FaceBook Instagram TikTok Twitter

andhirarum

    • Home
    • Tentang Andhira
    • Product
    • _aderation project
    • _Kirana Creative

     

    Menginjak hari kedelapan, rasanya cukup kaget. Ternyata puasa sudah lewat satu minggu. Cepat sekali! Perasaan baru kemarin ini sidang isbat, lha kok sudah masuk delapan hari saja, huhu. Ini menandakan bahwa tantangan menulis dari Blogger Perempuan sudah menginjak minggu kedua (dan saya masih bertahan untuk ikut tantangan menulisnya! Hahaha). Semoga konsisten untuk menulis setiap hari ~XD

    Tema untuk hari kedelapan ini adalah top 5 tempat liburan favorit. Kebetulan sekali ingin menulis tentang ini, yang mana sebenarnya hanya sekadar menjadi catatan bagi saya pribadi. Eh lha kok ternyata menjadi tema menulis dari Blogger Perempuan, haha. Pas sekali :D

    Hampir semua orang pasti butuh yang namanya liburan. Entah itu untuk sekadar menghilangkan penat, istirahat dari rutinitas, atau mencari inspirasi baru, selalu ada hari di mana butuh untuk liburan. Begitu pula dengan saya sendiri. Tak jarang saya sering mengambil jeda untuk liburan di saat hari-hari saya sudah penat. Tempat liburan yang saya pilih pun tidak terlalu jauh dari rumah, paling lama ditempuh dengan waktu 1,5 jam. Apa saja kira-kira?


    1. Pantai

    Tempat liburan yang satu ini tidak pernah absen saya masukkan ke dalam top 5 tempat liburan favorit saya. Selain memang tempat tinggal saya dekat dengan pantai (meski ditempuh dengan waktu 1 jam), pantai adalah tempat nyaman saya untuk menikmati alam. Debur airnya menenangkan, bisa duduk di pasir dan plonga-plongo tanpa harus melakukan apa-apa. Cukup dengan diam, saya menemukan ketenangan dan kenyamanan. Pun juga saya paling betah apabila makan masakan ikan asap di pantai, yang mana saya belum tentu doyan kalau tidak sedang berada di pantai, haha.


    2. Kebun Teh

    Hal menyenangkan dari tempat tinggal saya sekarang ini adalah juga cukup dekat dengan perkebunan teh, yang mana hanya menempuh waktu 1 jam perjalanan saja jika dari tempat tinggal saya. Kalau kebun teh dulu sering banget saya jadikan tempat ngadem, bahkan saya sampai ada di titik saya nyaman ke tempat ini sendirian, yang mana datang ke sini hanya untuk beli pecel di warung langganan dan langsung pulang. Haha. Iya, mbolang sendirian ke sini. Apalagi kalau pikiran benar-benar mumet. Habis dari sini biasanya jadi lebih fresh sih pikirannya. Namun sayangnya sejak pandemi terjadi tahun lalu, saya sedikit mengurangi mobilitas ke tempat jauh, salah satunya jadi mulai jarang ke kebun teh ini juga. Huhu. Semoga pandemi segera redaaa!


    3. Perpustakaan dan Toko Buku

    Perpustakaan dan toko buku menjadi tempat liburan murah meriah  versi saya pribadi. Selain memang saya antusias dengan buku dan hobi membaca (meski sekarang hobi ini sedang turun, huhu), saya suka sekali menghirup aroma buku baru. Yak, ini keanehan saya, sih. Entah mengapa aroma buku baru itu menenangkan dan menyenangkan sekali! (hayo, siapa yang suka dengan aroma buku baru? ~XD)

    Perihal perpustakaan, di kota saya ada satu perpustakaan yang koleksinya lumayan lengkap dan menjadi tempat favorit saya sejak sekolah. Bahkan saya sampai belain bikin kartu anggota perpustakaannya :D (ya meski sekarang kartunya harus segera diperpanjang lagi, sih. Hahaha). Semenjak pandemi ini jadi ketat masuknya, jadi saya jarang ke sana, huhu.


    4. Museum dan Situs Sejarah

    Tidak terlalu banyak yang mengetahui bahwa saya suka sekali berkunjung ke museum dan situs sejarah seperti candi dan situs. Seringnya saya pergi ke dua tempat ini sendirian, sih. Bahkan pernah dulu waktu tahun 2019 saya mengunjungi Museum Fatahillah sendirian, lho. Ternyata lebih seru, hahahaha.

    Museum dan situs sejarah selalu membuat saya penasaran, karena selalu menambah ilmu dan pengetahuan baru bagi saya. Saya jadi mengetahui sejarah tempat-tempat ya berkat suka mengunjungi museum dan situs sejarah ini, meski tidak rajin-rajin amat. Semoga kelak selesai pandemi bisa sesegera mungkin jalan-jalan berkunjung ke museum dan situs sejarah lagi. :D


    5. Kamar dan Tempat Tidur

    Sepertinya ini jadi tempat liburan favorit hampir semua orang, hahaha. Kalau udah mentok nggak tahu mau ke mana lagi, rumah dan kamar menjadi tempat liburan yang bisa saya andalkan. Berbekal camilan favorit dan laptop, dijamin saya pasti betah di kamar seharian, hingga Ibuk ketok-ketok kamar. Takut anaknya pingsan kali ya di kamar ~XD

    ---------------------------------------------

    Tempat liburan favorit memang tak bisa disamaratakan karena tergantung dengan preferensi masing-masing orang. Kalau teman-teman sendiri, adakah yang sama dengan saya? Atau malah punya tempat favorit lain? Yuk, saling berbagi di kolom komentar! :D

    ---------------------------------------------------------------

    Ditulis guna memenuhi tantangan dari Blogger Perempuan Network,

    BPN 30 Day Ramadan Challenge 2021.


