil kian santer beredar. Adanya perang antara kaum muslim dan non muslim dalam mencari takjil di bazar Ramadan cukup seru untuk diikuti. Kaum non muslim yang bahkan sampai bela-belain menghafal Rukun Islam, Rukun Iman, dan memakai jilbab, menjadi hiburan tersendiri yang mengocok perut. Kok bisa sebegitu hebohnya perkara pertakjilan ini, ahahaha.

    Saya hanya jadi penonton saja, tidak ikutan borong takjil atau marah-marah dengan non muslim ini. Justru membuat Ramadan tahun ini semakin berwarna dan terasa asyik. ~XD

    Takjil sendiri bagi saya hanya sekadar pembatal puasa saja. Tidak terlalu menggebu-gebu harus cari takjil seperti A, B, C. Tidak melulu makanan atau minuman yang manis. Bahkan sekadar air putih pun rasanya sudah cukup bagi saya pribadi. Beberapa tahun belakangan memang berusaha membiasakan diri untuk tak banyak konsumsi manis, apalagi saat Ramadan ini. Kecuali memang dapat undangan dan diberi suguhan manis untuk berbuka. Sebagai bentuk dari menghargai pemberi, hihi.

    Beberapa takjil di bawah ini adalah favorit saya bila diminta memilih. Bukan sok jadi sehat, tapi memang sedang berupaya ke arah sana meski masih tergoda untuk beli takjil gorengan, ahahahaha. ~XD


    1. Buah Kurma

    Meski sempat tidak tertarik di awal, namun setelah saya coba, termyata justru kurma penyelamat saya dari kelaparan yang melanda. Hanya memakan beberapa butir saja perut terasa kenyang. ~XD

    Zaman kuliah di Surabaya beberapa tahun lalu ada masanya waktu Ramadan tiba pergi ke Ampel untuk belanja kurma, kemudian jadikan kurma itu santapan takjil selama beberapa hari ke depan. Perut sudah aman sekali. Balada anak kos yang apa-apa harus hemat, ahahahaha. ~XD

    Sekarang jadi doyan makan kurma, meski hanya beberapa jenis kurma tertentu. Kurma yang basah dan lembut (apa ya namanya? Saya tidak terlalu paham huhuhu) adalah kurma favorit saya. Bisa kalap beberapa butir kurma. ~XD

    2. Buah Melon

    Buah melon jadi buah favorit untuk menu takjil, karena rasanya yang segar dan manisnya enggak berlebihan. Selain lebih sehat, karena kebutuhan seratnya diperlukan tubuh, menu buah ini kaya akan kandungan air, yang membuat tenggorokan terasa segar.

    3. Buah Semangka

    Sama seperti melon, menu semangka ini juga jadi menu favorit untuk takjil, karena kandungan airnya yang cukup banyak mampu menuntaskan rasa dahaga selama seharian berpuasa. Selain praktis, menu buah-buahan ini juga terasa lebih menyehatkan.

    Sekarang ini cukup jarang menemui buah-buahan sebaagai menu takjil berbuka puasa, rata-rata  sudah dalam bentuk minuman atau makanan. Padahal menu seperti ini justru malah membuat badan lebih sehat daripada gorengan.

    Yah, meski saya juga kalau disuguhi menu gorengan saat berbuka masih saya makan, sih. Hihihi. Eman-eman, soalnya.

    4. Air Putih

    Banyak yang mengira bila berbuka hanya menggunakan air putih pertanda bukan orang berada alias tak memiliki uang untuk cari takjil. Padahal bisa jadi memang ingin mengubah gaya hidup mengurangi asupan manis dari minuman. Salah satunya saya sendiri AHAHAHAHAHAH. T----T

    Memang agak sulit, apalagi di tengah undangan buka bersama yang langsung dapat takjil minuman manis. Harus tahu diri dan bisa mengontrol diri agar tidak kalap dan minum berlebihan. ~XD

    -----------------------------------------------------------------------------------

    Itulah empat takjil menyehatkan tubuh yang bisa kamu nikmati tanpa takut tubuh akan bertambah berat badannya. Semoga bermanfaat, ya!

    Kalau kamu, apa menu takjil favoritmu? Tulis ceritamu di kolom komentar, ya!

    -----------------------------------------------------------------------------------

    Ditulis guna memenuhi tantangan dari Blogger Perempuan Network,
    BPN Ramadan Blog Challenge 2024.
    Continue Reading
    Older
    Stories

    Holla!

    Untitled-design-2

    Saya Andhira A. Mudzalifa, seorang perempuan biasa di balik semua postingan di blog ini yang suka bercerita, makan, dan jalan-jalan.

