FaceBook Instagram TikTok Twitter

andhirarum

    • Home
    • Tentang Andhira
    • Product
    • _aderation project
    • _Kirana Creative


    Lebaran menjadi salah satu momen terbaik setiap tahunnya, di mana intensitas berjumpa dengan orang lain akan lebih banyak karena saling silaturahmi dan bermaafan satu sama lain. Begitu pula dengan saya pribadi, momen Idulfitri adalah salah satu hal yang saya tunggu kehadirannya. Sebab saya dapat berkunjung dan bersua dengan banyak sanak saudara dan handai tolan yang sering kali bertemu hanya di momen-momen tertentu saja, seperti Lebaran ini.

    Tentu banyak hal yang dipersiapkan untuk menyambut Lebaran, salah satunya adalah kudapan alias kue-kue suguhan untuk para tamu yang berkunjung. Namanya saja juga silaturahmi, sebagai tuan rumah harus menyiapkan yang terbaik untuk para tamu. Entah itu habis atau tidak, yang penting suguhan itu ada untuk menjamu  tamu yang ada. :D

    Sewaktu saya kecil, Ibu cukup rajin membuat kue-kue kering untuk suguhan tamu. Mulai dari kue kering biasa dengan bentuk yang bermacam-macam, Kastengel, hingga Kue Semprit Dahlia yang lucu. Kemudian beberapa toples yang telah dibuat Ibu berikan ke nenek dari Bapak. Masa kecil yang sungguh menyenangkan bila diingat. ~XD

    Semakin tambah usia, keinginan untuk membuat kue Lebaran sendiri sungguhlah menurun. Bahan baku yang makin hari makin naik, waktu yang semakin terbatas, hingga tingkat magernya luar biasa ahaha. Ibu saya sudah tidak terlalu telaten lagi untuk membuat kue, ditambah bakat rajin membuat kue ini tidak menurun pada saya ahahaha. Memilih yang lebih praktis, alias membeli saja. ~XD

    Ngobrolin tentang kue Lebaran, ada beberapa kue Lebaran yang jadi favorit saya dari dulu hingga sekarang. Meski tak selalu wajib ada di rumah, namun bila saya menemukan saat berkunjung ke rumah teman atau saudara, saya selalu mencobanya. Herannya, saya tak pernah bosan karena rasa gurihnya yang selalu bikin nagih. ~XD

    Beberapa kue Lebaran favorit saya di antaranya:

    1. Kastengel

    Kaasstengels atau biasa dikenal dengan nama Kastengel alias kue keju, merupakan salah satu kue kering yang berasal dari Belanda dan banyak ditemukan di Indonesia.

    Kue Kastengel ini adalah kue favorit dengan tahta tertinggi di lidah saya, yang mana gurih kejunya tak pernah membuat saya bosan. Kalau bukan karena suguhan dan rasa sungkan, mungkin saja kue ini akan habis di tangan saya sendirian, AHAHAHA. 

    2. Putri Salju

    Kue kering kedua yang cukup saya suka, namun saya sedikit pemilih akan kue ini. Pasalnya, tak semua kue Putri Salju cocok di lidah saya, apalagi bila gula halus yang jadi pembungkus luar kue ini terlalu banyak. Yang ada malah bikin eneg dan tak selera makan lagi, heuheu.

    Khusus Putri Salju ini saya makan hanya beberapa keping saja, tak berani makan banyak-banyak seperti yang lain. ~XD

    3. Janda Genit

    Saya baru tahu ada nama kue Janda Genit ini beberapa tahun belakangan. Bila tak salah ingat, pertama kali sadar makan kue ini dan suka adalah saat dapat parsel kue dari seorang teman. Saya yang cukup pemilih dengan perkuean duniawi ini mencoba satu potong sebagai syarat. Lha kok jebule malah doyan, AHAHAHAHA. :"))

    Setelah menyadari bahwa kue Janda Genit ini cocok dengan lidah saya, kini saya tak lagi melewatkan kue Janda Genit bila dapat dari suvenir atau saat disuguhkan. Tak pikir panjang, langsung saya serbu saat itu juga. EHEHEHEHEUUU. ~

    4. Kue Kacang

    Kue yang satu ini tentu tak pernah luput saya makan bila ada suguhan. Sebagai manusia pecinta gurih, kacang jadi favorit saya, kendati sekarang lebih menjaga diri untuk tak makan banyak demi kesehatan diri hihihi.

    Bila ada suguhan Kue Kacang, tentu tak akan ragu lagi untuk saya cicipi. Hihihii~~

    ----------------------------------------------------------------

    Itulah cerita seputar kue kering favorit saat Lebaran. Kalau kamu, apa kue favoritmu saat Lebaran tiba? Tulis ceritamu di kolom komentar, ya!


    Ditulis guna memenuhi tantangan dari Blogger Perempuan Network,
    BPN Ramadan Blog Challenge 2024.
    Continue Reading

    Sahur di bulan Ramadan sering kali menjadi momok bagi orang yang tak terbiasa bangun dini hari. Harus bangun pukul 3 pagi untuk makan agar kuat berpuasa seharian. Belum lagi anggota keluarga yang harus menyiapkan masakan (biasanya sih Ibu), selalu bangun sebelum anggota keluarga lain bangun untuk mempersiapkan makanan sahur.

