FaceBook Instagram TikTok Twitter

andhirarum

    • Home
    • Tentang Andhira
    • Product
    • _aderation project
    • _Kirana Creative

    Memilih menutup 14 Februari tahun ini dengan menonton drama kolosal yang rutin dipentaskan setiap tahun, untuk memperingati pemberontakan PETA yang dipimpin oleh Soedanco Supriyadi. Tahun ini, sudah masuk tahun ke-74.

    Dan ngomong-ngomong, ini baru pertamakalinya saya nonton full. Sebelumnya selalu ada halangan terus. Heuheuheu.

    Kendati setiap tahun jalan ceritanya sama, yaitu tentang pemberontakan PETA (Pembela Tanah Air) yang dipimpin oleh Soedanco Supriyadi, tapi tetap saja drama kolosal ini selalu mendapat tempat di hati masyarakat Blitar. Banyak masyarakat yang berbondong-bondong menonton memadati area pertunjukan. Karena memang setiap tahun selalu ada pemain yang baru.

    Acara ini diselenggarakan oleh Sanggar Patrialoka, yang bekerjasama dengan Dewan Kesenian Kota Blitar. Total pemain yang terlibat di drama kolosal tahun ini sekitar 250 pemain, yang terdiri dari anak-anak hingga orang dewasa. Mengambil tempat di pelataran Monumen PETA, Jalan Soedanco Supriyadi, Kota Blitar.

    Dibuka oleh Bapak Wakil Walikota Blitar, Bapak Drs. Santoso, acara pementasan dimulai pada pukul 8 malam.

    Iringan suara gamelan dan karawitan, membuat saya terpesona dan langsung flashback jaman SD. Heuheu.

    Cerita dikemas dengan penuh tarian dan drama yang apik. Saya gak henti-hentinya kagum dan kemudian mikir, "Ini latihannya berapa lama ya? Kok bisa sekeren ini?" :D


    Hanya sesekali saya memotret, ketika scene berpindah dan pada momen tertentu aja. Soalnya lagi menikmati drama yang disuguhkan ~XD plus takut kalau pas motret-motret, tangan saya menghalangi orang-orang di belakang saya yang asyik menonton. Hehehehe simpel sebenernya. Tapi ini masalah adab yang cukup penting bagi saya :D Soalnya, dihalangi waktu asyik nonton itu gak enak ~XD

    Drama kolosal berlangsung sekitar 1 jam. Berakhir pukul 9 malam, yang ditutup dengan iringan lagu Indonesia Raya. Btw apa cuma saya yang ngerasa ya, lagu Indonesia Raya kalau dinyanyikan pada momen-momen tertentu, selalu bikin merinding? Huhuhu. Semalam saya merinding loh! Bukan efek malam Jumat














    MERDEKA!!

    Acara semalam pecah sekali! Terimakasih untuk Pemerintah Kota Blitar yang selalu rutin menyuguhkan acara drama kolosal untuk hiburan bagi Masyarakat Blitar! Semoga setiap tahunnya acara ini dapat dipentaskan dengan penampilan-penampilan yang memukau.

    Dan semoga selalu gratis. Hehehehe.






    Andhira A. Mudzalifa
    Continue Reading

    Beberapa hari lalu, saya nontonin IG story seseorang, yang bertema tentang hal-hal kecil yang membuat bahagia.

    Bacainnya sambil senyum-senyum, terus mikir, "Eh, iya loh! Ternyata hal itu bikin bahagia ya? Meski sederhana, bahkan tanpa disadari."

    Oh iya, saya dulu juga pernah bikin bahagia versi saya sendiri. Bisa dibaca disini :D


    Semakin dewasa, sepertinya ingin bahagia saja semakin susah. Ribet beud. Harus begini dulu, harus begitu dulu. Takut dibilang alay, takut dibilang berlebihan dalam berekspresi.

    Apa mungkin faktor usia juga kali ya? Terus tuntutan hidup dan masalah juga semakin kompleks, jadinya mau bahagia ala anak kecil gitu udah diremehin. Weh.

    Sebenarnya, justru kita bisa belajar dari anak kecil loh!

    Anak kecil itu gampang ketawa. Gampang berekspresi. Ketawanya jujur banget, gak dibuat-buat. Karena perasaannya juga jujur.


    Bisa nggak sih orang yang sudah berumur belasan bahkan puluhan tahun bahagia secara sederhana?

