FaceBook Instagram TikTok Twitter

andhirarum

    • Home
    • Tentang Andhira
    • Product
    • _aderation project
    • _Kirana Creative

     


    Sejak hadirnya vaksin Covid-19 di Indonesia, saya sudah antusias dan tidak sabar rasanya untuk segera mendapatkannya. Ini karena semakin hari, varian virus Covid-19 ini semakin berkembang dan makin cepat penularannya, hingga rasanya diri ini seakan-akan kejar-kejaran antara virus dan vaksin. Saya berdoa setiap harinya semoga saya segera mendapat jatah vaksin sebelum saya disapa dengan virus duluan, huhuhu (eh tapi semoga si virus nggak menyapa saya selamanya, deh!).

    Jebul ndilalahnya, di bulan Juni lalu saya mendapatkan informasi bahwa akan ada vaksinasi massal yang diadakan oleh Polres Blitar Kota, dalam rangka Hari Bhayangkara ke-75. Senang sekali! Saya pun langsung segera mendaftar melalui tautan yang telah tersedia. Persyaratannya juga tidak seribet yang saya kira. Hanya membutuhkan fotokopi KTP, usia di atas 18 tahun, dan badan dalam keadaan sehat.

    Tentunya sebelum saya memutuskan untuk ikut vaksinasi massal ini, saya sudah mencari informasi perihal vaksin yang akan saya dapatkan. Juga efek samping dari vaksin ini nantinya. Saya belum tahu pasti saat itu akan dapat vaksin apa, yang pasti saya mencari informasi akan jenis vaksin yang digunakan di Indonesia, serta efek samping yang akan muncul setelah vaksinasi, berdasarkan pengalaman dan informasi yang valid, tentunya. Untung banget saya kemarin mencari segala informasi penting tentang vaksinasi dengan menggunakan Smartfren GOKIL MAX, yang mana jaringan ini didukung dengan jaringan telekomunikasi Smartfren yang 100% 4G LTE dan kuota besar yang mencapai 36 GB, yang tentu saja bisa digunakan sepanjang waktu, mulai dari siang hingga malam. Mantap mania mancing deh, pokoknya! Saya bisa mengakses segala informasi tanpa sambat paketan ngadat. Dan juga, saya bisa daftar vaksin sesegera mungkin gegara ini! :D



    Oh iya, untuk saat ini juga sedang berlangsung program Rejeki WOW Periode 2, loh! Program Rejeki WOW Daily Treasure ini merupakan program apresiasi dari pihak Smartfren kepada seluruh pengguna Smartfren, baik itu pelanggan pra-bayar hingga paska bayar. Wuhuuuu, menyenangkan sekali rasanya bisa dapat hadiah menyenangkan dari Smartfren! Selain itu, ada opsi lain untuk mendapatkan hadiah dari Smartfren ini dengan cara mengikuti Download MySmartfren Challenge di Play Store. Wohoooo, udahlah ini saya bakal dapat vaksin gratis, bisa browsing informasi sepuasnya menggunakan kuota Smartfren GOKIL MAX, hingga dapat kesempatan untuk menang hadiah dari Smartfren, pulak! ~XD




    Cuss mari lanjut bercerita tentang vaksinasi Covid-19, yang mana saya sudah mendapatkan dosis vaksin secara full alias 2 kali dosis vaksin Covid-19!


    Vaksinasi Covid-19 Dosis Pertama: Menepis Rasa Takut Suntik dengan Afirmasi yang Positif

    Jujur, meski pada dasarnya saya senang sekali telah mendapat jatah kuota vaksin massal yang diadakan oleh Polres Blitar Kota, tetap ada perasaan takut yang menyelinap di hati saya. Iya, ini perkara saya yang takut akan jarum suntik. Entah mengapa, hingga dewasa ini perasaan takut disuntik tetap membayangi, kendati sudah beberapa kali mengalami yang namanya disuntik, hahaha.

    Untungnya, perasaan takut ini kalah dengan pikiran dan afirmasi positif yang terus saya gaungkan di benak saya sejak awal daftar vaksin. Ialah, “Vaksin adalah upaya untuk menjaga diri sendiri dan orang lain.”. Afirmasi ini cukup mengena di saya dan meredakan kekhawatiran yang saya punya terkait jarum suntik.

    Saya mendapat jadwal vaksinasi dosis pertama di tanggal 26 Juni 2021 pada jam 10 pagi. Hal yang saya persiapkan tentu saja sesuai persyaratan, ditambah dengan sarapan sebelum berangkat agar lebih kuat. Perasaan deg-degan tetap ada. Maklum nih, sobat overthinking, HAHAHAHA. Dengan ucapan bismillah dan afirmasi yang tentu saja selalu saya gaungkan, saya akhirnya berangkat.

