FaceBook Instagram TikTok Twitter

andhirarum

    • Home
    • Tentang Andhira
    • Product
    • _aderation project
    • _Kirana Creative


    Tumbuh di Blitar dengan segala rupa dan warnanya, membuat saya memiliki keinginan kecil untuk terus mengulik apa pun yang ada di Kota Patria ini. Dimulai sejak lulus kuliah di tahun 2017, hingga sekarang masih terus penasaran akan kota yang baru saja merayakan hari jadinya ke-118 tahun ini.

    Wisata adalah hal yang paling mudah dikulik dari suatu kota, tak ketinggalan juga dengan Kota Blitar. Selain Makam Bung Karno, ada satu wisata religi yang menurut saya jadi salah satu wisata terbaik yang dimiliki kota ini. Masjid Ar-Rahman, masjid yang kini menjadi daya tarik wisata religi dari Kota Blitar sejak akhir 2019.

    Masjid Ar-Rahman: Lokasi Strategis di Tengah Kota


    Masjid yang terletak di Jalan Ciliwung No. 2, Kota Blitar ini merupakan masjid yang cukup baru. Berdiri sejak akhir 2019, yang diresmikan oleh Gubernur Jawa Timur kala itu, Ibu Khofifah. Lokasinya yang cukup strategis; berada di tengah kota yang dekat dengan Stadion Supriyadi dan PIPP, membuat masjid ini banyak dikunjungi para wisatawan yang tertarik akan keelokannya yang sudah tersohor.


    Saya cukup beruntung tatkala rumah saya sangat dekat dengan Masjid Ar-Rahman. Tak kurang dari 1 kilometer, ditempuh dengan jalan kaki pun sudah sampai. Beberapa waktu lalu saya adakan waktu untuk kembali mengunjungi, sekaligus penasaran akan perkembangan yang ada di sini, yang setiap tahunnya selalu ada perubahan baru.

    Masjid Ar-Rahman: "Masjid Nabawi"-nya Blitar


    Sejak pertama kali kunjungan saya ke sini di tahun 2020 (atau 2021, ya? Saya lupa, wqwq) saya selalu terpesona dengan desain, arsitektur, dan interior dari masjid ini, karena dibuat sedemikian rupa hingga persis dengan Masjid Nabawi, Madinah. Dari cerita yang pernah saya dengar, pengunjung diharapkan dapat merasakan nikmat dan nyamannya ibadah layaknya beribadah di Masjid Nabawi.


    Saya menuju ke arah utara, koridor Fatimah Az-Zahra untuk menitipkan alas kaki di loker yang sudah disediakan. Takmir Masjid Ar-Rahman benar-benar sigap membantu mengarahkan, juga tegas dalam mengingatkan pengunjung untuk tetap menjaga ketertiban, kerapian, ketenangan, dan kesucian masjid. Untuk laki-laki dapat menuju koridor selatan, yang dipandu oleh takmir laki-laki.



    Setelah menitipkan alas kaki, saya baru leluasa untuk melihat-lihat area masjid. Kebetulan saat itu saya sedang tak ada jadwal apa pun, dan kok ya pas tidak ramai (kalau sudah siang hari mulai padat merayap), jadi lebih nyaman untuk membidik sudut-sudut yang ada di sini.

    Di awal kedatangan, saya disambut oleh gapura depan yang dibuat seperti Gerbang Makkah yang ada di Jeddah, Arab Saudi. Seingat saya, "Gerbang Makkah" Masjid Ar-Rahman ini dibangun tidak di tahun yang sama dengan peresmian masjid, antara 2022 awal atau pertengahan, bebarengan dengan pembangunan perluasan masjid. Pokoknya 2023 sudah jadi, ahahahaha. ~XD



    Lalu yang membuat saya salah fokus setelahnya adalah payung-payung yang tegak berdiri di area teras, yang mana dibuat persis dengan desain payung raksasa di Masjid Nabawi. Hanya saja, payung di Masjid Ar-Rahman ini tak bisa menutup seperti yang ada di Masjid Nabawi. Pengunjung akan ternaungi dan tidak merasa kepanasan, sehingga tetap nyaman untuk berada di area teras.




    Fasilitas di Masjid Ar-Rahman: Utamakan Kebutuhan Pengunjung


    Berada di Masjid Ar-Rahman selalu membuat damai (bila sepi, WAKAKAKA). Ini yang sering kali saya rasakan apabila ada kesempatan beribadah di sini. Cukup sering berkunjung dari masjid ke masjid besar yang ada di Kota Blitar, saya berani masukkan Masjid Ar-Rahman dalam daftar masjid terbaik yang ada di Kota Blitar.

    Pengunjung dapat duduk lesehan dan berfoto santai di area depan, dengan latar belakang yang setiap tahunnya ganti-ganti. Kunjungan kali ini saya dapat foto berlatar masjid yang ada dua orang di samping kanan-kiri. Tahun lalu saat mengajak kakak sepupu ke mari, kalau tidak salah ingat latar belakangnya ada unta.




    Awal-awal datang ke mari setelah renovasi tahun lalu, saya kira tak boleh duduk lesehan di sini. Jebul malah saya bisa duduk lesehan sambil ngopi santai, ahahaha. Beberapa waktu sebelum kunjungan ini, saya dapat undangan bertemu teman yang kebetulan takmir Masjid Ar-Rahman, yang mana dapat banyak cerita tentang tempat ini. Salah satunya ya saya baru tahu bila di Masjid Ar-Rahman, pengunjung dapat duduk santai di area depan sambil makan, ngopi, bahkan ada yang bawa karpet sendiri, doongggg! Benar-benar wisata murah meriah penuh pahala. ~XD




    Pengunjung yang datang ke mari sangat beragam. Mulai dari balita, remaja, dewasa, hingga lansia. Takmir tidak membatasi, hanya saja pengunjung harus benar-benar menjaga kesucian, kebersihan, dan ketertiban saat di masjid.

    Di sebelah selatan teras terdapat fasilitas pemeriksaan kesehatan gratis yang meliputi tensi, BB, gula darah, kolesterol, dan asam urat. Pengunjung yang berminat bisa langsung melipir ke mari. Teman-teman saya beberapa waktu lalu dapat kesempatan periksa di sini, dan merasakan banget manfaatnya.





    Selain itu, ada fasilitas minuman air putih, teh, jahe, dan kopi yang disediakan secara gratis oleh masjid untuk para pengunjung, dan bisa minum sepuasnya! Benar-benar dibuat nyaman dalam berkunjung ke mari. Bahkan bila hari Jumat ada makanan khusus untuk jemaah yang salat Jumat di sini. Ramadan pun disediakan makanan berbuka untuk jemaah yang salat dan berbuka di Masjid Ar-Rahman. Benar-benar definisi masjid terbaik yang bikin nyaman beribadah.



