Tips Memilih Baju Lebaran untuk Si Minimalis

16.15.00



Entah dari mana budaya Lebaran harus mengenakan pakaian baru ini berasal. Namun yang jelas bukan dari lirik "Baju baru alhamdulillah, 'tuk dipakai di Hari Raya", karena kelanjutan liriknya pun berbunyi, "Tak punya pun tak apa-apa, masih ada baju tetangga yang lama". Jadi sebenarnya tak punya pakaian baru pun tak masalah, asal masih punya baju yang pantas dipakai untuk bertemu sanak saudara dan handai tolan.

Saya pun sebenarnya bukan tim harus beli baju baru saat Lebaran tiba. Memang pada dasarnya sedang meminimalisir jumlah pakaian yang dimiliki, jadi ketika menjelang Lebaran seperti ini tak panik lagi tentang baju yang sedang tren saat Idulfitri ahahaha. Tidak FOMO gitulah istilahnya. Selama masih pantas digunakan dan nyaman, saya pasti pakai. Tidak peduli dengan sindiran, "Kok bajunya itu-itu aja?" ~XD

Trik demi trik saya lakukan untuk menjaga baju agar tidak menumpuk. Membeli baju sekarang pun cukup banyak pertimbangan yang saya lakukan, yang tak sekadar berkutat di desain saja. Tips ini juga bisa kamu gunakan untuk kamu yang sedang berusaha hidup minimalis namun masih tetap ingin punya baju Lebaran. :D

1. Temukan " Strong Why" terlebih dulu agar makin yakin dan tak menyesal beli baju


Menemukan "Strong Why" alias mengapa atau alasan harus beli baju saat Lebaran tiba perlu dilakukan untuk kamu yang minimalis. Atas dasar apa belanja baju, apakah sedang tren ataukah memang dibutuhkan. Apakah hanya lapar mata saja atau "pumpung" ada diskon. Apakah baju lama sudah terlihat usang, sobek di bagian yang sulit dijahit, atau tak pantas lagi dikenakan.

Memang sedikit ribet di awal. Namun bila alasan kuatnya sudah jelas, akan lebih mudah untuk memilih dan memilah.

Sedikit cerita, Ramadan ini saya sempat punya keinginan beli tunik. Mempertimbangkan beberapa pakaian saya yang sudah jarang digunakan dan saya pilih 'pensiun'kan, akhirnya ada ruang untuk saya punya baju baru (penjelasan ini akan saya ceritakan di tips berikutnya, heuheu). Namun setelah beberapa hari mempertimbangkan, ternyata keinginan saya belum sekuat itu. Ditambah, budget yang harusnya untuk pakaian saya alihkan ke hal yang lebih mendesak, AHAHAHA.

Itulah pentingnya untuk menemukan "Strong Why". Pastikan diri jangan sampai goyah, ya!

2. Pilih baju yang warna, desain, dan modelnya tak lekang oleh waktu


Ketika ada kesempatan memilih baju Lebaran, sebisa mungkin pilihlah warna-warna netral yang tak habis dimakan usia. Untuk memperpanjang masa pakaian yang dikenakan agar tak mudah bosan. Biasanya warna-warna mencolok yang hanya tren saat itu saja lebih mudah bosan. ~

Penting juga untuk memilih desain dan model yang dari waktu ke watu tetap nyaman digunakan. Saya sendiri cukup mempertimbangkan hal ini, yang menyebabkan banyak pakaian harian saya jatuh di warna netral yang cenderung gelap, dengan desain-desain polosan tanpa manik maupun motif.

Kulot warna gelap dan tunik warna netral dengan desain polos adalah dua pasangan pakaian favorit saya, yang mana baru saya aplikasikan ke diri saya sendiri mulai tahun 2021an. Tunik dan kulot jadi tren yang tak lekang oleh waktu, dikenakan di zaman bagaimanapun tak akan bosan. Ada juga tunik yang saya miliki sejak 2016 dan masih awet saya kenakan hingga sekarang. ~XD

3. Pilih baju dengan bahan yang nyaman digunakan, menyerap keringat, dan tak bikin gerah


Saya cukup menyesal baru menyadari betapa pemilihan bahan terhadap pakaian itu di atas segalanya daripada hanya sekadar kalap pada model dan desain. Apalagi dengan pertimbangan harga yang murah meriah. Duh, sekarang menyesal banget rasanya. T-----T

Ternyata ada beberapa bahan pakaian yang tidak membuat nyaman di kulit. Tidak menyerap keringat, membuat panas, hingga menimbulkan bau badan yang mengganggu, yang berujung jadi tak nyaman. Saya baru sadar akan hal ini di tahun 2022, huhuhu. Cukup terlambat T---T

4. Pilih pakaian yang membuat nyaman beraktivitas dan leluasa untuk bergerak


Lebaran identik dengan berkeliling ke sana-sini. Pemilihan baju yang memudahkan diri untuk leluasa bergerak menjadi cukup penting untuk dilakukan. Saya pribadi lebih suka tunik - kulot, dengan pertimbangan mobilisasi saya cukup banyak, namun tetap sopan dan rapi.

Sesuaikan dengan diri sendiri, ya! 🙌

5. Tetap sesuaikan budget dan jangan kalap!


Yang paling penting adalah tetap memilih pakaian yang sesuai budget dan kebutuhan. Jangan hanya karena lapar mata, tetiba langsung kalap, wkwkkw. Pengingat untuk saya juga. ~XD

--------------------------------------------------------------------------

Itulah beberapa tips memilih baju Lebaran untuk Si Minimalis. Semoga dapat terbantu, ya!

Ditulis guna memenuhi tantangan dari Blogger Perempuan Network,

You Might Also Like

0 comments

Terima kasih telah meninggalkan komentar di blog ini dengan bahasa yang santun, tidak spam, dan tidak mengandung SARA.

Jangan sungkan untuk meninggalkan komentar di blog ini, ya! Saya senang sekali jika teman-teman meninggalkan komentar di tulisan saya ^_^

Mari menyambung silaturahmi dan berkawan :) (saya anaknya nggak nggigit, kok :D)