    Suasana di lokasi vaksinasi cukup ramai, namun tetap kondusif menjaga jarak dan juga protokol kesehatan yang ketat. Jadwal vaksinasi memang sengaja dibagi per sesi jam, yang mana tujuannya adalah agar tidak terjadi penumpukan antrean vaksin yang berpotensi menimbulkan kerumunan.

    Proses vaksinasi yang diatur dengan rapi oleh petugas kepolisian

    Proses pertama setelah cuci tangan, cek suhu, cek data, dan dipersilakan duduk di kursi yang telah disediakan adalah proses skrining melalui daftar pertanyaan, yang mana tinggal mencentang sesuai dengan keadaan sekarang. Beberapa pertanyaan yang ada di dalamnya mengenai pernah terkonfirmasi positif Covid-19 atau tidak, sedang hamil/menyusui atau tidak, mengalami gejala ISPA dalan 7 hari terakhir atau tidak, memiliki riwayat penyakit jantung, asma, kelainan darah, autoimun, gagal ginjal, diabetes, dan penyakit bawaan lainnya atau tidak, dan masih banyak lagi. Skrining ini tentunya harus diisi dengan jujur dan seapa-adanya dengan kondisi yang sedang dialami, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan paska dilakukan vaksin.

    Setelah skrining selesai dilakukan, kemudian lanjut menunggu giliran untuk maju ke tahap cek tekanan darah sebelum pada akhirnya maju di meja vaksin. Tekanan darah yang dianjurkan untuk dilakukan vaksin, tidak boleh lebih dari 140/90. Tekanan darah saat vaksin pertama masih di batas normal, jadi saya langsung bisa dilakukan tindakan.

    Menuju vaksin dosis pertama. Di sini saya sudah deg-degan pol, hahahahahahah.

    Jujurly, rasa deg-degan itu muncul kembali, HAHAHAHAHA. Apalagi lihat tim vaksinator (petugas yang memberi vaksin) mulai mempersiapkan jarum suntik. Wadidaw, jantung saya serasa mau copot, jumpalitan ke sana ke mari, wkwkwkw. Rasanya ingin kabur dari kursi saja, tapi udah telanjur kepalang basah. Sudah tidak bisa bergerak mundur.

    “Ingat, Andhira. Sakitnya disuntik vaksin masih sakit ditinggal rabi.” – ucap saya dalam hati. Menghibur diri, ceritanya. Ya sebenarnya juga pengalaman pribadi juga sih kalau ditinggal rabi, ahahahahahahahah. Lah, ngapa kok jadi curhat, yak?  ~XD

    Petugas vaksinator dengan ramah menyapa saya, basa-basi terlebih dahulu sebelum menyuntik saya. Dan syuuuut! Tidak butuh waktu lama cairan vaksin masuk ke dalam tubuh saya melalui lengan kiri saya, tanpa saya merasakan sakit yang berlebihan. Bahkan rasanya tidak ada keluhan sakit! Masih sakitan kecubles jarum pentul, wuahahahaha. Sungguh aneh tapi nyata, sobat. ~

    Setelah itu tinggal menunggu kertas bukti vaksinasi pertama selesai dicetak sambil jaga-jaga tubuh apabila terjadi KIPI (Kejadian Ikutan Paska Imunisasi). Alhamdulillah, vaksin pertama bisa terlewati dengan normal tanpa ada keluhan. Tinggal menunggu pemberian dosis vaksin kedua, yang dilaksanakan satu bulan setelah pemberian vaksin Covid-19 dosis pertama. Oh iya, jenis vaksin yang saya dapatkan kemarin adalah CoronaVac, yang masih satu rumpun dengan vaksin Sinovac.


    Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua: Lengkap Sudah!

    Sebulan setelah dosis pertama vaksin Covid-19, saya pun lanjut mendapat dosis kedua, pada tanggal 27 Juli 2021. Kali ini lokasi vaksin dosis kedua tidak sama dengan vaksinasi dosis pertama, yang mana saya mendapatkan dosis kedua ini di Puskesmas Sukorejo. Lumayan jauh dari rumah, tapi demi vaksin dosis kedua, saya rela menempuh perjalanan yang lumayan jauh! Wqwqwq~

    Vaksinasi Covid-19 dosis kedua di Puskesmas Sukorejo, Kota Blitar

    Prosesnya sama seperti vaksinasi dosis pertama, yang mana tetap dilakukan skrining di awal seperti cek suhu, cek tekanan darah, dan juga mengisi daftar pertanyaan yang sama persis saat dosis pertama kemarin. Setelah itu antre untuk menunggu giliran dipanggil oleh petugas.