    Masjid Ar-Rahman, Kota Blitar: Bikin Nyaman dan Betah Beribadah


    Memasuki pelataran teras bagian dalam, disuguhkan pemandangan yang menenangkan. Tempat yang lapang dan luas, dengan beberapa sudut yang terdapat beberapa Alquran dan tumpukan buku yasin. Biasanya bila Ramadan tiba, tempat ini penuh dengan jemaah perempuan.






    Tempat wudu disediakan di bagian depan dan belakang, dengan tempat yang luas, nyaman, dan bersih. Kemarin sempat intip yang bagian depan. Tempatnya nyaman banget dan pastinya tertutup, sehingga aurat pengunjung perempuan tetap terjaga.



    Fasilitas mukena juga disediakan aksesnya di ruang belakang dekat tempat wudu. Pengunjung dapat meminjam alat salat setelah wudu, dan nantinya bisa dikembalikan setelah selesai ibadah di tempat yang sudah disediakan. Mukena dijamin wangi, bersih, dan suci, karena memang dijaga betul-betul oleh pengurus masjid. Tidak salah bila masjid ini jadi kesayangan banyak orang. :"))

    Salat di dalam ruangan juga membuat betah beribadah lama-lama. Dengan pendingin ruangan yang terus berembus, bersih, rapi, juga karpet yang membentang dari utara ke selatan, membuat jemaah semakin nyaman. Hal lain yang jadi sorotan adalah bau ruangan yang harumnya persis dibuat seperti harum di Masjid Nabawi. Saya belum pernah ke Masjid Nabawi sih, namun dari penuturan teman dan pengurus masjid sana memang wanginya dibuat sama, bahkan diimpor dari sana (kalau enggak salah). Agar pengunjung bisa merasakan bagaimana nyamannya suasana salat di Masjid Nabawi.





    -------------------------------------------------------

    Kalau sedang mampir ke Blitar, wajib masukkan Masjid Ar-Rahman sebagai destinasi wisata yang harus dikunjungi! Kalau kamu, wisata religi mana yang jadi favoritmu? Tulis ceritamu di kolom komentar, yaaa!

    Ditulis guna memenuhi tantangan dari Blogger Perempuan Network,
    BPN Ramadan Blog Challenge 2024.
    Continue Reading

     


    Tahun 2022 sudah berjalan tiga minggu. Rasanya masih baik untuk menyusun rencana yang ingin dilakukan dan dicapai. Begitu pula dengan saya sendiri, meski sebenarnya bukan target dan rencana yang baru-baru amat, hahaha. Rata-rata tinggal meneruskan kebiasaan-kebiasaan baik yang telah dilakukan sejak tahun kemarin dan rencana yang baru dibuat, hanya saja di tahun ini berusaha untuk lebih konsisten dari tahun kemarin. Karena, apalah arti rencana, target, dan kebiasaan baru yang dibentuk bila tidak dieksekusi dan dilakukan secara konsisten?

    Beberapa hal yang ingin saya lakukan di tahun 2022 di antaranya:

    1.       Konsisten Berolahraga

    Tentunya untuk kebiasaan yang ini akan saya teruskan di tahun ini, karena banyak manfaat baik yang saya rasakan, apalagi setelah saya mulai latihan angkat beban di pusat kebugaran. Badan saya tidak gampang lelah, tidak mengalami kram perut saat memasuki siklus menstruasi, dan tentu dengan bonus badan semakin terbentuk, hehehe.

    Cita-cita jangka panjang saya adalah lincah sampai tua. Itu sebabnya bagaimanapun caranya, saya harus tetap menjaga stamina tubuh saya melalui olahraga yang bisa saya nikmati sepanjang usia.

     

    2. Mengenal Teh Lokal Indonesia Semakin Dalam

    Sejak tahun kemarin, saya mulai berkeinginan untuk mengenal teh lokal Indonesia yang beraneka ragam jenisnya, terpancing oleh utas yang lewat di beranda Twitter saya. Memang pada dasarnya saya menyukai teh sejak lama, tapi baru sadar untuk mengenal teh lebih luas lagi tahun kemarin, hingga saya berkeliling kota untuk mencari segala jenis teh yang ada di tempat saya. Sempat vakum di pertengahan tahun, namun akhir tahun mulai ada niatan untuk memulai kembali menyicipi teh, meski belum pro-pro amat, hahahaha.

    Tahun ini, pumpung masih ada di awal tahun, saya mencoba untuk membuat jurnal perjalanan dan mengoleksi teh kembali, terpancing dengan postingan di Twitter, yang membuat scrapbook kemasan teh yang sudah dicicipi. Saya terinspirasi untuk membuat jurnal perjalanan teh juga, merekap segala teh yang telah saya coba, bagaimana rasanya, ditambah dengan potongan kemasan teh lokal yang unik yang saya sukai.

    Sudah mulai mencicil sedikit demi sedikit, hahaha. Tidak mau stok banyak-banyak lagi. Lagi pula, saya masih menghabiskan stok teh lokal yang masih saya simpan, wkwk. Semoga rencana ini tidak jadi wacana. ~XD

     

    3. Makin Hidup dari Karya, Melanjutkan Cita-cita

    Setelah lepas dari perkuliahan, saya mengambil keputusan untuk meneruskan bisnis yang sudah saya jalankan sejak duduk di bangku sekolah, Aderation Project. Hal ini sudah saya jalankan hingga sekarang, yang mana saya menikmati segala proses jatuh bangunnya.

    Di tahun ini, rencana saya tetap melanjutkan bisnis saya yang sudah berjalan 8 tahun lebih, dengan dilakukan beberapa pengembangan, utamanya di bidang marketing dan produk. Rencana ingin membuat produk baru, dengan tidak melupakan produk lama, pastinya. Semoga bisa terlaksana! :D

     

    4. Konsisten Membuat Konten Tulisan (Blog Maupun Postingan Instagram), Foto, dan Video tentang Sudut Pandang, Kuliner, Serta Wisata di Blitar

    Sejak tahun 2018an, saya mulai memberanikan diri untuk lebih banyak menuangkan pikiran melalui tulisan dan membuat konten perihal wisata dan kuliner di Blitar, yang hasilnya sering saya bagikan di media sosial yang saya punya. banyak kebaikan yang saya dapatkan setelah melakukan ini. Relasi saya meluas, banyak rezeki mengalir yang datang tanpa saya duga sebelumnya.

    Memasuki tahun keempat memutuskan untuk rajin mengonten, saya tidak ada rencana berhenti atau vakum. Justru malah ingin banyak membuat konten baru mengenai ini dan terpikir untuk lebih konsisten mengenai ini.