    Continue Reading


    Pandemi yang sedang berlangsung dari Maret hingga sekarang, membuat semua rencana-rencana yang akan dilakukan pada tahun ini hancur lebur berantakan, terutama perkara jalan-jalan. Yang rencana mau main ke tempat impian yang ingin dikunjungi, sementara harus menahan diri untuk tidak
    keluyuran terlebih dahulu, kendati kaki sudah tidak kuat menahan untuk melangkah menginjakkan kaki ke kota lain untuk piknik, huhu. Harus berpuas hati hanya bisa jalan-jalan di sekitar kota sendiri saja. Itu saja juga masih terbatas, tidak berani sering-sering dan mencari wisata yang sekiranya tidak padat akan pengunjung. Tetap bersyukur saja, setidaknya masih bisa menghirup aroma-aroma piknik meski tidak bisa jauh-jauh hingga kota seberang :"")))

    Ada banyak tempat yang ingin saya kunjungi, bahkan sudah menjadi impian sebelum pandemi melanda. Berencana membuat daftar tapi sampai sekarang belum kesampaian, masih tertulis dalam angan-angan hahaha. Masih belum sempat 😂 ahahahaha. Daripada hanya mengendap dalam ingatan dan tiba-tiba menguap dan hilang terlupa begitu saja, saya coba tulis di sini beberapa tempat yang ingin saya kunjungi. Kebetulan juga ini adalah tema menulis untuk hari ke-4 😆

    Bosscha, Bandung

    Sudah menjadi keinginan sejak kecil untuk mengunjungi Bosscha yang terletak di Bandung, Jawa Barat ini. Iya, benar sekali. Ini adalah efek setelah menonton film Petualangan Sherina belasan tahun yang lalu. Hal ini juga yang membuat saya menyukai astronomi, kendati tidak hafal betul tentang nama bintang, rasi bintang, dan benda langit lainnya. Hahaha. Sudah bertahun-tahun lamanya dan impian saya tetap sama; mengunjungi Bosscha.

    Selain Bosscha sendiri, tentunya berkeliling kota Bandung adalah impian saya sedari lama. Menelusuri Jalan Asia Afrika, Jalan Dago, Jalan Braga, bermain ke taman-taman yang ada, mencoba street food Bandung, mengunjungi museum dan Gedung Sate, main ke Kampus Ganesha dan ngadem di Masjid Salman (entah mengapa ingin sekali mampir ke tempat ini, ahahah. Selain itu juga mantan kampus dari Masnx, sih). Pokoknya, bakal banyak ini kalau dimasukkan dalam daftar 😂

    Bali untuk Merasakan Nyepi

    Merasakan Nyepi di Bali sudah menjadi impian sejak lama, kendati saya sendiri tidak merayakan Nyepi. Melihat teman-teman yang merasakan amazingnya Bali saat Nyepi, membuat saya penasaran dan memasukkannya ke dalam daftar impian.

    Indahnya langit Bali saat Nyepi, adalah satu dari beberapa alasan utama yang membuat saya ingin menikmatinya. Harus banyak-banyakin nabung untuk bisa menginap di tempat yang strategis agar menikmati langitnya bisa maksimal, hahaha. Hap hap, semangat!

    Malioboro, Yogyakarta

    Meskipun Malioboro sudah semakin ramai, tapi tetap membuat saya rindu akan Jogja. Merindukan berjalan menyusuri Jalan Malioboro, hingga Kraton, nongkrong menikmati angkringan dan kopi joss, menikmati pertunjukan musik jalanan, window shopping di pasar, dan masih banyak lagi.

    Selain itu juga ingin mengunjungi banyak tempat yang ada di Yogyakarta, khususnya yang berhubungan dengan seni dan sejarah, karena saya benar-benar kagum akan Yogyakarta beserta seni dan budaya yang ada di dalamnya. Semoga masuh diberi kesempatan dan banyak rezeki untuk berjalan-jalan ke sini 😊

    Ranu Kumbolo, Lumajang

    Sedari SMA sudah memiliki keinginan mengunjungi Ranu Kumbolo karena bayangan akan novel 5 CM yang membuat saya penasaran (novel ya, bukan filmnya, hahaha). Impiannya sih memang sampai puncak Semeru, tapi saya juga tidak ingin memaksakan diri. Bisa menginjakkan kaki di Lumajang hingga sampai di Ranu Kumbolo adalah sebuah hal yang patut saya syukuri, hihi.

    Entah kapan saya bisa menginjakkan kaki di tempat ini, pokoknya ditulis dulu aja. Siapa tahu ada yang mengajak ke mari yekaaan (siapa tahu juga diajak sama kamu)~~

    Jakarta

    Banyak orang yang menghindar dari kota terpadat ini, tapi saya justru merindukannya hingga ingin mengagendakan untuk mengunjunginya setiap setahun sekali. Selain karena memang banyak saudara yang tinggal di sini, banyak hal yang belum saya kulik lebih dalam lagi. Saya rindu naik KRL atau MRT keliling Jakarta (tapi nggak jam yang padat, huahahah), jalan-jalan menelusuri Kota Tua, keliling kota melihat lampu-lampu waktu malam hari, ikut CFD di Bundaran HI, dan masih banyak hal lainnya.

    Setiap saya dengar lagu dari Mas Kunto Aji yang Jakarta Jakarta, ingatan saya selalu terbayang akan Jakarta dan segala kenangannya. Meskipun jika ditanya apakah ingin menetap lama di sini, jawaban saya tetap tidak, hehehe. Jakarta hanya menjadi tempat saya liburan dan melipir untuk sementara, bukan menjadi tempat menetap untuk tinggal 😁😄

    ----------------------------------------------------------

    Sebenarnya masih banyak tempat impian yang ingin saya kunjungi, bahkan rasa-rasanya semua tempat yang ada di Bumi ingin saya kunjungi semua, haha. Namun beberapa yang saya sebutkan di atas adalah yang memang benar-benar saya inginkan, meskipun entah kapan akan terealisasikan (semoga setelah selesai pandemiiiiiiiii! Huhuhuuuu).

    Kalau teman-teman sendiri, mana tempat impian yang ingin dikunjungi oleh teman-teman? Yuk, ceritakan di kolom komentar :D

    ---------------------------------------------------------

    Baca juga tulisan dari Mbak Ria Agustina: Berkunjung ke Pantai, Tempat Impian Tahun 2020

    Baca juga tulisan dari Mbak Verwati Iriani: Berkunjung ke Kebun Binatang, Menjadi Salah Satu Harapan Sederhana


    Love,



    Andhira A. Mudzalifa

    Continue Reading


    Berbicara tentang memori atau kenangan bagi saya yang gampang lupa akan suatu kejadian ini sebenarnya cukup susah susah gampang. Susah karena kadang saya harus me-
    recall sebuah memori atau kenangan ini sampai kepala saya pusing karena memori itu sudah benar-benar saya lupakan tapi harus dipaksa untuk mengingat. Gampang ketika dengan mudah mengingat sebuah memori hanya dengan dipancing satu atau dua kata maupun benda saja, ahaha. Kadang hidup memang selucu itu.

    Seperti yang dituliskan di postingan Mbak Rie Agustina tentang mengabadikan kenangan di postingan yang ini, saya juga melakukan beberapa yang beliau tuliskan. Salah satunya adalah menulis semua kenangan itu di blog atau menulis di jurnal. Ini juga yang mendasari saya untuk kembali rajin menuliskan cerita dan perjalanan (yang kebanyakan nggak penting penting amat, mbahahah) di blog ini. Semoga tidak pada bosan ~XD

    Oke, kembali ke topik memori.