    Tak jarang, banyak juga yang memilih untuk tak sahur karena tak terbiasa untuk melek sedari pagi. Padahal banyak sekali keberkahan yang diperoleh sewaktu sahur, karena salah satu waktu mustajab doa ada saat sahur. Momentum sahur pun tak dialami sepanjang tahun, hanya selama sebulan saja dalam setahun. Sedikit disayangkan bila harus terlewati. ~~

    Berbicara tentang makanan sahur, keluarga saya tak terlalu njelimet terkait makanan, apalagi makan sahur. Yang penting ada nasi dan lauk pauk yang bisa dimakan. Namun, sejak Ramadan tahun lalu, Ibu dan saya memiliki komitmen untuk perbanyak asupan sayur dan gizi seimbang, alias dalam piring harus ada nasi - sayur - lauk pauk. Meski masih ada gorengan dalam bentuk tahu, tempe, ayam, dan telur goreng, namun kandungan di dalamnya yang dibutuhkan alias protein. ~XD

    Beberapa menu sahur yang praktis dan pastinya sehat untuk dikonsumsi, bisa cek di bawah ini! Tentu ini berdasarkan dengan pengalaman saya pribadi, yang sedang berusaha membiasakan diri untuk konsumsi realfood di keseharian. :D

    1. Sayur Sop, menu sederhana kaya akan serat dan vitamin


    Sayur sop cukup sering menjadi menu utama keluarga saya, baik saat Ramadan maupun hari biasa. Ibu saya cukup telaten untuk membuat sayur sop, di saat banyak yang menjunjung tinggi makanan 'kering' karena lebih praktis. Ini juga karena permintaan saya pribadi yang harus tetap ada sayur WKWKWKW.

    Di bulan Ramadan ini, Ibu tetap mengusahakan ada sayur sop. Praktis, bahan-bahannya mudah ditemui, kaya akan serat dan vitamin yang baik untuk tubuh. Sebuah tip dari Ibu bila ingin lebih praktis, menyiapkan potongan sayur malam sebelum tidur. Agar saat bangun sahur, tinggal menumis bumbu dan masukkan sayur saja. Bumbu pun bila ingin disiapkan malamnya juga bisa banget, justru malah tambah praktis lagi. ~xD

    Estimasi waktu pembuatan: 15-20 menit.

    2. Tumis Kangkung, Tumis Tauge Tahu, Tumis Sawi: sayur andalan praktis yang menyehatkan


    Hampir sama dengan sayur sop, ketiga menu tumisan ini kerap hadir di meja makan saya di hari-hari biasa, sebagai selingan dengan sayur sop. Sahur untuk Ramadan hari kelima ini Tumis Tauge Tahu mulai menampakkan diri di meja makan. Menu yang menurut saya juga mudah dibuat, karena bahan-bahan yang diperlukan juga hampir sama dengan sayur sop. Hanya saja, kuah yang diperlukan tak sebanyak kuah yang ada di sayur sop.

    Tumis-tumisan ini jadi favorit saya, karena kebutuhan sayur saya tetap bisa terpenuhi. Belakangan, saya memang tak ingin ribet tentang olahan makanan. Bahkan rebusan sayur biasa tanpa bumbu pun sebenarnya tetap saya makan, asal kebutuhan serat saya dapat terpenuhi. Upaya untuk menjaga badan di bulan Ramadan agar berat badan tidak naik secara drastis dan tetap bugar, wkwk. Semoga seterusnya bisa tetap suka sayur!

    Jangan lupa untuk persiapkan bahan-bahan malam sebelumnya agar sat-set wat-wet, yaaa!

    Estimasi waktu pembuatan: 15-20 menit.

    3. Tahu, Tempe, Telur, Ayam: aneka lauk pauk kaya akan protein


    Lauk pauk menjadi hal wajib yang ada di piring saya. Mengikuti aturan Kemenkes yang menerapkan pola makan gizi seimbang dalam program "Isi Piringku", di mana dalam satu piring terdapat makanan pokok (karbohidrat), sayuran (memenuhi kebutuhan serat dan vitamin), lauk pauk (usahakan kandungan proteinnya cukup), dan buah. Khusus buah ini masih belum saya terapkan sepenuhnya, karena sering lupa buat belanja, HUHUHU. Sebab itulah saya perbanyak asupan sayur di piring saya. ~XD

    Lauk pauk yang biasa jadi andalan menu sahur praktis saya adalah lauk pauk yang memiliki kandungan protein. Tahu, tempe, telur, dan ayam, adalah 4 lauk yang silih berganti mewarnai hari-hari saya. Tak pernah bosan dengan keemoat menu ini, apalagi bila paham manfaatnya yang cukup baik untuk tubuh. Makin-makin kalap dalam konsumsi sumber protein ini. ~XD

    Saya masih belum begitu menerapkan clean eating dalam pola makan saya. Untuk lauk pauk ini masih saya goreng dengan minyak, hahaha. Masih belum bisa meninggalkan makanan gurih dan gorengan. Meski begitu, saya usahakan gorengan yang saya konsumsi ada kandungan protein di dalamnya, enggak hanya tepung-tepungan saja. Hihihi. ~

    Estimasi waktu pembuatan: 10-15 menit

    Untuk ayam goreng, jangan lupa marinasi terlebih dahulu sebelum tidur malam, agar bumbu lebih meresap.

    -------------------------------------------------

    Itulah ketiga masakan sahur yang bisa diadaptasi di rumah. Praktis, namun tetap menyehatkan, demi menjaga tubuh agar timbangan tak banyak bergeser ke arah kanan. Hihihi.