    Tentunya dalam membuat konten tulisan, foto maupun video yang saya unggah di media sosial, saya memerlukan provider yang memadai, agar konten yang saya buat bisa terunggah dengan baik. Ditambah, saya juga harus menyiapkan kuota yang berbasis unlimited, agar tidak terhalang dengan keterbatasan kuota.

    Untuk hal ini, saya memercayakan provider Smartfren dalam membuat hingga mengunggah konten-konten dalam media sosial saya. Oh iya, di bulan Januari ini Smartfren menghadirkan paket unlimited terbaru dengan fasilitas double FUP, loh!

     

    Smartfren Unlimited Double FUP: Berselancar Dunia Maya jadi No Drama No Ribet

    Berdasarkan apa yang dituturkan oleh Bapak Djoko Tata Ibrahim selaku Deputy CEO Smartfren saat peluncuran paket Smartfren terbaru di tanggal 13 Januari kemarin,  pengertian FUP sendiri adalah Fair Usage Policy. Semisal kuota unlimited yang diberi sebanyak satu giga per hari selama 28 hari, karena FUP ini, jadi diberi kuota unlimited dua giga. Nah, di Smartfren ini, setelah pemakaian dua giga habis digunakan, internet masih bisa digunakan. Jadi, dengan double kuota ini diharapkan bisa medapat double fun, double positivity, dan double happiness. Huwow, menarik sekali!

    Smartfren Unlmited Double FUP: No Drama, No Ribet

    Manfaat double FUP tersebut mulai dari paket Smartfren Unlimited Harian Rp80.000 (1 GB per hari plus bonus double FUP 1 GB per hari) dan Rp100.000. (1,5 GB per hari plus bonus double FUP 1,5 GB per hari).  Berlaku selama 24 jam, bisa dipakai di semua aplikasi tanpa syarat, dan bisa dipakai dari lokasi mana pun. Yang lebih asyiknya lagi, bonus double FUP ini bisa didapatkan untuk pembelian paket dalam periode promo mulai yang dimulai dari 12 Januari 2022, loh!

    Selain itu, pelanggan juga punya banyak pilihan Unlimited Harian lain yang berlaku 24 jam dan bisa dipakai untuk semua aplikasi. Mulai dari Unlimited Harian Rp22.500 yang berlaku 7 hari, Rp40.000 untuk 14 hari dan Unlimited Harian Rp60.000 yang berlaku 28 hari.

    Pelanggan juga dapat mengumpulkan SmartPoin setiap kali membeli paket internet. SmartPoin yang didapat bisa ditukar dengan berbagai macam hadiah, mulai dari makanan atau minuman, items dalam game FreeFire atau Mobile Legends, ditukar jadi paket data atau hadiah menarik lainnya.

    Jadi makin sayang banget dengan Smartfren!

     

    Smartfren Menggandeng UN1TY Sebagai Brand Ambassador

    Bersamaan dengan peluncuran paket Smartfren Unlimited terbaru di tanggal 13 Januari 2022 kemarin, Smartfren juga resmi menggandeng UN1TY sebagai brand ambassador. Dipilihnya UN1TY sebagai brand ambassador karena memiliki semangat yang sama dalam kokreasi dan berkolaborasi, sekaligus menguatkan Smartfren sebagai brand yang membuka peluang industri kreatif. Bersama UN1TY, Smartfren ingin menginspirasi lebih banyak orang untuk terus berkarya, serta membuka berbagai peluang baru dengan memanfaatkan internet.

    Smartfren meluncurkan Unlimited Harian dan mengumumkan UN1TY sebagai brand ambassador Smartfren

    UN1TY sendiri merupakan grup musik yang beranggotakan 8 orang anak muda, yang secara konsisten mengajak anak – anak muda untuk terus berkarya dan menyebarkan semangat positif. Mereka adalah Farhan, Shandy, Gilang, Ricky, Fenly, Fajri, Zweitson, dan Fiki. Pada 2019 silam, grup musik ini memulai debut dengan dua single berjudul “Coba Cintaku” dan “Satu”. UN1TY sebelumnya juga pernah berkokreasi bersama Smartfren untuk membuat video musik “Friendzone”yang merupakan original soundtrack film televisi “Dari Jendela SMP”. 

    Rencana ke depannya, Smartfren bersama UN1TY akan menyelenggarakan WOW Special Concert dan Fansign Roadshow di 15 titik, serta berbagai program yang seru dan menarik yang dirancang khusus untuk mendukung anak-anak muda Indonesia melahirkan karya-karya kreatif yang positif.

    ----------------------------------------------------------

    Yang merasa berjiwa muda dan penuh dengan ide-ide kreatif yang menginginkan akses unlimited dengan double FUP, wajib banget dicoba Smartfren Unlimited Double FUP ini! Rasakan sensasinya no drama, no ribet, dan tentunya double fun, double positivity, dan double happiness. :D

    Continue Reading

     


    Sejak hadirnya vaksin Covid-19 di Indonesia, saya sudah antusias dan tidak sabar rasanya untuk segera mendapatkannya. Ini karena semakin hari, varian virus Covid-19 ini semakin berkembang dan makin cepat penularannya, hingga rasanya diri ini seakan-akan kejar-kejaran antara virus dan vaksin. Saya berdoa setiap harinya semoga saya segera mendapat jatah vaksin sebelum saya disapa dengan virus duluan, huhuhu (eh tapi semoga si virus nggak menyapa saya selamanya, deh!).

    Jebul ndilalahnya, di bulan Juni lalu saya mendapatkan informasi bahwa akan ada vaksinasi massal yang diadakan oleh Polres Blitar Kota, dalam rangka Hari Bhayangkara ke-75. Senang sekali! Saya pun langsung segera mendaftar melalui tautan yang telah tersedia. Persyaratannya juga tidak seribet yang saya kira. Hanya membutuhkan fotokopi KTP, usia di atas 18 tahun, dan badan dalam keadaan sehat.