    Kalau menurut saya, bisa!

    Gimana caranya?

    Menyederhanakan bahagia. Yang tidak melulu karena materi.

    Dimulai dari bagaimana kita jujur pada diri sendiri. Mensyukuri hal-hal kecil yang terjadi pada hari ini. Membuat hati lebih peka terhadap sekitar.

    Bagaimana kita tertawa dengan lepas. Bagaimana kita menikmati, mengekspresikan rasa bahagia itu tanpa harus terbebani "nanti-selanjutnya-gimana-ya", atau "nanti-ada-yang-bilang-alay-nggak-ya".

    Dan pada akhirnya, bahagia itu bagaimana kita menerima diri kita. Seutuhnya. Lebih kurangnya.

    Yuk, belajar sama-sama! Agar hidup lebih chill dan tidak sepaneng :D

    Ini contoh bahagia sederhana versi saya, ya:

    • Bangun pagi
    • Salat shubuh tepat waktu
    • Keluar rumah, hirup udara seger
    • Jogging pagi
    Dst
    Dst

    Mungkin ada yang berbeda. Remeh dan sederhana sekali, bukan? Bahkan kadang malah diabaikan. Hehe.

    Nggak papa. Setiap orang memiliki kadar bahagianya masing-masing. Asal nggak ngganggu bahagianya orang lain mah, bebaskeun!

    Kalau saya pribadi, yang sederhana aja sudah bisa, ngapain harus nunggu mewah- mewah dulu :D. Kadang hal kecil yang kita remehkan, justru malah yang membawa bahagia loh. Hehe.

    Selamat menyederhanakan bahagia!



    Love,



    Andhira A. Mudzalifa
    Continue Reading
    "Sesuatu yang besar itu memang dimulai dari langkah setapak demi setapak. Santai aja. Dinikmati prosesnya."

    Belajar berbagi melalui public speaking, adalah salah satu keinginan saya dalam hidup. Dan keinginan ini sempat saya tempel di vision board yang saya buat beberapa bulan lalu. Tapi saya cuma mikir, "Ya udah, lah. Tempel aja dulu. Doa aja dulu. Biar skenario Allaah yang jalan."

    Emang bener deh ya, mimpi kalau ketemu sama kesempatan jadinya keajaiban. Rezeki.

    Dan, kesempatan itu datang. Berawal dari Mas Pandu Aji Wirawan, yang tetiba kontak saya buat ngisi acara yang diadakan teman-teman KKN IAIN Tulungagung yang ada di daerah Genengan, Doko, Kab. Blitar. Pelatihan untuk para pelaku UMKM dan Karang Taruna di Genengan.


    Kalau gak salah, itu H-2 acara. Terus rada gupuh, dong. Belum nyiapin apapun. Materi juga belum disiapin ~XD akhirnya ngebut bikin materi sehari dan kelar.
    Agak deg-degan, sih. Soalnya baru pertama kali ngomong di depan orang banyak. Dan langsung terjun ke masyarakat, pula. Heheheu.

    Saya disini membahas gimana cara memfoto produk yang menarik, hanya dengan menggunakan kamera handphone. Menekankan bahwa keterbatasan alat, tidak punya kamera bagus, bukan menjadi alasan untuk tidak berkarya. Mengajak beliau semua agar memaksimalkan fasilitas yang ada di handphone mereka.

    Simpel, sebenarnya. Bukan materi yang muluk-muluk. Tapi butuh dilatih dan belajar banyak-banyak. Mengingat audiens kemarin kebanyakan ibu-ibu dan juga bapak-bapak :D

    Belepotan dikit (apa banyak ya? Hahahahaha), namanya juga pertama. Noob. Harus belajar banyak-banyak. Ditambah mata saya pas lagi berair gegara kemasukan debu, pula. Jadinya pas presentasi agak gak konsen huhuhu. Tapi gapapa. Gak terlalu ngehalangi banget.

     Dari kiri ke kanan: Saya - Mas Pandu Aji - Adik Devi, sebagai moderator acara ini

    Peserta pelatihan yang kebanyakan ibu-ibu ~XD


    Pengalaman pertama! Alhamdlillaah



    Kadang, diri sendiri emang butuh ditantang sesuatu yang baru biar berkembang. Gak cuma gitu-gitu aja. Meski awalnya gupuh, tapi di akhir plong banget. Lega.