    Pernahkah teman-teman merasa dengan mudah mengingat sebuah memori atau kenangan hanya karena melewati sebuah tempat, mendengarkan lagu, mencium aroma parfum, memegang sebuah benda, atau sedang memakan sesuatu?

    Saya, pernah. Bahkan cukup sering. Entah mengapa jika berhubungan dengan benda, tempat, rasa, dan aroma, kenangan-kenangan yang berhubungan dengan itu secara otomatis langsung terpanggil dan muncul kembali dalam ingatan, kendati sebenarnya itu adalah kenangan yang cukup memilukan, ahahah.

    Ada satu warung lalapan di kota saya yang ketika saya melewati tempat itu, otomatis otak saya memutar kenangan bersama seseorang yang pernah saya sukai selama 3 tahun. Kenangan makan bareng, ngobrol banyak hal, hingga terucap "Makasih sudah jadi teman yang baik ya Dhir" dari mulutnya, itu masih saya ingat. Bahkan saya juga ingat persis tanggal dan waktunya. Ahahaha ahaha ahaha. (Cerita tentang doi akan saya ceritakan di postingan tema lain ~XD)

    Shalawat Tarhim yang biasa terdengar sebelum azan berkumandang dari masjid, secara otomatis mengingatkan saya akan masa-masa kuliah di Surabaya. Entah mengapa, ketika terdengar "Assalatu wassalamu 'alaik" dari toa masjid, kenangan akan jadi anak kos, masa mumet kuliah, langsung terputar dalam kepala. Memori yang sungguh melekat karena saya mendengarkan Shalawat Tarhim untuk pertama kalinya ya di Surabaya, dan hampir setiap sore saya mendengarnya, heuheu. Jadi ketika di mana saja saya mendengar Shalawat Tarhim (bahkan ketika mendengarnya di kota saya sendiri), saya berasa ada di Surabaya, hihihi. Duh, jadi rindu Surabaya (tapi gak rindu kuliahnya ~XD)...

    Memori tentang masa sekolah dengan mudah berputar dalam otak dan hati saya ketika mendengar sebuah lagu maupun melihat foto masa sekolah yang saya cetak. Momen-momen di balik foto itu semua, kelas berapa ketika foto itu diambil, dengan siapa saja saya berfoto, itu masih saya ingat cukup baik. Membuat rindu akan masa sekolah, di mana banyak kisah-kisah suka, duka, pahit, manis, yang cukup lucu untuk dikenang, haha.

    Sebuah aroma juga dengan mudah mengingatkan saya akan memori. Aroma asap sampah yang dibakar, mengingatkan saya akan rumah Mbah di desa, yang masih terasa sejuk. Entah apa hubungannya, saya juga nggak tahu. Tapi setiap mencium aromanya, ingatan saya langsung otomatis mengingat rumah Mbah.

    Hal lucu tentang aroma yang membangkitkan memori adalah ketika saya mencium aroma parfum Axe Coklat, di mana parfum ini dipakai oleh ketiga laki-laki yang saya kenal. Satu diantaranya adalah seseorang yang pernah saya sayangi (tapi sudah ninggal rabi) dan dua lainnya adalah teman laki-laki yang cukup dekat, hahahaha. Nah loh, jadi bingung ketika ada orang yang memakai parfum ini dan aromanya tercium oleh hidung saya, saya harus mengingat yang mana dulu ~XD

    Lagu-lagu juga tak luput untuk membangkitkan sebuah memori, bahkan yang sudah bertahun-tahun terlewat. Lagu Aku Jatuh Cinta milik Roulette, Kembang Perawan dan Dua Hati Jadi Satu milik Gita Gutawa, Kenangan Terindah dari Samsons, Sempurna milik Andra and The Backbone, otomatis langsung mengingatkan saya tentang kenangan akan masa SD karena sering sekali mendengar di radio maupun nonton MTV Ampuh dan mendengarnya di FTV (ya ampun, ketahuan kalau masa SD suka nonton FTV ~XD). Masa SMP dengan mudahnya langsung teringat di benak saya ketika tiba-tiba terdengar lagu Cinta Pertama dan Terakhir-nya dari Sherina, Cinta Sudah Terlambat yang merupakan lagu dari Dygta, Laskar Pelangi dari Nidji, karena masa SMP dulu saya mulai merasakan warna-warni pertemanan dan mulai mengenal cinta untuk pertama kalinya, muahahahaha ~XD

    Ada juga benda yang bisa mengingatkan saya akan sebuah momen yang cukup menyenangkan ketika dikenang. Adalah sebuah sarung tangan warna hijau milik saya, di mana itu merupakan pemberian dari seseorang yang saya ceritakan di awal postingan; Si Laki-laki Lalapan. Betapa kenangan akan laki-laki ini begitu dengan mudah saya ingat, karena saya memang pernah menaruh hati dengannya, dan cukup lama, pula. Sampai sekarang pun, sarung tangan itu tetap setia menemani saya melawan dunia teriknya matahari agar punggung tangan tidak gosong, hehe. Lho, kok jadi curhat...

    ----------------------------------------------------------

    Betapa pun kenangan atau memori ini dilawan (karena ada bagian yang menyakitkan), akan ada saatnya ia terpanggil kembali dan berputar dalam ingatan tatkala ada sesuatu yang menjadi perantara untuk mengingat. Entah itu benda, sebuah tempat, lagu, hingga aroma. Semoga ketika nantinya ada kenangan yang teringat, diri sudah lebih rela untuk menerima.

    Adakah diantara teman-teman yang juga mudah mengingat sesuatu melalui perantara? Yuk, sila berbagi cerita! 😊

    ----------------------------------------------------------

    Baca juga tulisan dari Mbak Ria Agustina: 5 Cara Kreatif Mengabadikan Kenangan

    Baca juga tulisan dari Mbak Verwati Iriani: Kalau Namanya Kenangan Itu Melekat






    Love,



    Andhira A. Mudzalifa
    Continue Reading


    Tantangan tema menulis hari kedua ialah menuliskan tentang hal-hal yang membuat bahagia. Oh iya, sebuah catatan bahwasanya nantinya saya akan menulis semua tema tantangan menulis dengan bahasa Indonesia karena saya lebih nyaman dan lebih terbiasa. Disamping itu juga saya kagok ketika menulis dengan bahasa Inggris karena takut salah tatanan bahasa, hahaha. Daripada nantinya malah amburadul dan sayanya sendiri merasa tertekan akan bahasa, mending sekalian saya tulis dengan menggunakan bahasa Indonesia, kendati semua tema memakai bahasa Inggris. Nggak papa, ya? Nggak papa, dong :D *maksa*