    Tentunya sebelum saya memutuskan untuk ikut vaksinasi massal ini, saya sudah mencari informasi perihal vaksin yang akan saya dapatkan. Juga efek samping dari vaksin ini nantinya. Saya belum tahu pasti saat itu akan dapat vaksin apa, yang pasti saya mencari informasi akan jenis vaksin yang digunakan di Indonesia, serta efek samping yang akan muncul setelah vaksinasi, berdasarkan pengalaman dan informasi yang valid, tentunya. Untung banget saya kemarin mencari segala informasi penting tentang vaksinasi dengan menggunakan Smartfren GOKIL MAX, yang mana jaringan ini didukung dengan jaringan telekomunikasi Smartfren yang 100% 4G LTE dan kuota besar yang mencapai 36 GB, yang tentu saja bisa digunakan sepanjang waktu, mulai dari siang hingga malam. Mantap mania mancing deh, pokoknya! Saya bisa mengakses segala informasi tanpa sambat paketan ngadat. Dan juga, saya bisa daftar vaksin sesegera mungkin gegara ini! :D



    Oh iya, untuk saat ini juga sedang berlangsung program Rejeki WOW Periode 2, loh! Program Rejeki WOW Daily Treasure ini merupakan program apresiasi dari pihak Smartfren kepada seluruh pengguna Smartfren, baik itu pelanggan pra-bayar hingga paska bayar. Wuhuuuu, menyenangkan sekali rasanya bisa dapat hadiah menyenangkan dari Smartfren! Selain itu, ada opsi lain untuk mendapatkan hadiah dari Smartfren ini dengan cara mengikuti Download MySmartfren Challenge di Play Store. Wohoooo, udahlah ini saya bakal dapat vaksin gratis, bisa browsing informasi sepuasnya menggunakan kuota Smartfren GOKIL MAX, hingga dapat kesempatan untuk menang hadiah dari Smartfren, pulak! ~XD




    Cuss mari lanjut bercerita tentang vaksinasi Covid-19, yang mana saya sudah mendapatkan dosis vaksin secara full alias 2 kali dosis vaksin Covid-19!


    Vaksinasi Covid-19 Dosis Pertama: Menepis Rasa Takut Suntik dengan Afirmasi yang Positif

    Jujur, meski pada dasarnya saya senang sekali telah mendapat jatah kuota vaksin massal yang diadakan oleh Polres Blitar Kota, tetap ada perasaan takut yang menyelinap di hati saya. Iya, ini perkara saya yang takut akan jarum suntik. Entah mengapa, hingga dewasa ini perasaan takut disuntik tetap membayangi, kendati sudah beberapa kali mengalami yang namanya disuntik, hahaha.

    Untungnya, perasaan takut ini kalah dengan pikiran dan afirmasi positif yang terus saya gaungkan di benak saya sejak awal daftar vaksin. Ialah, “Vaksin adalah upaya untuk menjaga diri sendiri dan orang lain.”. Afirmasi ini cukup mengena di saya dan meredakan kekhawatiran yang saya punya terkait jarum suntik.

    Saya mendapat jadwal vaksinasi dosis pertama di tanggal 26 Juni 2021 pada jam 10 pagi. Hal yang saya persiapkan tentu saja sesuai persyaratan, ditambah dengan sarapan sebelum berangkat agar lebih kuat. Perasaan deg-degan tetap ada. Maklum nih, sobat overthinking, HAHAHAHA. Dengan ucapan bismillah dan afirmasi yang tentu saja selalu saya gaungkan, saya akhirnya berangkat.

    Suasana di lokasi vaksinasi cukup ramai, namun tetap kondusif menjaga jarak dan juga protokol kesehatan yang ketat. Jadwal vaksinasi memang sengaja dibagi per sesi jam, yang mana tujuannya adalah agar tidak terjadi penumpukan antrean vaksin yang berpotensi menimbulkan kerumunan.

    Proses vaksinasi yang diatur dengan rapi oleh petugas kepolisian

    Proses pertama setelah cuci tangan, cek suhu, cek data, dan dipersilakan duduk di kursi yang telah disediakan adalah proses skrining melalui daftar pertanyaan, yang mana tinggal mencentang sesuai dengan keadaan sekarang. Beberapa pertanyaan yang ada di dalamnya mengenai pernah terkonfirmasi positif Covid-19 atau tidak, sedang hamil/menyusui atau tidak, mengalami gejala ISPA dalan 7 hari terakhir atau tidak, memiliki riwayat penyakit jantung, asma, kelainan darah, autoimun, gagal ginjal, diabetes, dan penyakit bawaan lainnya atau tidak, dan masih banyak lagi. Skrining ini tentunya harus diisi dengan jujur dan seapa-adanya dengan kondisi yang sedang dialami, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan paska dilakukan vaksin.

    Setelah skrining selesai dilakukan, kemudian lanjut menunggu giliran untuk maju ke tahap cek tekanan darah sebelum pada akhirnya maju di meja vaksin. Tekanan darah yang dianjurkan untuk dilakukan vaksin, tidak boleh lebih dari 140/90. Tekanan darah saat vaksin pertama masih di batas normal, jadi saya langsung bisa dilakukan tindakan.

    Menuju vaksin dosis pertama. Di sini saya sudah deg-degan pol, hahahahahahah.

    Jujurly, rasa deg-degan itu muncul kembali, HAHAHAHAHA. Apalagi lihat tim vaksinator (petugas yang memberi vaksin) mulai mempersiapkan jarum suntik. Wadidaw, jantung saya serasa mau copot, jumpalitan ke sana ke mari, wkwkwkw. Rasanya ingin kabur dari kursi saja, tapi udah telanjur kepalang basah. Sudah tidak bisa bergerak mundur.

    “Ingat, Andhira. Sakitnya disuntik vaksin masih sakit ditinggal rabi.” – ucap saya dalam hati. Menghibur diri, ceritanya. Ya sebenarnya juga pengalaman pribadi juga sih kalau ditinggal rabi, ahahahahahahahah. Lah, ngapa kok jadi curhat, yak?  ~XD

    Petugas vaksinator dengan ramah menyapa saya, basa-basi terlebih dahulu sebelum menyuntik saya. Dan syuuuut! Tidak butuh waktu lama cairan vaksin masuk ke dalam tubuh saya melalui lengan kiri saya, tanpa saya merasakan sakit yang berlebihan. Bahkan rasanya tidak ada keluhan sakit! Masih sakitan kecubles jarum pentul, wuahahahaha. Sungguh aneh tapi nyata, sobat. ~

    Setelah itu tinggal menunggu kertas bukti vaksinasi pertama selesai dicetak sambil jaga-jaga tubuh apabila terjadi KIPI (Kejadian Ikutan Paska Imunisasi). Alhamdulillah, vaksin pertama bisa terlewati dengan normal tanpa ada keluhan. Tinggal menunggu pemberian dosis vaksin kedua, yang dilaksanakan satu bulan setelah pemberian vaksin Covid-19 dosis pertama. Oh iya, jenis vaksin yang saya dapatkan kemarin adalah CoronaVac, yang masih satu rumpun dengan vaksin Sinovac.


    Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua: Lengkap Sudah!

    Sebulan setelah dosis pertama vaksin Covid-19, saya pun lanjut mendapat dosis kedua, pada tanggal 27 Juli 2021. Kali ini lokasi vaksin dosis kedua tidak sama dengan vaksinasi dosis pertama, yang mana saya mendapatkan dosis kedua ini di Puskesmas Sukorejo. Lumayan jauh dari rumah, tapi demi vaksin dosis kedua, saya rela menempuh perjalanan yang lumayan jauh! Wqwqwq~

    Vaksinasi Covid-19 dosis kedua di Puskesmas Sukorejo, Kota Blitar

    Prosesnya sama seperti vaksinasi dosis pertama, yang mana tetap dilakukan skrining di awal seperti cek suhu, cek tekanan darah, dan juga mengisi daftar pertanyaan yang sama persis saat dosis pertama kemarin. Setelah itu antre untuk menunggu giliran dipanggil oleh petugas.