    Kalau kamu, menu sahur praktis apa yang kamu buat? Tulis ceritamu di kolom komentar, ya!

    ----------------------------------------------

    Ditulis guna memenuhi tantangan dari Blogger Perempuan Network,
    BPN Ramadan Blog Challenge 2024.

    Continue Reading

    Lebaran sudah menginjak hari kesepuluh (eh, ini masih disebut Lebaran juga nggak sih? Kan masih masuk bulan Syawal? Wkwkw) dan jajan Lebaran di rumah saya belum pada habis, hahahaha. Masih ada stok di rumah, bahkan ada sebagian jajan yang belum dibuka segelnya, HAHAHAHAH. Mungkin karena efek pandemi dan tidak banyak orang yang bertamu ke rumah kali ya, jadi jajan-jajan di rumah juga pada awet, yang mana awetnya melebihi hubungan saya dengan mantan-mantan terdahulu..... *eh, curhat*

    Membicarakan tentang kue Lebaran, beberapa tahun terakhir ini keluarga saya jarang sekali membeli makanan Lebaran. Semua kue Lebaran di rumah saya rata-rata didapat dari banyak orang-orang baik, yang mana dengan sukarela memberi jajan yang hampir semuanya cocok di lidah. Bahkan di Lebaran tahun ini pun keluarga saya tak membeli jajan satu pun selain air mineral dan juga permen (ini aja permen juga stok bulan lalu yang masih ada, hahahaha. Hingga pada akhirnya jadi tidak membuat kue Lebaran, karena takut bila kebanyakan stok jajan atau kue di rumah).

    Ada beberapa kue Lebaran yang hampir setiap tahunnya dipastikan ada di rumah saya, namun dengan rasa yang berbeda-beda (karena dibuat dengan rangan yang berbeda pula, haha). Beberapa di antaranya adalah:

    1. Kue Putri Salju

    Meski saya tidak hobi makan makanan manis, namun berbeda dengan makanan yang satu ini. Seakan-akan kudapan ini wajib di rumah saya, apalagi kue putri salju buatan dari Budhe saya. Entah mengapa saya paling cocok dengan kue putri salju buat Budhe saya, yang mana terasa gurih dan tidak eneg di lidah saya. Lebaran tahun ini hampir setengah toples saya habiskan sendiri, hahahaha. Nggak kerasa cemal cemilnya, soalnya. ~XD


    2. Kue Monde/Khong Guan

    Sebenarnya kedua kue ini tak pernah direncanakan kehadirannya, karena lebih sering dikasih hampir setiap tahun, hahaha. Jadinya kue Lebaran yang satu ini hampir selalu ada, meski habisnya juga cukup lama.


    3. Keripik

    Lebaran terasa hampa jika tidak ada kudapan yang kruik-kriuk, begitu pula dengan rumah saya. Maka dipilihlah keripik untuk jajan Lebaran, yang mana membuat rumah semakin meriah (dengan suaranya, hahahaha).

    Beberapa tahun terakhir di rumah saya sering ada keripik gadung, yang mana sering dapat dari keluarga, tetiba dapat kiriman gitu. Hihi. Alhamdulillaah.

    ----------------------------------------------------------

    Memang tidak banyak kue Lebaran yang wajib di rumah saya, karena lebih sering random atau hanya tergantung mood saja. Sedapatnya saja, tidak memaksakan diri harus dapat ini itu. Ada jajan Lebaran di rumah saja sudah bersyukur sekali. :D

    Kalau teman-teman sendiri, jajan Lebaran apa yang wajib ada di rumah? Yuk, cerita di kolom komentar! :D

    ----------------------------------------------------------

    Ditulis guna memenuhi tantangan dari Blogger Perempuan Network,

    BPN 30 Day Ramadan Challenge 2021.

    Continue Reading


    Sahur menjadi rutinitas yang dilakukan saat Ramadan tiba. Begitu pula dengan keluarga saya. Meski pada dasarnya saya bisa saja menjalankan puasa hanya dengan sahur air putih dan makan roti, namun entah mengapa jika puasa di bulan Ramadan tuh seakan-akan wajib bagi saya untuk melakukan sahur dengan makan lengkap seperti makan biasa. Selain karena bisa kumpul makan dengan anggota keluarga saya yang lain di waktu dini hari, juga mengejar keberkahan dan melantunkan doa, yang mana katanya di waktu sahur merupakan waktu mustajab untuk melantunkan doa, hihi (anaknya mendadak agamis ~XD).

    Tentunya, saya memiliki beberapa menu favorit untuk sahur di bulan Ramadan, yang mana kesemua menu ini merupakan menu yang mudah dibuat. Beberapa di antaranya:

    1. Sayur Sop

    Rasanya hampir setiap hari ibu saya memasak menu sayur ini, yang mana pada akhirnya menjadi menu favorit saya. Selain karena memang favorit, menu ini juga mudah dibuat dan menyehatkan. :D


    2. Ayam Goreng, Tahu Goreng, dan Tempe Goreng

    Menu goreng-gorengan ini menjadi menu andalan dan favorit saya, karena hanya modal goreng-goreng saja sudah bisa dimakan, bahkan jadi lauk. Biasanya menu ini saya padukan dengan sayur sop.