    Menyibukkan diri di Aderation Project dan Kirana Creative .

    Untuk menyapa lebih lanjut, bisa menghubungi lewat surel di andhira(dot)dee(at)gmail(dot)com

    Terima kasih telah mampir ke tempat di mana saya menuangkan segala cerita! Selamat membaca dan menikmati :)

    Temukan Saya Di

    • facebook
    • instagram
    • twitter

    Teman-teman

    Label

    #AyoNulis #BPNRAMADAN2024 #BPNRamadan2020 #BPNRamadan2021 #CatatanDuaEmpat #DiRumahAja Aderation Project Beauty Bodycare Cooking Crafting DIY Informasi Jelajah Blitar Journey Jurnal Tahunan Kafe Kuliner Life Lovely Place Makeup Pantai Blitar Rekomendasi Review Scarlett Smartfren Thoughts Tips Travelling Vaksinasi Writing Challenge cerita jalan-jalan

    Arsip Blog

    • ▼  2024 (17)
      • ▼  November 2024 (1)
        • Kenal Lebih Dekat dengan SoFresh: Sabun Cuci Pirin...
      • ►  Oktober 2024 (1)
      • ►  April 2024 (6)
      • ►  Maret 2024 (9)
    • ►  2023 (3)
      • ►  Juni 2023 (1)
      • ►  Februari 2023 (1)
      • ►  Januari 2023 (1)
    • ►  2022 (3)
      • ►  Maret 2022 (1)
      • ►  Februari 2022 (1)
      • ►  Januari 2022 (1)
    • ►  2021 (51)
      • ►  Desember 2021 (2)
      • ►  November 2021 (1)
      • ►  Oktober 2021 (1)
      • ►  September 2021 (1)
      • ►  Agustus 2021 (3)
      • ►  Juli 2021 (1)
      • ►  Juni 2021 (1)
      • ►  Mei 2021 (17)
      • ►  April 2021 (17)
      • ►  Maret 2021 (4)
      • ►  Februari 2021 (2)
      • ►  Januari 2021 (1)
    • ►  2020 (55)
      • ►  Desember 2020 (1)
      • ►  November 2020 (2)
      • ►  Oktober 2020 (2)
      • ►  September 2020 (4)
      • ►  Juli 2020 (4)
      • ►  Juni 2020 (4)
      • ►  Mei 2020 (22)
      • ►  April 2020 (11)
      • ►  Maret 2020 (1)
      • ►  Februari 2020 (1)
      • ►  Januari 2020 (3)
    • ►  2019 (48)
      • ►  Desember 2019 (3)
      • ►  November 2019 (1)
      • ►  Oktober 2019 (3)
      • ►  September 2019 (5)
      • ►  Agustus 2019 (3)
      • ►  Juli 2019 (2)
      • ►  Juni 2019 (1)
      • ►  Mei 2019 (6)
      • ►  April 2019 (3)
      • ►  Maret 2019 (9)
      • ►  Februari 2019 (11)
      • ►  Januari 2019 (1)
    • ►  2018 (10)
      • ►  Desember 2018 (1)
      • ►  Oktober 2018 (3)
      • ►  September 2018 (2)
      • ►  Mei 2018 (3)
      • ►  April 2018 (1)
    • ►  2017 (9)
      • ►  November 2017 (1)
      • ►  Oktober 2017 (1)
      • ►  Juli 2017 (1)
      • ►  Mei 2017 (1)
      • ►  April 2017 (1)
      • ►  Maret 2017 (2)
      • ►  Februari 2017 (1)
      • ►  Januari 2017 (1)
    • ►  2016 (16)
      • ►  Desember 2016 (3)
      • ►  November 2016 (2)
      • ►  Oktober 2016 (2)
      • ►  Agustus 2016 (2)
      • ►  Juli 2016 (2)
      • ►  Juni 2016 (1)
      • ►  Januari 2016 (4)
    • ►  2015 (4)
      • ►  Maret 2015 (1)
      • ►  Februari 2015 (3)
    • ►  2011 (1)
      • ►  Juli 2011 (1)

    Popular Posts

    • Usia Kepala Dua?
    • Sebuah Cerpen: Tentang Mengikhlaskan
    • A Flashback to Senior High School: Kangen!

    Saya Bagian Dari

    Logo-Blogger-Perempuan-Network-round-7

    Aderation Project

    Untitled-design-20240826-113829-0000
    Facebook Instagram Pinterest Tumblr Twitter

    Created with by BeautyTemplates

    Back to top