    Menuju vaksinasi dosis kedua. Rada deg-degan sedikit, wqwqwq~

    Perasaan deg-degan perkara jarum suntik masih ada. Namun karena saya sudah pernah disuntik vaksin sebelumnya, jadi saya tidak terlalu khawatir. Malah justru saya banyak tertawa, hahaha. Tidak menunggu lama, saya akhirnya dipanggil untuk dilakukan tindakan vaksin.

    Vaksin dosis kedua saya dilakukan di lengan kanan saya, yang mana dosis kedua ini mendapatkan CoronaVac, sama seperti vaksin dosis pertama. Dan, syuuut! Jarum suntik masuk ke dalam tubuh saya, yang membuat saya sedikit kaget karena lebih terasa nyut dibandingkan dosis pertama. Hahahaha. Tidak sampai membuat saya menangis, hanya kaget dan sempat meringis sesaat, wkwkwk.

    Kemudian proses berlanjut sama seperti vaksin pertama, menunggu cetakan kartu vaksin dan jaga-jaga tubuh apabila terjadi KIPI. Alhamdulillah, tidak ada keluhan lain yang mengganggu kecuali kaget dan njarem sedikit, hihihi.

    Lengkap sudah dosis vaksin yang telah dimasukkan ke dalam tubuh saya saat ini. Alhamdulillah!


    Efek Setelah Vaksinasi Covid-19 Dosis Pertama dan Kedua

    Untuk diketahui bahwa saya mendapat vaksin jenis CoronaVac, yang masih satu jenis dengan Sinovac. Tidak ada niatan memilih-milih vaksin, di pikiran saya saat itu yang penting dapat vakskin Covid-19, sebagai ikhtiar untuk melindungi diri dan orang lain. Jebul ternyata dapatnya CoronaVac.

    Tidak ada keluhan yang berarti di tubuh saya selain lebih mudah lapar dan mengantuk. Iya, saya super merasa mengantuk setelah vaksin kedua dilaksanakan. Selain itu, vaksin kedua lebih terasa jarum suntiknya masuk tembus kulit daripada vaksin pertama, wkwkw. Ada njaremnya, namun tidak terlalu terasa.

    Badan panas, meriang, dan linu-linu yang biasanya terjadi setelah selesai vaksin tidak saya rasakan. Entah ini faktor apa, saya juga tidak tahu, hahaha. Ini menandakan bahwa respons tubuh masing-masing orang memang berbeda-beda dalam menerima dosis vaksin Covid-19.

    Semua masih aman terkendali. Saya masih bisa beraktivitas setelah vaksin dilaksanakan, baik itu dosis pertama maupun dosis kedua. Alhamdulillaah.

    -------------------------------------------------

    Pengalaman vaksinasi Covid-19 yang meninggalkan kesan tersendiri bagi saya. Semoga bisa menjadi pandangan baru bagi teman-teman mengenai vaksin Covid-19, yang mana sangat dianjurkan pemerintah untuk dilakukan sesegera mungkin.

    Sehat-sehat untuk kita semua! Mari, saling jaga.



    Love,


    Andhira A. Mudzalifa

     

    Continue Reading


    Sepuluh hari lebih telah berlalu setelah postingan terakhir yang ini dan belum posting lagi gegara kesibukan dan rasa malas yang saling bersaing menguasai diri *lah, mulai lebay mbahahak*. Dasar saya sendiri memang blogger abal-abal, kadang kalau lagi nggak mood nulis ya nggak mau memaksakan diri untuk menulis, hahaha! Tapi kalau lagi mood, sehari bisa ngebut nulis beberapa draft ~XD (haduh, kenapa intronya selalu panjang sekali~).

    Jadi, sepuluh hari terakhir lebih ini ngapain aja?

    Sebenarnya banyak hal-hal menyenangkan yang saya lalui selama sepuluh hari terakhir ini. Salah satunya adalah saya genap (atau ganjil?) memasuki usia dua puluh lima tahun, dimana kata banyak orang, usia ini merupakan quarter life crisis. Heuheuheu.

    Tidak ada perayaan yang super heboh, apalagi kejutan dari teman-teman. Alih-alih perayaan, saya justru memilih untuk mematikan handphone saya sejak jam sepuluh pagi hingga petang, melipir liburan ke pantai yang ada di Blitar diajak oleh teman saya beserta bapak, kakak perempuan beserta keponakannya. Bersenang-senang menghabiskan hari yang menyenangkan bersama orang-orang yang menyenangkan.

    Melipir ke pantai yang ada di Blitar saat ulang tahun ternyata cukup menyenangkan. Oh iya, ini saya ke pantai dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan, ya. Tetap pakai masker dan nggak berkerumun. Untungnya pantai yang saya kunjungi ini nggak padat-padat amat saat itu :D

    Saya kira keluarga teman saya ini tidak mengetahui bahwa saya sedang berulang tahun hari itu, makanya saya woles saja. Eh, ternyata, sampai di pantai dan udah pada santai-santai dan makan, semuanya pada ngucapin selamat ulang tahun, hahaha. Kaget. Apalagi waktu pulang ke rumah, malamnya malah dapat kejutan dari keluarga sendiri, yang tetiba pada masuk kamar bawain roti donat dan terang bulan mini. Belum lagi ucapan-ucapan yang masuk lewat chat dan media sosial yang baru saya buka dan saya balas satu per satu setelah mengaktifkan ponsel. Bersyukur masih dikelilingi dengan orang-orang baik.

    Roti dari orang rumah, hahahahah

    Dapat kiriman roti dari teman sehari setelah hari ulang tahun HAHAHAHAHA, duh. Berasa apaan gitu~

    Dua puluh lima tahun. Umur yang dulunya saya gadang-gadang akan menjadi umur ‘emas’ bagi saya dengan pencapaian ini itu, sesuai dengan mimpi yang pernah saya tuliskan.

    Namun nyatanya, masih jauh. Jauh sekali. HAHAHAHAHAHA.

    Masih menjalani hidup yang ‘gini-gini’ saja. Masih belum mencapai mimpi yang begini dan begitu, masih dengan status single, yang, kata banyak orang, umur dua puluh lima ini harusnya memiliki seseorang dan menikah (bahkan teman sepantaran saya sudah ada yang menuju memiliki dua anak!). Hahahaha.