    3. Telur Mata Sapi

    Dibandingkan dengan telur dadar, entah mengapa saya lebih menyukai telur mata sapi. Sebenarnya sih suka dua-duanya. Namun entah mengapa saya cenderung suka telur mata sapi. Mungkin karena bagi saya terasa lebih gurih, hihi.

    ----------------------------------------------

    Itulah ketiga menu andalan yang menjadi favorit saya saat santap sahur. Menu yang sederhana tapi rasanya nikmat luar biasa bagi saya pribadi. Diakhiri dengan air putih, rasanya saya sudah siap untuk menjalani Ramadan. :D

    Kalau teman-teman sendiri, adakah menu di atas yang juga menjadi andalan dan favorit teman-teman saat santap sahur? Atau ada menu  yang lainnya? Yuk yuk, bagi ceritamu di kolom komentar! :D

    ----------------------------------------------

    Ditulis guna memenuhi tantangan dari Blogger Perempuan Network,

    BPN 30 Day Ramadan Challenge 2021.


    Continue Reading

    Ramadan menjadi tantangan bagi teman-teman yang menjalani peran sebagai ibu rumah tangga dan anggota keluarga yang diberi tanggung jawab untuk memasak di rumah. Salah satunya adalah ibu saya sendiri.

    Ibuk selalu bingung ketika memilih menu untuk berbuka maupun sahur. Tak jarang beliau bertanya pada saya tentang menu apa yang harus beliau masak untuk hari ini, karena takut apabila tidak cocok. Setiap anggota keluarga saya memiliki selera yang lumayan berbeda, soalnya. Jadi harus benar-benar memilih menu yang cocok dengan lidah semua anggota keluarga, tanpa harus memasak menu yang macam-macam. Plus, menu yang dimasak harus simpel dan mudah dibuat dalam waktu cepat, hahaha.

    Akhirnya nemu satu menu yang gampang dibuat dan semua anggota keluarga saya menyukainya. Adalah Sayur Sop; menu andalan saat berbuka maupun sahur. Menu yang menyehatkan dan menyegarkan, apalagi di bulan Ramadan ini godaan untuk makan makanan berminyak dan berlemak menjadi cukup besar. Sayur Sop hadir di keluarga saya menjadi penyeimbang agar lebih sehat. :D

    Resep Menu Sayur Sop


    1. Bahan-bahan

    a. Sayur-sayuran (opsional, tergantung selera. Kalau saya biasanya pakai pakchoy, wortel, kubis, sayur kol).
    b. Bawang putih, bawang merah, daun bawang secukupnya.
    c. Gula dan garam secukupnya.
    d. Air secukupnya.
    e. Minyak goreng secukupnya (untuk menumis).
    f. Bawang goreng secukupnya (opsional).
    g. Sosis, bakso (opsional)

    2. Cara Membuat

    a. Cuci sayur dan potong sesuai selera, kemudian tiriskan. Potong kecil-kecil sosis dan bakso.
    b. Cincang bawang putih, bawang merah, dan daun bawang, kemudian tumis di wajan penggorengan hingga muncul bau harum.
    c. Masukkan air ke wajan penggorengan tersebut hingga cukup mendidih.
    d. Masukkan sayur dan potongan sosis/bakso, aduk dan tunggu hingga matang. Jangan lupa masukkan gula dan garam secukupnya.
    e. Sajikan di dalam mangkuk.

    ------------------------------------------------

    Inilah resep masakan andalan yang dibuat oleh ibu saya ketika Ramadan. Menu yang cepat dibuatnya dan pastinya laku dimakan di keluarga saya. :D

    Kalau teman-teman sendiri, menu apa yang menjadi andalan keluarga teman-teman saat Ramadan tiba? Yuk, cerita-cerita di kolom komentar! :D

    --------------------------------------------------

    Ditulis guna memenuhi tantangan dari Blogger Perempuan Network,

    BPN 30 Day Ramadan Challenge 2021.


    Continue Reading



    Rasanya ada yang kurang, jika berbuka tanpa menyediakan camilam-camilan ringan. Meskipun sebenarnya juga bisa saja langsung hajar dengan makanan berat, namun kebanyakan memilih membukanya dengan makanan yang ringan terlebih dahulu.

    Begitu pula dengan saya. Saya jarang sekali jika berbuka puasa memakan makanan berat langsung. Pasti memilih untuk memakan makanan ringan, meski hanya sekadar gorengan. Salah satunya adalah tempe mendoan, camilan andalan keluarga saya yang murah meriah dan tentu saja gampang dibuat.

    Bahan-bahan yang Dibutuhkan:

    1. Tempe (pilih tempe yang padat, agar nantinya tidak hancur ketika diiris tipis)
    2.  Tepung terigu (bebaskan untuk mereknya)
    3.  Daun bawang
    4.  Bawang putih
    5.  Garam/penyedap rasa
    6.  Air matang (usahakan air hangat)
    7.  Doa agar dilancarkan

    Cara Membuat

    1.  Siapkan alat dan bahan (tentu saja jangan lupa sisipkan doa!).
    2. Iris tipis daun bawang dan keprek bawang putih, kemudian sisihkan.
    3. Iris tipis tempe yang sudah dipilih, tapi jangan terlalu tipis agar tidak ambyar. Kemudian sisihkan.
    4. Campurkan tepung dan air dalam satu mangkuk, kemudian tambahkan irisan daun bawang dan keprekan bawang putih. Tambahkan garam secukupnya. Aduk hingga tidak terlalu kental maupun tidak encer.
    5.   Masukkan tempe yang sudah diiris tadi ke dalam adonan tepung.
    6. Panaskan minyak dalam wajan penggorengan, masukkan tempe yang sudah dibaluri tepung ke dalam penggorengan. Goreng hingga matang kecokelatan.
    7.  Sajikan dalam keadaan hangat