    Semoga sedikit yang dibagikan kemarin ada manfaatnya.

    Terimakasih teman-teman KKN IAIN Tulungagung 2019 buat kesempatannya kemarin, ya! Terimakasih juga untuk anggota Karang Taruna Genengan dan warga Genengan yang meeupakan pelaku UMKM daerah Genengan.

    Dan gak lupa terimakasih buat Mas Pandu Aji yang bilang, "Ngono wi ben wani ngomong" heuuuu dasar wkwkwk. Terimakasih atas kesempatan dan kepercayaannya, Mas!

    Justru saya disini yang belajar banyak, loh!

    Oh iya, btw waktu ngisi acara kemarin, saya dibawain oleh-oleh dari desa Genengan, yang memiliki kelompok asuhan mandiri tanaman obat keluarga terbaik se-Kabupaten Blitar.

    Dan Blitar patut bangga. Karena Asman Toga Bersemi ini mendapat juara 1 Lomba Asman Toga Tingkat Nasional untuk Kategori Kawasan Desa waktu bulan November 2018 kemarin loh :D

    Isinya ada Kerupuk Gaplek, Sirup Jahe, Jaslang (Jahe, secang, dan akar alang-alang) Instan, Souvenir Toga Kering, dan juga Krupuk Rengginang.

    Kerennya lagi, ini semua sudah dikembangkan menjadi sebuah UMKM :D dan denger-denger, bakal dijadikan wisata edukasi juga! Semoga saja. Kita tunggu saja beritanya.



    Kerupuk Gaplek  - Jaslang (Jahe, Secang, Akar Alang-alang) Instan, Kerupuk Rengginang, Souvenir Tanaman Obat, dan Sirup Jahe

    Alhamdulillaah. Semoga kedepannya diberi kesempatan buat belajar lagi ^^




    Love from Blitar,



    Andhira A. Mudzalifa
    Continue Reading
    Beberapa tahun terakhir, Blitar mengalami perkembangan yang cukup pesat. Salah satu perkembangannya ialah, mulai maraknya kedai kopi dan kafe yang menjadi tempat nongkrong para generasi milenial.

    Sebenarnya, saya bukan seseorang yang ngebet nyobain kafe dan kedai kopi terbaru. Kadang nih, saya malah gak tau kalau ada tempat nongkrong baru. Seringnya malah nyobainnya pas udah beberapa bulan kafe itu dibuka.

    Tapi entah kenapa, saya tertarik dengan kafe ini. Kalau gak salah, baru buka tahun ini. Malah sepertinya masih buka baru-baru ini, kok. Saya tahunya beberapa hari yang lalu, waktu gak sengaja lewat sini. Karena namanya cukup menarik perhatian saya; Dengan Teman.

    Saya belum tahu kenapa kafe ini dinamakan Dengan Teman. Kapan-kapan kalau kesini lagi, mau tanya-tanya deh! Hihihi. Karena yang saya tahu, biasanya sebuah kafe selalu di konsep dengan apik. Terutama namanya. Selalu ada filosofi dan cerita tertentu dibaliknya. Heuheuheu.

    Jam menunjukkan pukul 8 malam, ketika saya sampai di kafe ini. Lumayan malam, karena pas mau berangkat kesini terjebak nostalgia hujan dulu. Huhu.


    Interior yang minimalis, dengan dominan cat berwarna putih. Ini yang saya amati pertamakali ketika masuk di kafe ini. Khas kafe sekali. Beberapa meja dan kursi yang disediakan dengan berbagai macam desain. Ada yang khusus untuk sendirian, berdua, maupun grup.


    Kenapa ini cute sekali huhuhu

    Suasana kafe cukup tenang. Gak berisik. Hanya ada beberapa orang mengobrol di ruang luar. Apa karena cuaca sedang hujan, ya? Heuheuheu.

    Menyenangkan sekali! Karena kadang saya pusing kalau nongkrong di tempat yang banyak orang. Heuheuheu.



    Seorang pramusaji dengan ramah menyapa, dan menawarkan (tak lupa juga bercerita tentang) beberapa menu yang tertulis. Cukup lama memilih, saya menjatuhkan pilihan di Caramel Latte.

    Harga yang ditawarkan cukup murah. Standarlah dengan kafe di Blitar lainnya. Dibandrol mulai harga 9.000an. Untuk menu saya sendiri (Caramel Latte), dibandrol dengan harga 16.000 saja!