    Setahun belakangan menuju dua puluh lima tahun ini malah justru merupakan titik balik bagi saya pribadi. Saya belajar banyak hal, khususnya mengenal lebih dalam tentang diri sendiri, apa yang menjadi batas pada diri saya, hal-hal yang bisa saya toleransi dan tidak, lebih jujur terhadap diri sendiri bahwa saya manusia yang tidak sempurna masih banyak salah dan khilafnya, manusia yang masih terus menerus belajar karena kapasitas ilmu masih terbatas. Lebih fokus terhadap diri sendiri, lebih menghargai proses diri sendiri.

    Mengakui bahwa sedang tidak baik-baik saja juga salah satu hal yang saya pelajari banyak setahun belakangan. Membiarkan sedih datang tanpa menolak maupun mengelaknya karena itu merupakan emosi yang wajar yang dirasakan manusia. Its okay not to be okay, tidak perlu malu untuk mengakui bahwa diri sendiri sedang tidak baik-baik saja hehehe. Yang saya lakukan jika saya sedang tidak baik-baik saja biasanya untuk diam, memilih menghindar dan menghilang sejenak hahahaha (tipikal zodiak cancer sekali!). Pokoknya berusaha untuk mengontrol diri sendiri agar tidak merepotkan orang lain atas kesedihan saya haha (selama bisa saya hadapi sendiri, sih).

    Setahun terakhir sebelum memasuki seperempat abad ini lebih belajar banyak untuk menerapkan hidup penuh kesadaran di sini-kini alias mindfulness, terutama saat situasi pandemi ini. Belajar lebih menyadari dan fokus melakukan ini itu, agar tidak berpikir tiba-tiba waktu sudah terlewati begitu saja hahaha. Masih harus banyak belajar hingga sampai saat ini.

    Belajar untuk mindful living ini juga bebarengan dengan belajar hidup minimalis, sih. Kesadaran akan menjalani hidup ternyata berpengaruh juga kepada pengendalian diri saya, utamanya tentang berbelanja hahaha. Lebih sadar untuk berbelanja sesuai kebutuhan, bukan hanya sekadar lapar mata atau mengikuti tren saja. Hahaha. Meski juga terkadang masih khilaf melipir beli ini itu (terutama makanan, hahahaha).

    Satu dari sekian hal yang saya dapatkan setahun belakangan menuju dua puluh lima tahun selanjutnya adalah menyadari diri bahwa setiap orang memiliki jalannya masing-masing, yang tidak bisa dibandingkan satu sama lain. Jalan saya berbeda dengan jalan teman saya yang lain. Pencapaian saya tentu saja juga berbeda, yang tentunya tidak bisa dibandingkan karena tingkat pemahaman dan pengalaman setiap manusia itu berbeda.

    Menyadari bahwa tidak ada yang salah untuk memulai hal baru dari awal dan belajar hal baru, meski umur sudah kepala dua plus-plus hahaha. Bahkan saya sendiri masih ingin belajar memulai bisnis baru dan belajar ini itu, meski mungkin banyak yang bilang terlambat, hahaha. Tak apa, bukankah manusia sendiri itu dinamis dan terus berkembang pola pikir dan sudut pandangnya? Hihi.

    Beberapa hal yang saya rasakan juga ialah semakin sedikitnya lingkaran pertemanan. Betul saya semakin bertambah relasi, tapi hanya sebatas kenal dan say hello saja. Saya sendiri hanya memiliki lingkaran pertemanan yang itu itu saja, haha. Entah mengapa semakin berumur lingkaran pertemanan malah makin sempit, bahkan saya lebih sering sendiri ke mana-mana daripada dengan teman. Dan ternyata, lebih nyaman. Kapan-kapan akan saya bahas di postingan lain tentang rasa nyaman sendirian ke mana-mana.

    Lebih menikmati masa sendiri, tidak iri dengan status orang lain yang ‘sold out’ terlebih dahulu, ikut bahagia tanpa bertanya juga pada diri sendiri, ‘Aku kapan ya?’. Sebuah pencapaian pribadi, yang, saya pikir saya tidak bisa ada di titik ini namun ternyata saya justru malah lebih menikmati masa-masa single tanpa pasangan seperti sekarang ini. Belum terpikir lagi tentang pernikahan, malah. Hahaha. Entah sampai kapan, yang jelas, sekarang saya menikmati masa-masa sendiri ini.

    Foto diambil 3 hari setelah hari ulang tahun yang tetiba diajak main ke pantai yang ada di Blitar lagi hahaha. Oh iya, protokol kesehatan tentu saja saya terapkan ketika ke pantai. Abis foto langsung pake masker lagi. Selamat menghadapi dua puluh lima, hai kamu yang ada di foto!

    ----------------------------------

    Selamat menghadapi dua puluh lima, diri sendiri! Entah apapun nantinya yang akan dihadapi di umur ini, semoga Tuhan selalu memberi kekuatan pada diri ini. Semoga diberikan sehat dan bahagia selalu. Semoga makin hadir di sini-kini, makin fokus pada hidup sendiri, makin bertumbuh pola pikir dan sudut pandangnya, dan tetap waras. Hihihi.

    Adakah pesan-pesan dan nasihat dari teman-teman untuk saya dalam menikmati dan menjalani usia dua puluh lima tahun ini? Silakan tuliskan di kolom komentar, ya! ^^




    Love,



    Andhira A. Mudzalifa

    Continue Reading


    Berawal dari rasa penasaran akan postingan instagram story teman yang memotret sebuah sudut kedai kopi baru yang ada di Blitar, membuat saya mengagendakan untuk segera mengunjungi kedai kopi yang ada di daerah Blitar Kota bagian selatan ini. Tak terasa, sudah tiga kali ini saya berkunjung ke kedai kopi ini, dan saya malah lupa belum menulis ulasannya hahahaha. Oke, mari ditulis sebagai jurnal pribadi (dan buat isen-isen blog biar ada isinya, gitu).

    Waiki Coffee and Eat, Kedai Kopi Baru di Sisi Selatan Kota Blitar

    Berlokasi di Jalan Palem nomor 99 Rembang, Kota Blitar, kedai kopi ini berada di ujung selatan Kota Blitar, dimana tempat ini berada hampir di perbatasan antara Blitar kota dan Kabupaten Blitar. Bagi saya pribadi tak terlalu menjadi masalah, meski harus menempuh jarak yang lumayan hahaha. Toh juga terbayar dengan suasana kedai kopi ini, yang ternyata memang asyik dan menyenangkan.

    Atap Waiki Coffee and Eat yang belakangan saya tahu ini merupakan icon yang menonjol dari kedai kopi ini. Saya abadikan foto ini ketika kunjungan yang ketiga kalinya.

    Icon Waiki Coffee and Eat yang terpampang di depan kedai kopi. Menjadi salah satu spot foto. Pertama kali saya penasaran akan Waiki Coffee and Eat ini karena ada salah satu teman yang upload foto berlatar belakang icon ini hihi.