    "Mudah bukan membuatnya?" (ucapkan dengan nada Bu Siska Soewitomo)

    Tempe mendoan yang enaknya bikin nagih dan nambah terus

    ---------------------------------------

    Memang bukan camilan yang ribet dan ndakik-ndakik, sih. Tapi camilan inilah yang mampu menyatukan anggota keluarga saya, bahkan hingga berebut dan berakhir, “Ojo maem okeh-okeh. Kolesterol ngko!” (Jangan makan banyak-banyak. Nanti kolesterol). Hah, pumpung masih muda, ini..

    Kalau kamu, camilan apa yang menjadi favoritmu? Yuk, tuliskan di kolom komentar!

    -----------------------------------------------------

    Ditulis guna memenuhi tantangan dari Blogger Perempuan Network
    30 Day Ramadan Challenge BPN



    Love,


    Andhira A. Mudzalifa

    Continue Reading


    Sudah sekian hari #DiRumahAja dan mulai merindukan nongkrong ngopi di luar rumah.

    Meskipun sebenarnya saya oke-oke saja jika disuruh ndekem di rumah, namun ada kalanya saya mencapai titik kebosanan ingin menghirup udara bebas di luar rumah dan nongkrong bertemu teman-teman. Seperti sekarang ini. Huhuhu~

    Beberapa hari yang lalu, tetiba di linimasa twitter diramaikan dengan video tiktok sebuah resep kopi susu yang membuat saya tertarik untuk mencobanya. Dalgona Coffee, namanya. Atau banyak orang yang menyebut Kopi Tiktok gegara kopi susu ini diviralkan di aplikasi Tiktok.

    Sebenarnya, Dalgona Coffee ini sama halnya dengan kopi susu biasa. Hanya saja, dalam penyajiannya, kopi di Dalgona Coffee dibentuk seperti busa (foam). Hal inilah yang membuat saya tertarik untuk mencobanya hihihi. Sekaligus melepas rindu akan kopi (meski sekarang saya tidak terlalu suka mengonsumsi kopi). Plus, bisa jadi alternatif untuk terus produktif, meski harus #DiRumahAja :D


    Alat dan Bahan

    Alat dan bahan yang digunakan dalam pembuatan Dalgona Coffee ini antara lain:
    1. Nescafe Classic 2 sachet (bebas mau 1 atau 2 sachet, tergantung suka kopi atau tidak)
    2. Susu Frisian Flag Coconut Delight (sebenarnya bebas saja sih untuk varian susunya. Saya memilih Frisian Flag Coconut Delight karena saya sangat suka dengan susu satu itu! Nggak bikin eneg, malah ada gurih-gurihnya khas kelapa gitu, deh :D)
    3. Gula pasir 2 sendok makan (bebas, tergantung suka manis atau tidak)
    4. Air panas 2 sendok makan
    5. Es batu (bebas mau dibikin dingin atau hangat. Saya lebih suka dingin, sedingin sikap doi pada saya~)
    6. Mixer (bebas mau pakai mixer atau dikocok menggunakan sendok. Berhubung saya malas untuk mengocok lama, saya menggunakan mixer HAHAHAHAHAH)
    7. Doa semoga dilancarkan~

    Cara Pembuatan

    1. Berdoa agar diberi kesabaran dan kekuatan untuk membuat Dalgona Coffee

    2. Siapkan alat dan bahan.

    Lupa nyantumin mixer dan es batunya wqwqwq~

    Bahan utama!

    3. Campurkan Nescafe Classic, gula pasir, dan air panas dalam satu wadah. Untuk perbandingan nescafe, gula pasir, dan air panas, saya menggunakan perbandingan 2:2:2 . Kebanyakan sih pakai perbandingan 2:2:1 agar kental banget. Bebaskan, yang penting tidak terlalu encer.

    Pokoknya dicampur kayak gini ehe~

    4. Campurkan ketiga bahan di atas menggunakan mixer, atau juga bisa diaduk menggunakan sendok/alat pengaduk tepung, hingga warna kopi berubah menjadi kecoklatan dan mengembang.

    Karena saya tidak telaten dan tidak sabar menggunakan sendok, jadi saya memilih menggunakan mixer biar cepat~

    5. Taraaaa! Masih setengah jadi, gaes. Nah, nanti hasil akhir kopinya harus seperti ini, ya!

    Adonan harus terlihat kecoklatan dan mengembang seperti ini, gaes!

    6. Siapkan es batu (jika ingin es kopi) dalam gelas.


    7. Tuang susu Frisian Flag Coconut Delight ke dalam gelas berisi es batu.


    8. Tuang adonan kopi yang sudah dikocok tadi di atas kopi.

    9. Sajikan selagi dingin maupun hangat.


    10. Jangan lupa foto dulu #demikonten ~XD

    Mohon maaf ini foto seadanya banget karena keburu magrib dan ini sehabis hujan, pula. HAHAHAHA. Dasar Andhira, hujan-hujan bukannya cari yang hangat-hangat, malah cari es!

    Tidak terlalu rempong sih untuk pembuatan kopinya selain effort di mixer maupun mengaduk menggunakan sendok. Sangat melatih kekuatan otot tangan dan juga melatih kesabaran, tentunya! Heuheuheu~.