    Untuk rasanya, saya ngerasa lebih dominan susu dan espressonya. Karamelnya tidak terlalu dominan, sih. Tapi udah lumayan enak lah. Dan disediakan gula tambahan loh kalau dirasa kurang manis heuheuehue. Kalau kurang manis, tinggal lihat kaca aja alias lihat diri sendiri wkwkw.

    Caramel Latte yang saya pesan. Dominan rasa susu dan espressonya. IDR 16.000.

    Oh iya, disini juga ada beberapa dessert. Tapi sayangnya, waktu kesana kok sudah habis huhu. Efek kemalaman. Padahal menu dessertnya ada makanan favorit saya :")




    Overall, saya sudah cukup puas di Dengan Teman ini. Rasa penasaran saya sudah terbayar. Minuman, fasilitas yang cukup lengkap, dan suasana yang tenang. Kapan-kapan, harus nyobain lagi! (Dan semoga waktu kesini lagi gak kehabisan dessert heheheheu)

    Dengan Teman

    Lokasi:
    Jalan Mawar no 53B, Sukorejo, Kota Blitar, 66121


    Jam Buka:
    Sen - Min:14.00 - 22.00


    Instagram:
    @dengan_teman


    Rekomendasi Menu:
    • Caramel Latte IDR 16.000
    Signature Menu from this cafe:
    • Chococinno IDR 16.000
    • Coconut Coffee IDR 14.000


    Tentang Kafe:
    Suasana menenangkan! Pelayanan cukup cepat. Tempatnya sangat bersih. Fasilitas colokan ada di setiap meja. Tempat dapat digunakan untuk mengejarkan tugas, hangout bersama teman, dan juga meeting dengan beberapa orang.


    Untuk fasilitas toilet, belum cek lebih lanjut.

    WiFi:
    Not yet. Sepertinya karena tempatnya masih baru. Semoga nanti kalau kesana lagi sudah ada WiFi :D




    Love,


    Andhira A. Mudzalifa
    Continue Reading


    Beberapa bulan terakhir, lagi demen-demennya dengerin lagu dari Mas Kunto Aji.

    Entah kenapa, lagu-lagu di album Mantra Mantra ini..... magis semua.

    Pertamakali yang saya dengar dari album ini adalah Rehat. Yang mana membuat saya begitu tenang ketika mengambil jeda dalam hidup. Menjadi salah satu lagu favorit pengantar tidur.

    Lagu favorit kedua setelah Rehat adalah Saudade.

    Yang terbesit dalam pikiran ketika mendengar lirik lagunya adalah, dua orang yang paling berharga dalam hidup; orang tua.

    Meski tidak meminta untuk dilahirkan menjadi anak pertama (karena sudah takdir), tapi saya bersyukur.

    Bagaimana saya menjadi yang pertama untuk sepasang suami istri berubah statusnya menjadi orangtua.

    Bagaimana kedua orangtua ini belajar mengasuh, merawat dan membesarkan seorang anak untuk yang pertamakali. Belajar mendidik, menentukan pilihan sekolah untuk yang pertama. Belajar mengikhlaskan dan melepaskan anak pertamanya ini ke tanah rantau, meski kekhawatiran terus membayangi.

    Meski saya belum ada di posisi beliau berdua seperti saat ini, tapi dari beliau berdua, saya belajar sesuatu. Bahwa sejatinya, hidup adalah sebuah pembelajaran dan perjuangan yang tak pernah henti. Bagaimanapun fasenya.

    Ngomong-ngomong, gimana sih rasanya menjadi anak pertama?

    Hmmm.......

    Dulu, saya pernah merasa harus menjadi yang terbaik. Karena saya harus menjadi contoh yang baik bagi kedua adik saya. Menjadi seorang panutan.

    Padahal kedua adik saya tidak memintanya. Hanya saja, saya takut mereka tumbuh menjadi orang yang melakukan tindakan buruk kemudian dijudge sana-sini karena 'mencontoh' kakaknya.

    Saya juga pernah merasa orangtua seakan menuntut saya harus sukses. Harus bisa ini itu. Saya menjadi harapan terbesar bagi mereka.

    Jadinya saya tertekan.

    Tapi pada akhirnya, saya menyadari bahwa itu hanyalah pikiran saya saja.