    Ditanya tentang hal-hal yang membuat saya bahagia, sebenarnya cukup banyak sih, tapi keseluruhannya adalah sebuah hal-hal yang sederhana (atau juga bisa dikatakan ‘hal remeh’, muahahaha). Entah mengapa, saya anaknya cukup mudah untuk senang dengan hal-hal sederhana. Sesederhana bisa bengong tanpa ada yang mengganggu itu saja saya sudah cukup senang loh, hihihihi. Eh, tapi kan ini ada banyak hal, masa ya hanya saya tulis bengong saja kan ya nggak mungkin, wkwk. Oke, di postingan kali ini akan saya ceritakan semua (atau sebagian saja sih biar nggak curhat-curhat amat, hihi) hal yang membuat saya bahagia. Lanjuuuut~~

    Melakukan Me Time

    Hal yang paling membuat saya bahagia adalah bisa melakukan me time! Meskipun sebenarnya saya sudah sering ke mana-mana sendirian, tapi terkadang masih ada yang cukup mengganggu misalnya notifikasi chat, kerjaan, atau hal lain. Biasanya kalau terjadi seperti ini solusinya adalah mematikan paket data dan menikmati me time saya, hihi. Seperti jalan-jalan sendirian ke Sirah Kencong beberapa minggu lalu yang saya lakukan sendirian, dengan posisi mematikan paket data agar tidak ada yang mengganggu (padahal memang keadaan di sana nggak ada sinyal).

    Bebikinan Produk Handmade

    Pada dasarnya saya anaknya nggak bisa diam. Adaaaaaa saja yang saya kerjakan mulai dari mengurus kerjaan, bebikinan sesuatu, atau hal lainnya. Salah satu hal yang membuat saya bahagia adalah saya bisa membuat produk-produk handmade, entah itu sebagai kado maupun memang untuk kesenangan pribadi sebagai trial-error produk baru dari bisnis saya. Ini pula yang mendasari saya untuk memulai bisnis produk kado handmade yang sudah berjalan hampir tujuh tahun. Entah mengapa, ada kebahagiaan tersendiri ketika berproses menemukan ide, mengeksekusi, hingga barang bisa jadi. Lebih bahagia lagi ketika hal yang dibuat bisa diapresiasi, hehehe.

    Menulis

    Tentu saja ini hal yang membuat saya bahagia! Harusnya saya tulis di awal, hahaha. Ya maklum, namanya juga Andhira, anaknya emang gampang lupa, huhu. Ya, menulis memang menjadi hal yang membuat saya bahagia sedari lama karena saya bisa menuangkan segala hal yang saya pikirkan dan saya rasakan lewat tulisan, entah itu di takarir (caption) postingan instagram, utas (thread) pada twitter, maupun postingan di blog. Ya walau tulisannya penuh dengan ketidakjelasan alias random sesuai apa yang saya ingin tulis, tapi entah mengapa saya lega dan bahagia ketika menuliskannya. Semoga teman-teman di sini tidak bosan membaca tulisan saya yang banyak curhatnya ini, ya :D

    Kulineran dan Jalan-jalan

    Hueeeee, siapa sih yang nggak bahagia kalau ngelakuin kulineran dan jalan-jalan? Sebagai orang yang memang suka kelayapan, dua hal di atas memang membuat saya bahagia. Kulineran mencoba makanan sana-sini membuat saya bahagia, apalagi kalau lagi random nyoba makanan tanpa lihat ulasan dahulu tapi rasanya enak tuh serasa menemukan surga dunia, hahaha. Jalan-jalan juga bikin saya bahagia, meski hanya sekadar muter-muter kota tanpa tujuan. Bisa plong gitu rasanya ~XD

    Berinteraksi dengan Orang (Apalagi dengan Orang yang Disuka *eaaa*)

    Berinteraksi dengan orang adalah satu hal sederhana yang membuat saya bahagia, baik itu interaksi di dunia nyata bertemu dengan orang langsung maupun berinteraksi dengan orang lain di dunia maya melalui komentar blog dan media sosial lainnya. Entah mengapa rasanya ada kebahagiaan sendiri, apalagi jika saling menebar aura-aura positif. Terutama saya paling suka berinteraksi dengan teman-teman blogger di sini karena kebanyakan saling satu frekuensi ~XD

    ------------------------------------------------------------------

    Itu adalah sekian dari banyaknya hal-hal yang membuat saya bahagia. Memang kesemuanya hal yang biasa saja, bahkan terkesan hal yang receh. Tapi itu semua yang membuat saya bahagia dan merasa ‘hidup’ ketika menjalani hidup :’D

    Kalau teman-teman sendiri, apa hal-hal sederhana yang membuat teman-teman bahagia? Yuk cerita-cerita di kolom komentar :D

    ------------------------------------------------------

    Baca juga tulisan dari Mbak Ria Agustina: Bahagia dengan Cara Sederhana

    Baca juga tulisan dari Mbak Verwati Iriani: Ini Dia Hal yang Bikin Aku Hepi

     


    Love,

     

    Andhira A. Mudzalifa

    Continue Reading

    Untuk merayakan atas ‘sembuhnya’ laptop saya (dan balas dendam akan absennya saya dalam postingan blog selama satu bulan lebih), saya akan mengikuti tantangan menulis suka-suka bersama Mbak Ria Agustina dan Mbak Verwati Iriani selama dua bulan ke depan. Berawal dari postingan tema menulis untuk mengisi PSBB yang bersliweran di linimasa twitter saya yang saya dari awal memang sudah berniat untuk menuliskan sebagai tema menulis di blog, eh jebul ndilalahnya saya tiba-tiba diajak oleh dua teman blogger kesayangan saya untuk menulis bareng-bareng. Ya tentu saja saya langsung mengiyakan tanpa pikir panjang lagi, hahaha.

    Akan menuliskan ini selama dua bulan ke depan, hahaha. Semoga bisa sampai tema terakhir!

    Tantangan ini akan dilaksanakan selama dua bulan alias tema ditulis per dua hari sekali dari tiga puluh tema yang ada. Karena ini proyek senang-senang, jadi nulisnya juga dengan perasaan senang hahaha. Biar nggak terlalu berat juga karena masih juga disambi dengan beberapa urusan masing-masing. Meski begitu, tetap harus belajar untuk berkomitmen menulis dua hari sekali memenuhi tantangan, dong! Haphaphap, semangat!