    Modal yang saya gunakan pun tidak banyak. Cukup merogoh kocek tidak sampai 15 ribu saja. Itu saja Nescafe Classic-nya juga bisa digunakan beberapa kali pembuatan (dan sampai sekarang masih sisa lumayan banyak, dan sudah saya gunakan dua kali pembuatan kopi. Ehe). Susu Frisian Flag-nya kalau tidak salah hanya 5700-an saja.  Untuk bahan yang lain seperti gula, es batu, dan air panas, sudah ada stok sendiri di rumah. Salah satu upaya penghematan :D

    Oh iya, saya sempat juga komentar di salah satu cuitan tweet seorang selebtweet yang menuliskan Dalgona Coffee menggunakan Frisian Flag  Coconut Delight itu enak. Dan tetiba tweet saya dibalas, dong! Hihihihi.


    Dalgona kopi kalo pakenya susu coconut delight rasanya jadi juara banget 😭👌🏻
    — aan (@aan__) March 29, 2020


    Sudah mencoba kemarin dan rasanya beneran enak paraaah!!!https://t.co/Iz7aFD9Pty
    — Andhira A. Mudzalifa (@andhirarum) March 29, 2020


    Coba yang panas. Lebih kerasa gurihnya gara2 ga kecampur es 🔥🔥🔥
    — aan (@aan__) March 29, 2020


    Semoga Dalgona Coffee ini bisa melepas rindu untuk ngopi di luar, ya! Tetap #DiRumahAja, stay safe, stay healthy, and happy!



    With love,



    Andhira A. Mudzalifa

    Continue Reading

    Hari keempat tantangan dari Blogger Perempuan Network tetap bertema masak-masakan. Dan untuk kali ini temanya adalah soto! Salah satunya ialah soto ayam.

    Kebetulan rencana menu hari ini di rumah saya adalah soto ayam. Hihihi. Sebenarnya saya sih yang minta. Gegara pengen soto ayam juga sih, plus modus buat postingan hari ini HAHAHAHAHAHA.

    Eh ternyata saya ditinggal masak duluan sama Ibuk saya, Gaes! Duh sedih akutu huhuhu. Jadinya saya gak bisa moto prosesnya dari awal. Hanya bisa fotoin bahan bahan yang tersisa aja plus bentuk jadinya :( maafkan aqu, zobat pembaca~

    Masak soto ayam itu agak agak rempong dan cukup menguras tenaga juga sih. Jadinya si Ibuk lebih sering beli bumbu jadi heheheu. Tapi tetep aja, yang namanya tukang masak mah tetep nambahin bumbu-bumbu, dong. Soalnya kata Ibuk tetep ada yang kurang kalau nggak ditambah bumbu sendiri. Oke bhaiqlaa~

    Oh iya, ngomong-ngomong pada penasaran nggak, kenapa judulnya kali ini ada kata "Dapoer Eco"nya?

    Yap, sebenarnya saya juga punya bisnis kuliner. Bisnis kecil-kecilan, nyalurin hobinya Ibuk yang memang suka masak dari dulu (dan anaknya kecipratan dikit wqwqwq). Dapoer Eco, namanya. Heheu. Saya mah cuma tim belanja, ngatur keuangan, terima orderan, antar kesana kemari, sama bantu dikit dikit. Selebihnya yang masak tetaplah Ibuk. Ehe. Saya masih takut buat masakin orang. Besok besok deh, masakin buat suami sendiri wkwkwkwkw :p

    Oke, kembali ke topik.

    Diatas sudah saya jelaskan kan, kalau bumbu soto itu cukup rempong? Heuheuheu. Nah, tadi selagi saya foto foto, saya sempat tanya tanya ke Ibuk, apa aja sih bumbu-bumbu soto ayam yang biasa beliau buat ini. Yang bikin anak-anaknya (dan para tetangga kalau ada acara tahlilan di rumah) ketagihan. Heuheuheu.

    Yuk, mari kita kemon!

    Bahan-bahannyaaa....

    1. Ketumbar 
    2. Merica
    3. Jahe
    4. Kunir
    5. Laos
    6. Daun Sereh
    7. Bawang Merah
    8. Bawang Putih
    9. Daun Bawang
    10. Daun Jeruk
    11. Kemiri
    12. Gula
    13. Garam
    14. Kentang keripik goreng
    15. Mie Bihun
    16. Sayur Kubis
    17. Daun Kucai
    18. Tauge Pendek
    19. Air
    20. Kerupuk Udang
    21. Suwiran ayam


    Nah, untuk takarannya, bisa dikira-kira sendiri ya gaes! Heuheuheu.

    Memang saya tuh paling lemah buat nulis takaran yang pas HAHAHAHA. Maafkan. Kebiasaan suka mengira-ngira (makanya sering ngira kalau si dia suka sama saya, padahal mah kagak huhuhu lah ngapa curhat dah). Insyaa Allaah kalau posting masak-masakan lagi, bakal ngasih takaran yang cihuy, deh! Hehehe.

    Cara Memasakyaaa....