    Padahal, kedua orangtua dan adik-adik saya, hanya ingin saya bahagia. Hanya menginginkan yang terbaik untuk saya. Tidak pernah menuntut harus sesukses si A, harus sekaya si B.

    Memang benar, anak pertama adalah anak yang merasa bertanggungjawab terhadap apapun. Terhadap keluarga, terhadap adik-adiknya.

    Untuk saat ini, yang bisa saya perjuangkan dan tunjukkan kepada mereka adalah rasa tanggungjawab saya terhadap jalan yang saya pilih saat ini. Membuktikan bahwa saya bisa bertahan. Sesulit apapun risiko yang harus dilalui. Jatuh bangun yang harus dihadapi.

    Karena salah satu bekal terpenting untuk menghadapi dunia kelak adalah, rasa tanggungjawab. Memilih semua pilihan dengan penuh kesadaran; memperhitungkan semua untung rugi, dan risiko yang dihadapi.

    "Jadi, jadi
    Besar dan bestari
    Serap, serap
    Yang baik untukmu
    Apapun yang kau hadapi."


    Semangat, anak pertama! Bahu kita diciptakan lebih kuat olehNya.

    Mari berjuang sama-sama!



    Peluk dari jauh,



    Andhira A. Mudzalifa.
    Continue Reading

    Diberi kesempatan untuk berkuliah selama tiga tahun di luar kota tempat tinggal saya yang sekarang, mengharuskan saya untuk menjadi anak rantau. Karena jarak kota tempat saya berkuliah sama rumah saya ini sekitar 150 km, atau kurang lebih 4 jam perjalanan. Mau tidak mau, saya harus menjalani kehidupan menjadi anak kos. Yang ternyata, seru abis hahaha. Salah satunya adalah, bagaimana menyiasati uang saku yang diberikan agar bisa cukup untuk sebulan.

    Heuheuheu.

    Sebagai awalan, setiap bulannya saya diberi uang saku sekitar kurang lebih Rp 1.500.000. Yang Rp 550.000 saya sisihkan langsung untuk bayar kos dan tanggungan WiFi. Dan sisanya, baru uang saku saya secara utuh.

    Sedikit? Alhamdulillaah. Disyukuri saja :D kadang juga masih ditambahin. Tergantung kebutuhan juga, sih. Heuheuheu.

    Jadi tips berhematnya giname neeech?

    Woi. Sabar, Netizen. Sabar.

    Yang perlu kita lakukan pertamakali adalah......

    ......berdoa. Agar dicukupkan rezekinya.

    AAMIIN!

    *Langsung digampar*

    Oh okay. Mari kita kemon.

    Yang pertama adalah, bawa setrika dan magic com sendiri!

    Dulu waktu ngekos, saya dan sahabat saya bagi tugas. Saya bagian bawa setrika, sahabat saya bagian bawa magic com.

    Ini pengiritan yang lumayan ngaruh di saya, sih.

    Ngirit beberapa belas ribu rupiah buat ngelaundry. Nyuci + setrika sendiri. Plus masak nasi sendiri (kalau masak nasi, seringnya buat makan malem heheheu. Mayan ngirit banget lah).

    Untuk jadwal nyuci, bisa dilakuin abis pulang kuliah/mandi sore/malem. Seminggu dua kali. Kuncinya, disiplin! Gak boleh menunda dan males ~XD
    Satu hal yang saya percaya; "Semakin cucian numpuk, hasrat untuk mencuci semakin sirna."

    Wkwkwkwkwk ~XD

    Kalau setrika, bisa dilakuin seminggu sekali. Mending numpuk pakaian bersih daripada numpuk cucian. Heuu.

    Yang kedua. Hitung secara rinci budget buat makan.

    Kebanyakan budget anak kos yang paling kalap tuh di bagian makanan. Alesannya, bosen. Pengen macem-macem. Pengen ini itu. Tapi abis itu ngeluh karena duit tetiba menguap begitu saja.

    Heu. Memanglah..... -____-

    Saya sendiri punya komitmen, sehari harus cukup Rp 20.000. Bahkan kalau bisa, kurang dari itu.

    :))))

    Agak gila, memang. Mengingat saya berkuliah di ibukota Jawa Timur. Tapi nyatanya bisa-bisa aja, kok! Yah, walau kadang-kadang khilaf njajan serebu lima rebu hahahaha.