    Hari pertama dibuka dengan tema menulis My Personality alias kepribadian saya sendiri. Jujur, ini adalah tema yang cukup saya benci (tapi juga sangat menantang!) karena saya paling tidak bisa menggambarkan diri saya sendiri yang sangat abstrak dan embuh ini ahaha ahaha hahahaha. Bahkan untuk menulis di laman Tentang Andhira pun saya membutuhkan waktu bertahun-tahun hingga akhirnya memberanikan diri untuk menulisnya, haha. Oke, daripada kebanyakan basa-basi di awal, mari saya coba untuk menuliskan.

    Berdasarkan tes kepribadian yang pernah saya lakukan, saya memiliki kepribadian ENFJ alias Protagonis atau juga sering disebut The Giver. Meski tidak seluruhnya kepribadian saya plek ketiplek dengan karakter yang digambarkan oleh kepribadian seorang ENFJ, tapi saya cukup terbantu untuk mengetahui kepribadian diri saya tuh seperti apa sebenarnya, mulai dari kelebihan, kelemahan, hingga karakter yang memang sudah melekat pada diri saya.

    Seperti namanya, ENFJ adalah seorang pribadi yang ekstrover. Cukup cocok pada diri saya karena saya memang menemukan kenyamanan dan energi ketika saya berinteraksi dengan beberapa maupun berbanyak orang. Meskipun tidak dipungkiri saya juga bisa ndekem di rumah selama berhari-hari (bahkan berminggu-minggu) jika saya sedang tidak ingin bertemu oleh orang lain selain orang terdekat dan keluarga. Biasanya jika tidak ingin bertemu seperti ini, berarti sayanya sedang ‘lelah’.

    Dibilang supel, gampang membaur, dan bersosialisasi dengan orang baru, ya lumayan. Tergantung. Saya anaknya cocok-cocokan sama orang, tergantung dari insting yang saya rasakan (entah mengapa dari dulu saya memiliki insting yang kuat perkara pertemanan, hahaha). Tapi banyak yang bilang saya anaknya gampang membaur dan gampang mencairkan suasana. Saya sendiri tidak merasa begitu, hahaha. Ya memang saya dasarnya suka ngobrol dan mancing ngobrol teman sih, entah teman yang saya ajak ngobrol itu nyaman atau tidak, tapi berdasarkan insting saya sih, kebanyakan pada nyaman. Buktinya pada sering nyariin kalau saya nggak ada atau menghilang, hahaha *kepedean* *digampar*.

    Beberapa kali saya membaca bahwa seseorang dengan kepribadian ENFJ merupakan tipe pendengar yang baik dan memiliki kepribadian yang hangat. Hmmm, nggak tahu sih kalau di saya, tapi beberapa orang (bahkan banyak orang yang saya kenal) mengatakan bahwa saya seorang pendengar yang baik. Banyak yang memilih untuk bercerita dan curhat pada saya, padahal saya tidak menawarkan apa-apa selain mendengarkan dan mem’puk-puk’ saja, huhuhu. Bahkan tak jarang saya dikontak untuk diajak ngopi hanya untuk dicurhati. Saya sendiri tidak merasa keberatan, asal tenaga saya masih ‘cukup’.

    Terlalu banyak memikirkan orang lain dan membuat bahagia orang lain, hal yang kerap digambarkan oleh seorang ENFJ di banyak artikel yang saya baca. Pada diri saya sendiri, saya juga cukup merasakan karakter ini meski tidak keseluruhan. Yang terpenting semua orang tercukupi terlebih dahulu, yang penting semua orang bahagia dulu, sayanya belakangan saja. Seperti kata pepatah jawa, “Pendekar bahagiane keri” (terjemahan bahasa indonesia: pendekar bahagianya belakangan), hahaha. Jujur, hal ini terkadang juga cukup menyiksa tatkala saya sendiri sedang habis ‘tenaga’ tapi saya memaksakan diri karena merasa tidak enak kalau tidak bisa bantu. Pada akhirnya, saya pelan-pelan untuk belajar lebih tegas pada diri sendiri, belajar untuk bilang “TIDAK” ketika diri sendiri memang sedang tidak bisa, daripada nantinya saya juga capek sendiri.

    Intuitif. Lebih sering menggunakan insting dan feeling ketika memutuskan melakukan atau menjalani sesuatu, kendati sekarang sedang belajar menyeimbangkan antara logika dan perasaan. Cukup berat, apalagi memang dasarnya saya seorang yang perasa sekali. Takut untuk memutuskan sesuatu karena takut jika menyinggung banyak pihak. Tapi pada akhirnya saya menyadari bahwa keputusan yang saya ambil memang harusnya keputusan yang murni dari saya sendiri, di mana saya tidak berat untuk menjalani dan melakukannya dengan penuh tanggungjawab, tanpa harus takut dengan penilaian orang lain. Dan yang terpenting, saya bahagia.

    Pada dasarnya jiwa saya adalah jiwa yang bebas. Tidak suka dikekang maupun terikat akan banyak peraturan yang ribet dan membuat saya merasa terpenjara. Lebih suka menjalani dengan santai, bahagia, dan penuh rasa tanggung jawab. Ini pula yang mendasari saya untuk membuka usaha sendiri, karena saya tidak ingin terlalu diatur-atur dan gampang bosan jika melakukan rutinitas yang itu-itu saja, hehehe. Terlalu idealis dan keras kepala, memang. Hahaha.

    ------------------------------------------------------

    Tidak banyak yang bisa saya jelaskan mengenai kepribadian saya karena seperti yang saya jelaskan di awal postingan bahwa saya tidak cukup pintar untuk menuliskannya. Tidak terbiasa. Takut jika salah atau malah terkesan membanggakan diri sendiri secara berlebihan, huhuhu. Tapi semoga bisa cukup terbantu untuk mengenal sedikit banyak tentang diri saya, seorang ENFJ yang nggak ENFJ ENFJ amat. Hehehe.

    Sampai jumpa di postingan dengan tema baru selanjutnya ❤

    ------------------------------------------------------

    Baca juga tulisan dari Mbak Ria Agustina: Introver yang Belajar Ke Luar dari Kandang

    Baca juga tulisan dari Mbak Verwati Iriani: Belajar untuk Bilang “Nggak!”

     


    Love,

     

    Andhira A. Mudzalifa


    Continue Reading

    Kembali menekuni blog sejak tahun lalu, adalah satu keputusan yang saya syukuri dan tak pernah saya sesali. Apalagi setelah saya bergabung di komunitas Blogger Perempuan Network, yang merupakan komunitas blogger perempuan terbesar se-Indonesia, banyak sekali hal positif yang saya dapatkan dari komunitas ini. Untuk hal ini, saya mengucap banyak terima kasih kepada sesepuh Blogger Blitar, Mas Pandu Aji Wirawan, yang sudah memperkenalkan saya (dan ngujuk-ngujuki) untuk gabung di komunitas ini. HAHAHAHAHA! Terima kasih, Mas! Jasamu tak akan kulupakan sepanjang hidupku~~ *tsaaaah, apaan coba?!*

    Ah, ya. Jadi ngelantur ke mana-mana, hahaha. Sampai mana tadi ya? Oh iya, hal-hal baik yang didapat dari Blogger Perempuan Network!