    1. Masukkan ketumbar, merica, jahe, kunir, laos, bawang merah, bawang putih, daun jeruk, kemiri, gula, garam, di tempat ulekan. Kemudian ulek jadi satu sampai lembut (selembut kasih ibu).
    2. Siapkan panci. Tuang air ke dalam panci. Masukkan bumbu ulekan ke dalam air.
    3. Keprek daun sereh, masukkan ke dalam air berisi bumbu ulekan.
    4. Masak hingga mendidih.
    5. Tuang ke dalam mangkuk. Sajikan bersama daun kubis dan daun kucai yang sudah dipotong tipis, tauge pendek, mie bihun, suwiran ayam, dan kerupuk udang.

     Bahan-bahan yang sempat kefoto. Lainnya udah nyemplung. Huhu~

     Otewe menjadi soto~

    Yang biasanya jadi rebutan selain kerupuk udang. Keripik kentang

    Gimandose, Gaes? Cukup mudah ya memasaknya? Cuma bumbunya aja yang memang buanyak hahaha. Tapi kalau nggak ada salah satu, rasanya ada yang kurang :D

    Tertarik untuk bikin soto ayam untuk menu berbuka maupun sahur?



    Written with kepala ngelu karena ngafalin bumbu,



    Andhira A. Mudzalifa
    Continue Reading

    Bulan Ramadan identik dengan agenda sahur, dimana kita mengisi perut pada dini hari sebelum melakukan puasa pada pagi harinya.

    Terkadang, makan jam-jam segitu tuh effortnya lumayan tinggi gaes. Bagi yang nggak terbiasa bangun dini hari, pasti makannya masih merem melek. Nggak sedikit juga yang memilih nggak sahur akibat nggak bisa bangun. Padahal nih ya, waktu sahur itu salah satu waktu mustajab doa, alias waktu dimana doa-doa dikabulkan. Dan tentunya juga penuh dengan berkah heuheuheu. Momen ini kan, juga cuma setahun sekali? Eman-eman kalau terlewatkan heuheuheu (mendadak ustadzah dot com).

    Ditambah lagi juga harus memasak sepagi itu. Bisa aja sih masaknya waktu malam hari. Tapi gak sedikit juga yang memilih memasak waktu jam sahur. Hanya saja harus bangun sedikit lebih awal untuk mempersiapkannya heuheuheu.

    Nah, dengan pertimbangan ini itu yang bikin pusing, jadinya keluarga saya tuh nggak mau terlalu ribet buat makan sahur. Yang penting ada sesuatu yang bisa dimakan wkwkwk. Tapi Ibuk sama saya sih punya target Ramadan tahun ini untuk masak makanan sehat! Alias perbanyak sayur dan kurangi goreng gorengan (meski tetap ada tau tempe goreng sih heuheuheu).

    Di hari ketiga puasa kemarin, menu sahur di rumah saya sungguhlah sederhana. Ada sayur sop, terancam, ayam goreng mini, dan juga tahu goreng :D

    Disini saya akan berbagi resep menu sahur hari ketiga kemarin, yang tentunya mudah, murah, dan enak endeus pols mhihihi~

    Menu Pertama: Sayur Sop

    1. Bahan:
    • Sayur-sayuran yang diinginkan (disini saya memakai sawi putih, wortel, buncis)
    • Garam secukupnya
    • Gula secukupnya
    • Bawang Putih
    • Daun Bawang
    • Bawang Bombay
    • Air secukupnya
    • Minyak goreng 1 sdm


    2. Cara Membuat
    - Potong sayur, bawang bombay, dan daun bawang menjadi bagian kecil
    - Keprek bawang putih
    - Siapkan wajan, kemudian tumis potongan daun bawang, bawang bombay, dan keprekan bawang putih hingga harum
    - Siapkan panci, isi air, kemudian rebus hingga mendidih, masukkan tumisan daun bawang, bawang putih, baang bombay
    - Masukkan sayur-sayuran (tips: yang teksturnya keras seperti wortel, harap dimasukkan terlebih dahulu biar agak empuk)
    - Tambahkan gula garam secukupnya agar endeus
    - Aduk rata selama 10-15 menitan
    - Matikan kompor
    - Sajikan ~



    Menu kedua: Terancam

    Perbedaan Urap-urap dan Terancam adalah kalau Urap-urap itu sayuran beserta kelapa parutnya itu dikukus, kalau Terancam, masih mentah alias segar. Bikin fresh di badan :D

    Menjadi menu wajib bagi saya di bulan Ramadan hehehe.

    1. Bahan:
    • Daun Kemangi
    • Tauge Pendek
    • Mentimun
    • Tempe goreng
    • Kelapa Parut
    • Cabai Merah Besar dan Kecil
    • Kencur
    • Daun Jeruk
    • Gula secukupnya
    • Garam secukupnya

    2. Cara Membuat:
    - Siapkan daun kemangi, tauge pendek, mentimun, tempe yang sudah di goreng dalam satu wadah, kemudian potong mentimun, daun kemangi, dan tempe goreng menjadi bagian kecil-kecil
    - Siapkan cabai merah besar dan kecil, kencur, daun jeruk, gula dan garam dalam satu tempat. Kemudian ulek hingga halus
    - Campurkan ulekan cabai, kencur, daun jeruk, gula, dan garam ke kelapa parut. Campur dengan rata.
    - Campurkan kelapa parut yang sudah berbumbu ke dalam wadah yang berisi potongan daun kemangi, tauge pendek, mentimun, dan juga tempe goreng. Kemudian aduk jadi satu.
    - Sajikan dengan hati riang!

     Behind the scene

    Selamat makan!


    Gimana gaes? Cukup mudah, bukan? Hehehehe.