    Saya jarang banget sarapan (jangan ditiru buat yang punya maag). Seringnya bawa bekal buat makan siang di kampus. Beli di warung deket kos. Isinya nasi + lauk tahu goreng + sayur sop/capcay . Totalnya Rp 6000- Rp 7000. Terus buat makan malem, saya sering nanak nasi bareng sama sahabat saya. Beli lauk di warung langganan kalau sore. Tahu + sayur, totalnya Rp 4000.

    Atau kalau bosen, stok aja telur, mie, atau sosis. Atau sambel goreng kering. Atau abon. Btw, saya selalu stok telur 1/4kg, sosis 2 buah, mie 2 buah, plus sambel goreng kering yang saya bawa dari rumah kalau lagi pulang kampung. Jaga-jaga kalau saya sedikit bosan.

    Tapi saya bersyukur, saya bukan orang yang gampang bosenan perkara makanan. Entah ini karena the power of ngirit atau gimana. Wuakakakakaka.

    Terus jugaaaaaa, jangan lupa bawa botol air minum sendiri! Beli air galon yang 10 Liter. Cukup buat 2-3 minggu. Lebih sehat dan huemat :D

    Kalau njajan, ada batasannya juga. Sekitar 2000-5000an. Biasanya kan ada yang jualan makanan buat danus :p wkwkwkwk itung-itung saya ikut bantuin, lah. Heuheuheu.

    Yang ketiga, perinci semua kebutuhan! Mulai dari kebutuhan mandi, kebutuhan kewanitaan, maupun kebutuhan lainnya.

    Misal nih: beli pasta gigi, beli sikat gigi, beli sabun mandi, shampoo, sabun cuci baju.Kalau saya, pake ilmu 'titen'. Jadi niteni, habisnya kira-kira kapan. Sekitar 2-3 bulanan, atau sebulan sekali. Atau berapa deh. Yang rutin sebulan sekali biasanya sabun cuci baju (yang mana saya belinya sachetan) dan juga kebutuhan wanita haid. Heheu.

    Kebutuhan lainnya yang merupakan kebutuhan wajib adalah bensin! Karena saya bawa motor sendiri. Bensin sendiri saya budgetkan sebesar Rp 10.000/minggu. Karena saya pake motor cuma buat ke kampus doang. Jarang banget kemana-mana kalau nggak darurat ~XD

    Ya meski kadang lebih dari itu, sih. Tapi gak nyampe Rp 50.000/minggunya.

    Umm, apalagi ya? Woiya, ngemall!

    Tips buat ngemall adalah, gausah beli apa-apa!

    Heuheuheuheuheuheuehueheu.

    Saya mah kalau ngemall, cuma modal Rp 3.000 buat parkir plus Rp 14.500 buat beli Pok-pok (kalau kepengen banget). Doooh ancen kebacut. Sebelum ngemall, udah makan duluan di luar. Karena seperti yang kita tahu, makan di mall itu mihil-mihil. Membuat dompet menangyz.

    Kalau takut khilaf, bisa diperinci dulu mau beli apa sebelum ngemall. Budgetnya sesuain sama barang yang kamu beli.

    Nah, kalau seumpama ke mall-nya sama temen dan ngerasa sungkan karena gak beli apa-apa, let me tell you something,

    "Gosah sungkan! Bilang aja udah makan/lagi puasa."

    Ekekekekekekek. Cukupin dolan seminggu sekali. Gausah sering-sering hahahaha.

    Terus apalagi, ya? Hmmm....

    Intinya adalah, disiplin dan konsisten! Jaga komitmen yang sudah disepakati sama diri sendiri. Jangan lupa catet semua pengeluaran maupun pemasukan.

    Ini emang susah, sih. Kadang masih kegoda ini itu. Tapi kalau di awal udah tau komitmen, pasti akan lebih mudah.

    "Yang paling susah adalah melawan diri sendiri dan segala keegoisannya."

    Semangat! Ei. Jangan lupa menabung~~~



    Salam Sobat Ngirit nan Medit,


    Andhira A. Mudzalifa
    Continue Reading
    Newer
    Stories
    Older
    Stories

    Holla!

    Untitled-design-2

    Saya Andhira A. Mudzalifa, seorang perempuan biasa di balik semua postingan di blog ini yang suka bercerita, makan, dan jalan-jalan.

    Menyibukkan diri di Aderation Project dan Kirana Creative .