    Dari komunitas Blogger Perempuan Network ini, saya dipertemukan dengan beberapa orang baru, yang tentunya sesama blogger juga. Mbak Verwati Iriani dan Mbak Ria Agustina, adalah dua orang yang saya kenal melalui komunitas ini, yang ternyata juga temannya teman! HAHAHAHA. Mbak Verwati Iriani ini sesama blogger dari Blitar, waktu itu malah beliau duluan yang menyapa saya lewat DM instagram pertama kali, karena tahu postingan blog saya diunggah di instagram story Blogger Perempuan. Sedangkan Mbak Ria Agustina sendiri, saya yang menyapa terlebih dahulu di kolom komentar blog beliau, kemudian nyambung lewat media sosial. Eh lha dalah, jebul ternyata blogger asal Surabaya ini temannya Mas Pandu Aji Wirawan, hahaha. Dunia kok mbulet sekali~

    Kurang afdol rasanya menjadi seorang blogger jika tidak mengikuti tantangan menulis. Blogger Perempuan Network adalah komunitas blogger yang saya ketahui cukup sering memberikan tantangan menulis, salah satunya adalah tantangan menulis 30 hari di bulan Ramadan setiap tahunnya.

    Yap, sudah bisa ditebak saya mengikuti tantangan menulis 30 hari selama bulan Ramadan ini. Awalnya gegara saya ingin melatih kekonsistenan saya dalam menulis dan menguji saya sendiri, seberapa mampu saya menjaga komitmen untuk terus menulis rutin selama 30 hari.

    Untuk tahun pertama mengikuti tantangan ini (saya bergabung di Blogger Perempuan Network mulai tahun 2019), saya gagal memenuhi tantangan. Ambyaaaaar semua, hahaha. Hanya mampu menulis 5 apa 6 postingan saja gitu, nggak bisa penuh 30 postingan seperti syarat yang diajukan. Karena banyak tema-tema tulisan yang nggak sreg di saya pribadi. Banyak tema-tema yang saya kurang enjoy untuk menulisnya, karena tidak menguasai tema-tema yang diberikan hahaha (karena saya lebih menyukai menulis apa yang saya kuasai dan saya sukai).

    Terlihat kurang profesional memang, tapi rasanya tahun lalu tuh benar-benar blank. Jika ditulis semua kok ya saya sendiri nggak sreg. Akhirnya saya hanya menulis tema-tema yang memang saya kuasai dan saya sukai saja, huhuhu. Ya sedih sih, nggak bisa menyelesaikan tantangannya. Tapi saya menyadari bahwa saya sendiri juga tidak bisa dipaksa. Jadinya ya merelakan untuk tidak memenuhi tantangan wkwkwk. Cupu sekali Andhira memang yaaah, mudah menyerah begitu saja~

    Berkaca dari pengalaman tahun kemarin, tahun 2020 alias tahun ini (iya, Blogger Perempuan mengadakan tantangan menulis lagi di bulan Ramadan) saya bertekad untuk memenuhi semua tantangan menulis yang ada, entah bagaimana caranya hahahaha. Ceritanya ingin ‘balas dendam’ dengan diri sendiri, mengalahkan ego sendiri untuk bisa menyelesaikan 30 postingan selama 30 hari Ramadan.

    Alhasil ketika tema selama 30 hari menulis itu keluar di website Blogger Perempuan, saya langsung cek satu per satu dan heboh sendiri. Pasalnya, tema tahun ini nyantai banget. Lebih banyak menuangkan thoughts dan rekomendasi, dimana saya menyukai dan cukup menguasai tema-tema itu. Terasa lebih bebas untuk berekpresi. Saking excitednya, saya bahkan sudah menyimpan draft  tulisan untuk tema hampir seminggu ke depan, padahal saat itu tantangan masih berjalan hari pertama (eh, apa malah belum berjalan ya? Hahahaaha).

    Tentu saja saya sempat mengalami yang namanya rapel menulis. Ini terjadi ketika sudah memasuki pertengahan bulan atau sekitar hari belasan, dikarenakan sok sibuk ngurusin ini itu. Sempat mengendur sedikit, tapi karena sudah terlanjur berjanji kepada diri sendiri untuk menyelesaikan 30 postingan, jadi tetap gaskaaaaaaaan! Alhamdulillah semua postingan terselesaikan sebelum deadline, meski terseok-seok HAHAHAHA.

    Baca tulisan keseluruhan saya mengikuti Blogger Perempuan Network 30 Day Ramadan Blog Challenge 2020

    Sebulan berlalu sampai saya sendiri lupa jika sudah menyelesaikan tantangan menulis dari Blogger Perempuan ini, hingga beberapa hari lalu muncul instagram story dari Blogger Perempuan yang me-repost postingan instagram story teman-teman blogger lain yang merupakan peserta tantangan menulis 30 Day Ramadan Challenge BPN 2020, yang memosting merchandise unyu kiriman dari Blogger Perempuan bagi yang sudah genap menyelesaikan tantangan menulis 30 postingan dan mengisi data lengkap di website Blogger Perempuan.

    'Wah, asyik! Aku juga bakalan dapat, nih. 'Kan aku sudah menyelesaikan tantangan dan mengisi data di website!' Pikir saya, heboh sendiri. Hahaha.

    Tidak sabar rasanya menunggu datangnya paket dari Blogger Perempuan ini. Meski sedikit terlambat dari teman-teman yang lain (karena saya menyadari rumah saya jauh dari ibukota, jadi paket datangnya sekitar 1-2 hari lebih lama dari teman-teman yang lain hehehe), tapi tetap saya tunggu, hihihi. Akhirnya hari yang saya tunggu-tunggu sudah tiba! Paket dari Blogger Perempuan datang saat saya sedang keluar rumah mengantar pesanan.

    Lucu sekali maskernya! Apalagi memang masker sedang dibutuhkan di masa pandemi ini, sebagai upaya preventif untuk memutus penyebaran Covid-19. Desainnya khas Blogger Perempuan Network sekali. Bakalan saya pakai, nih. Hahaha.

    Ada semacam piagam kecil yang merupakan sebuah apresiasi telah menyelesaikan tantangan menulis selama 30 hari di 30 Day Ramadan Challenge BPN 2020. Terharu sekali diapresiasi sebegininya. Bahkan ditulis nama lengkap dan website pribadi (alhamdulillah nama saya nggak keliru, sering orang keliru menulis nama saya, soalnya. Hehehe).