    Saat pertamakali berkunjung ke kedai kopi ini (yang mana kala itu hari ketiga pembukaan kedai kopi), saya merasa beruntung. Pasalnya, saya bisa bertemu dan berkenalan langsung dengan founder Waiki Coffee and Eat, Mbak Dipika Lauren dan Mas Daniel Bagas, dimana beliau berdua menyapa saya dan dua teman mengopi saya kala itu terlebih dahulu. Sebuah kesempatan bagi saya untuk mengulik lebih banyak dan lebih dalam lagi tentang kedai kopi ini (ya, saya selalu senang ketika berkunjung ke sebuah tempat baru dan bisa berinteraksi dengan pemiliknya langsung. Jadi tidak hanya untuk duduk, foto-foto, dan mecicipi saja).

    Menyandingkan Kedinamisan Kultur Coffee Shop dengan Sajian Kuliner Nusantara

    Mengalirlah cerita dibalik berdirinya Waiki Coffee and Eat dari Mbak Dipika dan Mas Bagas. Awal mulanya memang ingin mendirikan sebuah kedai kopi yang memiliki ciri khasnya sendiri, yang bisa menjadi pembeda dari kedai kopi lainnya di Blitar yang semakin menjamur. Akhirnya dipilihlah tema yang seperti diaplikasikan sekarang ini.

    Waiki, yang dalam bahasa jawa sendiri merupakan sebuah ungkapan senang akan hal yang telah dinanti telah datang seperti ‘Wah, ini!’. Menjadi sebuah doa dan harapan bahwa kafe ini nantinya akan tumbuh menjadi sebuah ruang favorit yang dinanti sebagai tempat berkumpul, berdiskusi, tempat menuangkan pikiran, maupun hanya sekadar tempat melepas penat untuk mengopi.

    Salah satu spot foto, yang bagi saya ini menjadi icon utama dari Waiki Coffee and Eat.

    Bagi saya pribadi, kedai kopi ini terlihat unik. Saya melihat bagaimana kedai kopi ini menyatukan antara idealisme dan hobi para founder, kultur coffee shop dan sajian kuliner nusantara, yang dikemas dan ditata secara apik. Ini terlihat jelas pada interior kedai kopi ini yang banyak dihiasi oleh pernak-pernik barang vintage, koleksi buku, dan miniatur sepeda, yang merupakan koleksi dari kedua founder.

     Icon utama dari Waiki Coffee and Eat, yang berisi pernak-pernik koleksi dari para founder



     Koleksi kamera lawas, atau saya dulu menyebutnya tustel. Hahaha. Kamu pernah difoto pakai kamera ini, nggak?

     Koleksi buku yang bisa dibaca di tempat. Bisa sebagai teman mengopi juga :D


    Baru pertama kali ini saya mendapati ada zine di sebuah kedai kopi. Sebuah ide bagus yang menarik! Bisa lebih mendekatkan diri dengan pengunjung dan penikmat kedai kopi ini :D

    Nilai plus dari kedai kopi ini adalah kursi yang dipakai tidak paten alias mudah untuk digeser-geser, yang mana hal ini membuat saya lebih mudah untuk menyesuaikan duduk yang nyaman bersama teman. Ini juga termasuk salah satu hal yang diimpikan oleh Mbak Dipika dan Mas Bagas untuk membangun sebuah kedai kopi tanpa ada batasan ruang yang menjadikan sekat untuk berkumpul, bertukar ide, berdiskusi, maupun hanya sekadar untuk berkeluh kesah bersama teman-teman.


     Nilai plus dari kedai kopi ini adalah kursi yang geser-able alias mudah buat digeser-geser alias nggak paten. Lebih mudah untuk menyesuaikan :D



    Di beberapa sudut kedai kopi ini juga terdapat tulisan-tulisan yang unik dan anti mainstream. Pemilihan diksi yang tidak menye-menye dan terkesan nggak puitis, membuat saya tertarik untuk mengabadikan tulisan-tulisan yang terpatri di sudut-sudut kedai ini.







    Ruang Redam: Memberi Kenyamanan dan Memicu Kegelisahan dalam Waktu Bersamaan

    Hal yang mendasari saya untuk segera mengunjungi Waiki Coffee and Eat ini adalah adanya Ruang Redam, yang pada awal pembukaan lalu menampilkan instalasi audio visual dan cahaya yang berkolaborasi dengan Mosh Museum, salah satu instalasi audio visual yang berbasis di Yogyakarta. Saya yang penasaran akan instalasi audio visual ini (yang baru pertama kali saya tahu di kedai kopi Blitar) langsung berencana untuk berkunjung. Beruntungnya, saya masih bisa menikmati penampilan audio visual ini dikarenakan pada saat kunjungan saya yang pertama kali itu merupakan hari terakhir instalasi audio visual ditampilkan.



    Bagi saya yang memang penasaran sejak awal tentang audio visual seperti ini sangat menikmatinya. Apalagi instalasi ini hanya satu-satunya yang saya ketahui di Blitar (bahkan diadakan di sebuah kedai kopi, pula). Menarik!




    Bonus saya ikutan nampang huahahaha. Awalnya ingin kayak foto siluet ala-ala, tapi nggak jadi. Meh -_-

    Tak Hanya Tersedia Menu Kopi

    Seperti yang saya ceritakan di awal postingan, bahwa kedai ini tidak hanya tersedia menu kopi-kopian saja. Mulai dari menu susu dan non kopi, menu teh dan squash, makan santai alias camilan, hingga makanan berat yang merupakan kuliner khas nusantara dimana saya jarang menemui sebuah kedai kopi yang juga menyediakan makanan berat sebagai teman mengobrol.

    Dibandrol dengan harga mulai dari 4000 rupiah untuk camilan santai dan 13000 rupiah untuk minuman, kedai kopi ini masih cukup terjangkau untuk daerah Blitar.





    View this post on Instagram

    Nggak ada pikir 2x di kamus kami!! Langsung gas kan ke sini 🔥🔥
    A post shared by Waiki Coffee And Eat (@waiki.kopi) on Jun 26, 2020 at 10:50pm PDT

    Beberapa kali ke sini, saya mencoba 3 menu yang cukup membuat saya penasaran, diantaranya Waiki Signature, Waiki Palma, dan Nasi Gandul. Overall, semua menu ini cocok di lidah saya.


    Jika sedang bingung menentukan apa yang harus saya coba, saya selalu memesan menu khas atau signature menu dari kedai kopi atau kafe yang sedang saya kunjungi. Untuk kunjungan pertama ini, saya mencoba Waiki Signature (IDR 15.000), yang merupakan es kopi susu dengan citarasa irish (perpaduan rasa krim, kacang, cokelat, dan vanila), masala (racikan khas india yang berbentuk seperti rempah), dan cinnamon. Rasanya unik dan nge-blend banget di lidah saya! Es kopi susu bercampur dengan rempah-rempah. 