    Btw, menu ini juga bisa kalian buat ketika sebelum tidur loh. Nanti waktu sahur tinggal dihangatkan aja. Khusus yang terancam, sayurnya bisa dmasukkan ke dalam kulkas biar tambah segar :)

    Oh iya, sebelumnya minta maaf nggak bisa foto step by stepnya. Karena kemarin sedikit rempong, hanya bisa foto hasilnya aja heheheu.

    Yang mau tanya-tanya, silahkan meninggalkan pesan di komentar ya! InsyaaAllaah selagi saya bisa menjawab, akan saya jawab hehehe.

    Selamat masak-masak!


    Love,


    Andhira A. Mudzalifa
    Continue Reading
    Older
    Stories

    Holla!

    Untitled-design-2

    Saya Andhira A. Mudzalifa, seorang perempuan biasa di balik semua postingan di blog ini yang suka bercerita, makan, dan jalan-jalan.

    Menyibukkan diri di Aderation Project dan Kirana Creative .

    Untuk menyapa lebih lanjut, bisa menghubungi lewat surel di andhira(dot)dee(at)gmail(dot)com

    Terima kasih telah mampir ke tempat di mana saya menuangkan segala cerita! Selamat membaca dan menikmati :)

    Temukan Saya Di

    • facebook
    • instagram
    • twitter

    Teman-teman

    Label

    #AyoNulis #BPNRAMADAN2024 #BPNRamadan2020 #BPNRamadan2021 #CatatanDuaEmpat #DiRumahAja Aderation Project Beauty Bodycare Cooking Crafting DIY Informasi Jelajah Blitar Journey Jurnal Tahunan Kafe Kuliner Life Lovely Place Makeup Pantai Blitar Rekomendasi Review Scarlett Smartfren Thoughts Tips Travelling Vaksinasi Writing Challenge cerita jalan-jalan

    Arsip Blog

    • ▼  2024 (17)
      • ▼  November 2024 (1)
        • Kenal Lebih Dekat dengan SoFresh: Sabun Cuci Pirin...
      • ►  Oktober 2024 (1)
      • ►  April 2024 (6)
      • ►  Maret 2024 (9)
    • ►  2023 (3)
      • ►  Juni 2023 (1)
      • ►  Februari 2023 (1)
      • ►  Januari 2023 (1)
    • ►  2022 (3)
      • ►  Maret 2022 (1)
      • ►  Februari 2022 (1)
      • ►  Januari 2022 (1)
    • ►  2021 (51)
      • ►  Desember 2021 (2)
      • ►  November 2021 (1)
      • ►  Oktober 2021 (1)
      • ►  September 2021 (1)
      • ►  Agustus 2021 (3)
      • ►  Juli 2021 (1)
      • ►  Juni 2021 (1)
      • ►  Mei 2021 (17)
      • ►  April 2021 (17)
      • ►  Maret 2021 (4)
      • ►  Februari 2021 (2)
      • ►  Januari 2021 (1)
    • ►  2020 (55)
      • ►  Desember 2020 (1)
      • ►  November 2020 (2)
      • ►  Oktober 2020 (2)
      • ►  September 2020 (4)
      • ►  Juli 2020 (4)
      • ►  Juni 2020 (4)
      • ►  Mei 2020 (22)
      • ►  April 2020 (11)
      • ►  Maret 2020 (1)
      • ►  Februari 2020 (1)
      • ►  Januari 2020 (3)
    • ►  2019 (48)
      • ►  Desember 2019 (3)
      • ►  November 2019 (1)
      • ►  Oktober 2019 (3)
      • ►  September 2019 (5)
      • ►  Agustus 2019 (3)
      • ►  Juli 2019 (2)
      • ►  Juni 2019 (1)
      • ►  Mei 2019 (6)
      • ►  April 2019 (3)
      • ►  Maret 2019 (9)
      • ►  Februari 2019 (11)
      • ►  Januari 2019 (1)
    • ►  2018 (10)
      • ►  Desember 2018 (1)
      • ►  Oktober 2018 (3)
      • ►  September 2018 (2)
      • ►  Mei 2018 (3)
      • ►  April 2018 (1)
    • ►  2017 (9)
      • ►  November 2017 (1)
      • ►  Oktober 2017 (1)
      • ►  Juli 2017 (1)
      • ►  Mei 2017 (1)
      • ►  April 2017 (1)
      • ►  Maret 2017 (2)
      • ►  Februari 2017 (1)
      • ►  Januari 2017 (1)
    • ►  2016 (16)
      • ►  Desember 2016 (3)
      • ►  November 2016 (2)
      • ►  Oktober 2016 (2)
      • ►  Agustus 2016 (2)
      • ►  Juli 2016 (2)
      • ►  Juni 2016 (1)
      • ►  Januari 2016 (4)
    • ►  2015 (4)
      • ►  Maret 2015 (1)
      • ►  Februari 2015 (3)
    • ►  2011 (1)
      • ►  Juli 2011 (1)

    Popular Posts

    • Usia Kepala Dua?
    • Sebuah Cerpen: Tentang Mengikhlaskan
    • A Flashback to Senior High School: Kangen!

    Saya Bagian Dari

    Logo-Blogger-Perempuan-Network-round-7

    Aderation Project

    Untitled-design-20240826-113829-0000
    Facebook Instagram Pinterest Tumblr Twitter

    Created with by BeautyTemplates

    Back to top