Serang Culture Festival 5: Festival Layang-layang

09.54.00



Baru saya sadari, event Serang Culture Festival 5 yang sudah berlangsung sejak tanggal 1 September ini sudah memasuki rangkaian acara terakhirnya, yaitu Serang Barong Festival. Dan saya malah belum menulis tentang event ini di blog, padahal sempat menghadiri waktu pembukaan event ini yang dibuka dengan acara Festival Layang-layang. HAHAHAHA. Baiklah, mari ditulis saja demi mengarspikan momen-momen bagi saya yang gampang pelupa ini.

Sejak tahun lalu, saya mulai mengikuti festival desa terbesar se-Blitar Raya ini, yang kala itu sudah berjalan tahun ke-4. Yap, tahun ini, Serang Culture Festival sudah berjalan tahun ke-5. Dan saya semakin salut dengan event yang berlangsung tiap tahun sekali di Pantai Serang ini, karena semakin menarik dan semakin keren!

Ah, ya. Saya belum bercerita apa sih Serang Culture Festival itu wkwkwk. Udah main ngecepres aja. Eheu.

Singkatnya, Serang Culture Festival merupakan sebuah event tahunan yang diselenggarakan di Pantai Serang, yang terletak di Desa Serang, Kecamatan Panggungrejo, Kabupaten Blitar. Biasanya, event ini diadakan sekitar bulan September, yang mana di bulan ini mulai memasuki bulan Suro, jika menurut perhitungan jawa.

Serang Culture Festival 5 kali ini mengusung tema Gunita Aguna Satwika. Tema ini diambil tiga kata dari bahasa sansekerta, yaitu “Gunita”, “Aguna”, dan “Satwika”. Gunita diartikan sebagai budaya atau kebudayaan, Aguna diartikan sebagai berguna atau bermanfaat, dan Satwika sendiri diartikan sebagai menyatukan budi dan jiwa. Dapat disimpulkan arti dari Gunika Agung Satwika adalah budaya bermanfaat menyatukan budi dan jiwa.

Selain Festival Layang-layang yang menjadi agenda pembuka dari Serang Culture Festival 5, terdapat beberapa rangkaian acara yang dimulai dari tanggal 1 September 2019 hingga 22 September 2019. Diantaranya ada Upacara Adat Larung Sesaji 1 Suro yang berlangsung tanggal 2 September 2019, dilanjutkan dengan Pentas Seni Jaranan pada siang harinya, dan untuk acara malam hari ada acara Pantai Serang Bersholawat Bersama Habib Ja’far Al Jufri.

Rangkaian acara seru lainnya ada Festival Patung Pasir yang diselenggarakan tanggal 8 September 2019, Pelepasan Tukik pada tanggal 14 September 2019 yang dilanjutkan dengan Serang Beach Jazz Festival pada malam harinya. Dilanjutkan dengan Serang Fishing Festival 2 pada hari Minggu 15 September 2019 dan Serang Beach Keroncong Festival pada hari yang sama di siang harinya. Rangkaian Serang Culture Festival ditutup pada tanggal 22 September 2019 dengan acara Serang Barong Festival.

Kebetulan, dari banyaknya rangkaian acara menarik diatas, yang bisa saya hadiri hanya Festival Layang-layang saja HUHUHUHU SEDIH. Soalnya kebetulan ada acara yang barengan, plus kebetulan juga nggak ada teman yang bisa diajak. Hiks sedih :’) tapi nggak papa, yang penting sempat hadir di salah satu rangkaian acaranya.

Acara ini dimulai pukul 9 pagi. Tapi saya baru berangkat dari rumah sekitar pukul 11 siang, karena menunggu teman yang baru bisa berangkat jam segitu. Untungnya hari itu saya bebas nggak ada tanggungan kerjaan, karena memang sengaja mengosongkan satu hari itu untuk liburan.

Perjalanan memakan waktu 1,5 jam dari kota Blitar. Lumayan melelahkan tapi juga menyenangkan, karena jalan yang saya lalui nggak begitu banyak yang rusak. Oh iya, harga tiket masuk Serang Culture Festival 5 untuk event Festival Layang-layang ini sebesar 15.000 rupiah. Harga yang cukup murah untuk event seperti ini.



Penonton yang membludak di event Festival Layang-layang. 

Festival Layang-layang kali ini terdapat empat kategori yang menarik untuk dinikmati, diantaranya ada kategori Layangan Gapangan, Layangan Hias  Tradisional, Layangan Naga, dan Kite Combat. Tentunya banyak model layangan yang unik dan menarik, yang tentunya super seru.




Kategori Layangan Hias. Yang kategori Layangan Gapangan nggak sempet moto gegara datang kesiangan HAHAHA. Untungnya acara masih awal banget.

Oh, iya. Tak hanya warga Blitar saja yang menjadi peserta di Festival Layang-layang kali ini loh. Festival Layang-layang dibuka untuk umum, bisa diikuti oleh siapapun. Ada beberapa peserta yang berasal dari luar Blitar diantaranya Trenggalek, Kediri, Tulungagung, dan Malang.

Peserta dari Trenggalek, yang membuat layangan hias dengan logo daerahnya sendiri :D

Yang paling saya nanti-nanti sih sebenarnya kategori Layangan Naga. Soalnya paling seru! Melihat naga dan ekornya meliuk-liuk di udara tuh, amazing banget bagi saya. HAHAHAH. Maaf ndesoh. Kalau nggak salah dengar dari pembawa acaranya, panjang ekornya mulai dari 60 meter hingga 120 meter. Wow.





 Meliuk-liuk di udara~ btw butuh 3 hingga 5 orang untuk menenerbangkan layang-layang model naga seperti ini.

Acara selesai sekitar pukul setengah 5 sore. Rencananya sih, pingin menikmati sunset di Pantai Serang, karena pantai ini (katanya) merupakan spot terbaik untuk menikmati matahari terbenam. Tapi apadaya, takut kalau pulang kemalaman. Dan kebetulan juga, si teman ngajak keponakannya yang masih SD hehehehe. Jadinya keinginan ini harus ditunda dulu, deh. Kapan-kapan kalau ada kesempatan lagi (....dan tentunya teman buat ngebolang). Pokoknya kudu wajib diagendakan kesini!

(Eh, kalau ada yang mau ngajakin ke Pantai Serang buat nonton sunset, bisa banget nih. Saya siap berangkat dengan senang hati :p)





Andhira A. Mudzalifa

You Might Also Like

0 comments

Terima kasih telah meninggalkan komentar di blog ini dengan bahasa yang santun, tidak spam, dan tidak mengandung SARA.

Jangan sungkan untuk meninggalkan komentar di blog ini, ya! Saya senang sekali jika teman-teman meninggalkan komentar di tulisan saya ^_^

Mari menyambung silaturahmi dan berkawan :) (saya anaknya nggak nggigit, kok :D)