    Tanpa disangka-sangka, saya menjadi salah satu pemenang hadiah tambahan GOPAY sebesar Rp 250.000 dari Blogger Perempuan Network berkat menyelesaikan tantangan ini. Woaaah, bahkan saya sudah lupa apa hadiah utamanya hahahaha. Berhubung saya sendiri tidak ada akun GOPAY karena di kota saya tidak ada GOJEK (jadi berasa percuma jika meng-install aplikasi ini, jika install pun saya juga bakal jarang menggunakan aplikasinya), saya lapor dan nego-nego dengan pihak Blogger Perempuan yang menghubungi saya, dan ternyata tetap dikirim dalam bentuk uang alias di-transfer, hehehe. Terima kasih, Blogger Perempuan!






    View this post on Instagram




    Hi BPers, Terima kasih banyak yang sudah ikutan Blog Challenge Ramadan 2020 yaa. Semoga dapat menambah semangat untuk menulis dan update blognya. Bagi yang sudah posting lengkap dan sudah mendaftarkan alamatnya, kami sudah kirimkan merchandise cantik dan lucu untuk BPers :) Semoga bermanfaat yaa ^^. Nah sekarang siapa aja yang beruntung untuk mendapatkan hadiah tambahan GOPAY @250.000 untuk 10 pemenang dan Hadiah Hiburan Buku Explore, Enjoy, and Repeat. Silahkan cek nama-namanya yaaa. nb. semua pemenang telah dikonfirmasi dan hadiah untuk seluruh peserta sudah dikirim. Apabila BPers ternyata mengalami kendala teknis saat submit dan masih memiliki 30 postingan lengkap, silahkan kirim email ke kontak@bloggerperempuan.com ya untuk diverifikasi kembali. Sampai jumpa di challenge berikutnya dan nantikan kejutan merchandise lucunya. Eh mana tau bisa jadi koleksi kan :D
    A post shared by Blogger Perempuan Network (@bloggerperempuan) on Jun 25, 2020 at 1:16am PDT

    Senang sekali mengikuti tantangan Blogger Perempuan Network tahun ini! Bangga terhadap diri sendiri karena bisa mengalahkan kemalasan dan rasa aras-arasen untuk menulis. Terharu sekali atas apresiasi yang diberikan oleh Blogger Perempuan Network kepada anggotanya. Saya tidak menyangka ternyata Blogger Perempuan Network sangat mengapresiasi teman-teman blogger yang sudah berusaha keras untuk menyelesaikan tantangan menulis yang diberikan. Semuanya, tanpa terkecuali. Bagi saya pribadi, ini merupakan sebuah pelecut untuk terus konsisten menulis di blog, terlepas atas merchandise unyu dan bonus hadiah yang diberikan, hahaha.

    Terima kasih atas semuanya, Blogger Perempuan Network! Senang sekali bisa bergabung dalam komunitas blogger ini. Semoga terus bertumbuh dan semakin berjaya. Semoga tahun-tahun selanjutnya tantangan ini masih diadakan kembali dan saya masih bisa mengikutinya hehehe (ya kali aja bisa menang lagi. Eh, hahahaha. Husss).



    Love,



    Andhira A. Mudzalifa
    Continue Reading


    Tidak terasa ini adalah postingan terakhir untuk tantangan menulis selama 30 hari di bulan Ramadan dari Blogger Perempuan Network. Berencana menuliskan ini tepat di hari terakhir Ramadan, tetapi molor hingga baru menuliskan ini saat hari ke-2 Lebaran heheheu. Tidak apa, toh batas menulis tantangan ini hingga tanggal 31 Mei 2020. Jadi bisa dikebut sat set wat wet. Oke, mari lanjut menulis!

    Ini adalah tahun kedua saya mengikuti tantangan menulis dari Blogger Perempuan Network saat Ramadan tiba. Tahun lalu yang merupakan tahun pertama, saya gagal totaaaaal setotal-totalnya. Dikarenakan banyak tema yang membuat saya bingung dan tidak cocok dengan diri saya pribadi. Hanya beberapa tema tertentu yang saya tulis, tidak sampai 10 postingan dari 30 postingan yang wajib disetorkan huahahah (dan pada akhirnya cukup menyesal kenapa nggak nyelesaiin tantangannya).

    Untuk menebus kegagalan tantangan menulis Ramadan tahun kemarin, akhirnya saya bertekad untuk mengikuti tantangan BPN Ramadan tahun ini, yang ternyata, tema per harinya lebih menyenangkan dari tahun kemarin. Lebih ke semacam thoughts daripada berbagi resep, tips, hingga makeup-makeup-an, yang, sebenarnya, saya sendiri tidak terlalu menguasai.

    Iya, saya pribadi lebih menyukai tantangan menulis dengan tema bebas. Seperti tantangan tantangan menulis di instagram 30haribercerita yang saya ikuti, yang hanya ada tema di saat-saat tertentu. Dan kok ya ternyata temanya masih bisa saya ikuti, haha. Yap, saya juga mengikuti tantangan menulis yang hanya ada di awal tahun itu sejak tahun 2019 kemarin (dan tuntas semua meski terkadang ada yang rapel dan telat posting! Hahahaha).

    Saya menikmati mengerjakan tantangan menulis BPN Ramadan untuk yang tahun ini. Dengan tema-tema yang cukup saya kuasai, saya bahkan sempat rajin nge-draft hampir sepuluh postingan di awal tantangan ini berjalan, saking enjoynya untuk menulis hehehe (Tapi akhirnya mengendur juga di pertengahan hingga akhir, gegara kesibukan mengerjakan orderan eheheu).
    Tantangan ini berguna bagi saya pribadi untuk melatih konsistensi saya dalam dunia tulis-menulis (meski di akhir-akhir sering ngerapel), meskipun saya merasa kualitas tulisan saya masih jauh dari kata bagus. Pokoknya, nulis terus! Hahaha. Apalagi di masa pandemi ini yang lebih banyak berdiam diri di rumah. Daripada tidak produktif (selain mengerjakan orderan), mending energinya disalurkan untuk menulis agar tidak sia-sia.
    Mengikuti tantangan BPN Ramadan membuat semangat menulis saya bangkit lagi setelah sempat meredup beberapa bulan terakhir (bisa dilihat postingan awal tahun lalu yang sedikit itu HAHAHA). Sempat merasa apa yang ditulis tidak begitu penting karena hanya kisah yang sepele dan merasa apa banget jika diposting, membuat saya ragu dan akhirnya malah nggak jadi posting sama sekali. 