    Saya juga sempat mencoba Nasi Gandul (IDR 20.000), yang merupakan kuliner Indonesia khas Pati, Jawa Tengah. Dimana saya belum pernah menemukan menu ini di Blitar. Semacam soto santan, yang isinya ada jerohan daging sapi bersanding dengan emping dan irisan telur rebus. Disajikan di lemper, menambah rasa tradisional menu ini. Overall, cocok di lidah saya. Gurih santannya pas, bumbunya mantap.


    Kunjungan terakhir di kedai ini, saya gambling lagi. Atas saran penyaji, saya dipilihkan Waiki Palma (IDR 15.000), yang merupakan es kopi susu dengan gula palm (gula aren). Cocok untuk pecinta kopi susu yang menyukai kopi yang ramah lambung! Rasanya nge-blend antara kopi susu dan gula arennya.

    ------------------------------------------------------

    Overall, kedai kopi ini bisa menjadi rekomendasi kedai kopi Blitar yang patut dikunjungi ketika ingin nongkrong. Mulai dari perkopian duniawi, camilan, hingga makanan berat tersedia di kedai ini. Jadi nggak perlu bingung jika kelaparan, langsung cuss pesan menu makanan yang tersedia :D

    Sudah tertarik mengunjungi coffee shop ini? Yuk, agendakan berkunjung bersama orang-orang tersayang! Jangan lupa tetap memperhatikan protokol kesehatan, ya!

    ------------------------------------------------------

    Waiki Coffee and Eat

    Lokasi:
    Jalan Palem nomor 99, Rembang, Kota Blitar

    Instagram:
    @waiki.kopi

    Tentang Kedai Kopi:
    Salah satu rekomendasi menarik yang patut dicoba. Tempatnya nyaman, cocok untuk mengobrol, berdiskusi, berkeluh kesah, hingga mengerjakan tugas. Fasilitas ada kamar mandi dan tempat ibadah. Cukup lengkap.

    WiFi:
    Yes!



    Love,



    Andhira A. Mudzalifa

    Continue Reading
    Older
    Stories

    Holla!

    Untitled-design-2

    Saya Andhira A. Mudzalifa, seorang perempuan biasa di balik semua postingan di blog ini yang suka bercerita, makan, dan jalan-jalan.

    Menyibukkan diri di Aderation Project dan Kirana Creative .

    Untuk menyapa lebih lanjut, bisa menghubungi lewat surel di andhira(dot)dee(at)gmail(dot)com

    Terima kasih telah mampir ke tempat di mana saya menuangkan segala cerita! Selamat membaca dan menikmati :)

    Temukan Saya Di

    • facebook
    • instagram
    • twitter

    Teman-teman

    Label

    #AyoNulis #BPNRAMADAN2024 #BPNRamadan2020 #BPNRamadan2021 #CatatanDuaEmpat #DiRumahAja Aderation Project Beauty Bodycare Cooking Crafting DIY Informasi Jelajah Blitar Journey Jurnal Tahunan Kafe Kuliner Life Lovely Place Makeup Pantai Blitar Rekomendasi Review Scarlett Smartfren Thoughts Tips Travelling Vaksinasi Writing Challenge cerita jalan-jalan

    Arsip Blog

    • ▼  2024 (17)
      • ▼  November 2024 (1)
        • Kenal Lebih Dekat dengan SoFresh: Sabun Cuci Pirin...
      • ►  Oktober 2024 (1)
      • ►  April 2024 (6)
      • ►  Maret 2024 (9)
    • ►  2023 (3)
      • ►  Juni 2023 (1)
      • ►  Februari 2023 (1)
      • ►  Januari 2023 (1)
    • ►  2022 (3)
      • ►  Maret 2022 (1)
      • ►  Februari 2022 (1)
      • ►  Januari 2022 (1)
    • ►  2021 (51)
      • ►  Desember 2021 (2)
      • ►  November 2021 (1)
      • ►  Oktober 2021 (1)
      • ►  September 2021 (1)
      • ►  Agustus 2021 (3)
      • ►  Juli 2021 (1)
      • ►  Juni 2021 (1)
      • ►  Mei 2021 (17)
      • ►  April 2021 (17)
      • ►  Maret 2021 (4)
      • ►  Februari 2021 (2)
      • ►  Januari 2021 (1)
    • ►  2020 (55)
      • ►  Desember 2020 (1)
      • ►  November 2020 (2)
      • ►  Oktober 2020 (2)
      • ►  September 2020 (4)
      • ►  Juli 2020 (4)
      • ►  Juni 2020 (4)
      • ►  Mei 2020 (22)
      • ►  April 2020 (11)
      • ►  Maret 2020 (1)
      • ►  Februari 2020 (1)
      • ►  Januari 2020 (3)
    • ►  2019 (48)
      • ►  Desember 2019 (3)
      • ►  November 2019 (1)
      • ►  Oktober 2019 (3)
      • ►  September 2019 (5)
      • ►  Agustus 2019 (3)
      • ►  Juli 2019 (2)
      • ►  Juni 2019 (1)
      • ►  Mei 2019 (6)
      • ►  April 2019 (3)
      • ►  Maret 2019 (9)
      • ►  Februari 2019 (11)
      • ►  Januari 2019 (1)
    • ►  2018 (10)
      • ►  Desember 2018 (1)
      • ►  Oktober 2018 (3)
      • ►  September 2018 (2)
      • ►  Mei 2018 (3)
      • ►  April 2018 (1)
    • ►  2017 (9)
      • ►  November 2017 (1)
      • ►  Oktober 2017 (1)
      • ►  Juli 2017 (1)
      • ►  Mei 2017 (1)
      • ►  April 2017 (1)
      • ►  Maret 2017 (2)
      • ►  Februari 2017 (1)
      • ►  Januari 2017 (1)
    • ►  2016 (16)
      • ►  Desember 2016 (3)
      • ►  November 2016 (2)
      • ►  Oktober 2016 (2)
      • ►  Agustus 2016 (2)
      • ►  Juli 2016 (2)
      • ►  Juni 2016 (1)
      • ►  Januari 2016 (4)
    • ►  2015 (4)
      • ►  Maret 2015 (1)
      • ►  Februari 2015 (3)
    • ►  2011 (1)
      • ►  Juli 2011 (1)

    Popular Posts

    • Usia Kepala Dua?
    • Sebuah Cerpen: Tentang Mengikhlaskan
    • A Flashback to Senior High School: Kangen!

    Saya Bagian Dari

    Logo-Blogger-Perempuan-Network-round-7

    Aderation Project

    Untitled-design-20240826-113829-0000
    Facebook Instagram Pinterest Tumblr Twitter

    Created with by BeautyTemplates

    Back to top