    Untuk menyapa lebih lanjut, bisa menghubungi lewat surel di andhira(dot)dee(at)gmail(dot)com

    Terima kasih telah mampir ke tempat di mana saya menuangkan segala cerita! Selamat membaca dan menikmati :)

    Temukan Saya Di

    • facebook
    • instagram
    • twitter

    Teman-teman

    Label

    #AyoNulis #BPNRAMADAN2024 #BPNRamadan2020 #BPNRamadan2021 #CatatanDuaEmpat #DiRumahAja Aderation Project Beauty Bodycare Cooking Crafting DIY Informasi Jelajah Blitar Journey Jurnal Tahunan Kafe Kuliner Life Lovely Place Makeup Pantai Blitar Rekomendasi Review Scarlett Smartfren Thoughts Tips Travelling Vaksinasi Writing Challenge cerita jalan-jalan

    Arsip Blog

    • ▼  2024 (17)
      • ▼  November 2024 (1)
        • Kenal Lebih Dekat dengan SoFresh: Sabun Cuci Pirin...
      • ►  Oktober 2024 (1)
      • ►  April 2024 (6)
      • ►  Maret 2024 (9)
    • ►  2023 (3)
      • ►  Juni 2023 (1)
      • ►  Februari 2023 (1)
      • ►  Januari 2023 (1)
    • ►  2022 (3)
      • ►  Maret 2022 (1)
      • ►  Februari 2022 (1)
      • ►  Januari 2022 (1)
    • ►  2021 (51)
      • ►  Desember 2021 (2)
      • ►  November 2021 (1)
      • ►  Oktober 2021 (1)
      • ►  September 2021 (1)
      • ►  Agustus 2021 (3)
      • ►  Juli 2021 (1)
      • ►  Juni 2021 (1)
      • ►  Mei 2021 (17)
      • ►  April 2021 (17)
      • ►  Maret 2021 (4)
      • ►  Februari 2021 (2)
      • ►  Januari 2021 (1)
    • ►  2020 (55)
      • ►  Desember 2020 (1)
      • ►  November 2020 (2)
      • ►  Oktober 2020 (2)
      • ►  September 2020 (4)
      • ►  Juli 2020 (4)
      • ►  Juni 2020 (4)
      • ►  Mei 2020 (22)
      • ►  April 2020 (11)
      • ►  Maret 2020 (1)
      • ►  Februari 2020 (1)
      • ►  Januari 2020 (3)
    • ►  2019 (48)
      • ►  Desember 2019 (3)
      • ►  November 2019 (1)
      • ►  Oktober 2019 (3)
      • ►  September 2019 (5)
      • ►  Agustus 2019 (3)
      • ►  Juli 2019 (2)
      • ►  Juni 2019 (1)
      • ►  Mei 2019 (6)
      • ►  April 2019 (3)
      • ►  Maret 2019 (9)
      • ►  Februari 2019 (11)
      • ►  Januari 2019 (1)
    • ►  2018 (10)
      • ►  Desember 2018 (1)
      • ►  Oktober 2018 (3)
      • ►  September 2018 (2)
      • ►  Mei 2018 (3)
      • ►  April 2018 (1)
    • ►  2017 (9)
      • ►  November 2017 (1)
      • ►  Oktober 2017 (1)
      • ►  Juli 2017 (1)
      • ►  Mei 2017 (1)
      • ►  April 2017 (1)
      • ►  Maret 2017 (2)
      • ►  Februari 2017 (1)
      • ►  Januari 2017 (1)
    • ►  2016 (16)
      • ►  Desember 2016 (3)
      • ►  November 2016 (2)
      • ►  Oktober 2016 (2)
      • ►  Agustus 2016 (2)
      • ►  Juli 2016 (2)
      • ►  Juni 2016 (1)
      • ►  Januari 2016 (4)
    • ►  2015 (4)
      • ►  Maret 2015 (1)
      • ►  Februari 2015 (3)
    • ►  2011 (1)
      • ►  Juli 2011 (1)

    Popular Posts

    • Usia Kepala Dua?
    • Sebuah Cerpen: Tentang Mengikhlaskan
    • A Flashback to Senior High School: Kangen!

    Saya Bagian Dari

    Logo-Blogger-Perempuan-Network-round-7

    Aderation Project

    Untitled-design-20240826-113829-0000
    Facebook Instagram Pinterest Tumblr Twitter

    Created with by BeautyTemplates

    Back to top