    Padahal, saya menulis pun sebenarnya untuk membekukan semua memori yang lewat dalam hidup saya, baik peristiwa penting atau hal-hal yang menurut orang sepele. Toh blog ini kan, milik saya pribadi? Ehehehe. Akhirnya dengan pertimbangan itulah saya memutuskan untuk menulis kembali dan berani mengikuti tantangan menulis di blog yang diadakan oleh Blogger Perempuan Network saat Ramadan.
    Selesai sudah tantangan menulis Ramadan untuk tahun ini! Terima kasih kepada Blogger Perempuan Network (tentunya!) yang sudah memfasilitasi saya dan teman-teman Blogger lainnya untuk mengaktifkan blog kembali dan melatih konsistensi dalam menulis. Membuat saya lebih produktif di tengah pandemi seperti ini.
    Semoga tantangan ini terus berlanjut di tahun-tahun selanjutnya. Tentunya semakin banyak yang mengikuti tantangan menulis dari Blogger Perempuan Network ini. Yang pasti, semoga tahun depan saya semakin konsisten untuk mengikuti tantangan menulis lagi tanpa harus ngerapel! AHAHAHAH.
    Sampai jumpa di tantangan menulis selanjutnya! (Tenang, meskipun tantangan ini berakhir, saya tetap akan menulis, kok :D)

    Ah, iya. Selamat merayakan Idulfitri untuk teman-teman! Mohon maaf lahir dan batin yaa. Maaf bila ada postingan atau komentar dari saya yang menyakitkan hati hehe. Semoga Allah menerima segala amal kita di bulan Ramadan ini dan memperkenankan kita kembali untuk bertemu dengan Ramadan tahun depan. Aamiin.

    Selamat Lebaran dan liburan!

    -----------------------------------------------------

    Ditulis guna memenuhi tantangan dari Blogger Perempuan Network
    30 Day Ramadan Challenge BPN




    Love,



    Andhira A. Mudzalifa

    Continue Reading
    Older
    Stories

    Holla!

    Untitled-design-2

    Saya Andhira A. Mudzalifa, seorang perempuan biasa di balik semua postingan di blog ini yang suka bercerita, makan, dan jalan-jalan.

    Menyibukkan diri di Aderation Project dan Kirana Creative .

    Untuk menyapa lebih lanjut, bisa menghubungi lewat surel di andhira(dot)dee(at)gmail(dot)com

    Terima kasih telah mampir ke tempat di mana saya menuangkan segala cerita! Selamat membaca dan menikmati :)

    Temukan Saya Di

    • facebook
    • instagram
    • twitter

    Teman-teman

    Label

    #AyoNulis #BPNRAMADAN2024 #BPNRamadan2020 #BPNRamadan2021 #CatatanDuaEmpat #DiRumahAja Aderation Project Beauty Bodycare Cooking Crafting DIY Informasi Jelajah Blitar Journey Jurnal Tahunan Kafe Kuliner Life Lovely Place Makeup Pantai Blitar Rekomendasi Review Scarlett Smartfren Thoughts Tips Travelling Vaksinasi Writing Challenge cerita jalan-jalan

    Arsip Blog

    • ▼  2024 (17)
      • ▼  November 2024 (1)
        • Kenal Lebih Dekat dengan SoFresh: Sabun Cuci Pirin...
      • ►  Oktober 2024 (1)
      • ►  April 2024 (6)
      • ►  Maret 2024 (9)
    • ►  2023 (3)
      • ►  Juni 2023 (1)
      • ►  Februari 2023 (1)
      • ►  Januari 2023 (1)
    • ►  2022 (3)
      • ►  Maret 2022 (1)
      • ►  Februari 2022 (1)
      • ►  Januari 2022 (1)
    • ►  2021 (51)
      • ►  Desember 2021 (2)
      • ►  November 2021 (1)
      • ►  Oktober 2021 (1)
      • ►  September 2021 (1)
      • ►  Agustus 2021 (3)
      • ►  Juli 2021 (1)
      • ►  Juni 2021 (1)
      • ►  Mei 2021 (17)
      • ►  April 2021 (17)
      • ►  Maret 2021 (4)
      • ►  Februari 2021 (2)
      • ►  Januari 2021 (1)
    • ►  2020 (55)
      • ►  Desember 2020 (1)
      • ►  November 2020 (2)
      • ►  Oktober 2020 (2)
      • ►  September 2020 (4)
      • ►  Juli 2020 (4)
      • ►  Juni 2020 (4)
      • ►  Mei 2020 (22)
      • ►  April 2020 (11)
      • ►  Maret 2020 (1)
      • ►  Februari 2020 (1)
      • ►  Januari 2020 (3)
    • ►  2019 (48)
      • ►  Desember 2019 (3)
      • ►  November 2019 (1)
      • ►  Oktober 2019 (3)
      • ►  September 2019 (5)
      • ►  Agustus 2019 (3)
      • ►  Juli 2019 (2)
      • ►  Juni 2019 (1)
      • ►  Mei 2019 (6)
      • ►  April 2019 (3)
      • ►  Maret 2019 (9)
      • ►  Februari 2019 (11)
      • ►  Januari 2019 (1)
    • ►  2018 (10)
      • ►  Desember 2018 (1)
      • ►  Oktober 2018 (3)
      • ►  September 2018 (2)
      • ►  Mei 2018 (3)
      • ►  April 2018 (1)
    • ►  2017 (9)
      • ►  November 2017 (1)
      • ►  Oktober 2017 (1)
      • ►  Juli 2017 (1)
      • ►  Mei 2017 (1)
      • ►  April 2017 (1)
      • ►  Maret 2017 (2)
      • ►  Februari 2017 (1)
      • ►  Januari 2017 (1)
    • ►  2016 (16)
      • ►  Desember 2016 (3)
      • ►  November 2016 (2)
      • ►  Oktober 2016 (2)
      • ►  Agustus 2016 (2)
      • ►  Juli 2016 (2)
      • ►  Juni 2016 (1)
      • ►  Januari 2016 (4)
    • ►  2015 (4)
      • ►  Maret 2015 (1)
      • ►  Februari 2015 (3)
    • ►  2011 (1)
      • ►  Juli 2011 (1)

    Popular Posts

    • Usia Kepala Dua?
    • Sebuah Cerpen: Tentang Mengikhlaskan
    • A Flashback to Senior High School: Kangen!

    Saya Bagian Dari

    Logo-Blogger-Perempuan-Network-round-7

    Aderation Project

    Untitled-design-20240826-113829-0000
    Facebook Instagram Pinterest Tumblr Twitter

    Created with by BeautyTemplates

    Back to top