    Menuju vaksinasi dosis kedua. Rada deg-degan sedikit, wqwqwq~

    Perasaan deg-degan perkara jarum suntik masih ada. Namun karena saya sudah pernah disuntik vaksin sebelumnya, jadi saya tidak terlalu khawatir. Malah justru saya banyak tertawa, hahaha. Tidak menunggu lama, saya akhirnya dipanggil untuk dilakukan tindakan vaksin.

    Vaksin dosis kedua saya dilakukan di lengan kanan saya, yang mana dosis kedua ini mendapatkan CoronaVac, sama seperti vaksin dosis pertama. Dan, syuuut! Jarum suntik masuk ke dalam tubuh saya, yang membuat saya sedikit kaget karena lebih terasa nyut dibandingkan dosis pertama. Hahahaha. Tidak sampai membuat saya menangis, hanya kaget dan sempat meringis sesaat, wkwkwk.

    Kemudian proses berlanjut sama seperti vaksin pertama, menunggu cetakan kartu vaksin dan jaga-jaga tubuh apabila terjadi KIPI. Alhamdulillah, tidak ada keluhan lain yang mengganggu kecuali kaget dan njarem sedikit, hihihi.

    Lengkap sudah dosis vaksin yang telah dimasukkan ke dalam tubuh saya saat ini. Alhamdulillah!


    Efek Setelah Vaksinasi Covid-19 Dosis Pertama dan Kedua

    Untuk diketahui bahwa saya mendapat vaksin jenis CoronaVac, yang masih satu jenis dengan Sinovac. Tidak ada niatan memilih-milih vaksin, di pikiran saya saat itu yang penting dapat vakskin Covid-19, sebagai ikhtiar untuk melindungi diri dan orang lain. Jebul ternyata dapatnya CoronaVac.

    Tidak ada keluhan yang berarti di tubuh saya selain lebih mudah lapar dan mengantuk. Iya, saya super merasa mengantuk setelah vaksin kedua dilaksanakan. Selain itu, vaksin kedua lebih terasa jarum suntiknya masuk tembus kulit daripada vaksin pertama, wkwkw. Ada njaremnya, namun tidak terlalu terasa.

    Badan panas, meriang, dan linu-linu yang biasanya terjadi setelah selesai vaksin tidak saya rasakan. Entah ini faktor apa, saya juga tidak tahu, hahaha. Ini menandakan bahwa respons tubuh masing-masing orang memang berbeda-beda dalam menerima dosis vaksin Covid-19.

    Semua masih aman terkendali. Saya masih bisa beraktivitas setelah vaksin dilaksanakan, baik itu dosis pertama maupun dosis kedua. Alhamdulillaah.

    -------------------------------------------------

    Pengalaman vaksinasi Covid-19 yang meninggalkan kesan tersendiri bagi saya. Semoga bisa menjadi pandangan baru bagi teman-teman mengenai vaksin Covid-19, yang mana sangat dianjurkan pemerintah untuk dilakukan sesegera mungkin.

    Sehat-sehat untuk kita semua! Mari, saling jaga.



    Love,


    Andhira A. Mudzalifa

     

    Continue Reading

     


    Zaman sudah semakin berkembang, begitu pula dalam bidang teknologi dan komunikasi, hal yang saya rasakan dampaknya paling dekat dan nyata di kehidupan saya. Akhir-akhir ini yang paling terasa sih ya dalam bidang komunikasi, yang mana menurut saya semakin pesat. Saya merasa kecepatan internet yang saya gunakan ini sudah cepat, namun ternyata ada perkembangan yang lebih baik lagi, yang digadang-gadang memiliki kecepatan yang lebih cepat dari kecepatan internet yang ada sekarang; 4G.

    Saya antusias sekali ketika provider internet yang saya gunakan sekarang ini mengadakan uji coba tahap kedua jaringan internet 5G bersama Kominfo, di tanggal 17 Juni 2021 yang lalu. Uji coba teknologi 5G ini ditujukan untuk memperlihatkan kinerja dan kemampuan teknologi telekomunikasi terbaru.

    Beberapa hal yang dilakukan pada uji coba kali ini memperlihatkan skenario penerapan teknologi 5G pada berbagai variasi perangkat, seperti penggunaan 5G pada modem WiFi (MiFi), serta pemutaran video 360, virtual reality (VR), VR Game dan augmented reality (AR).


    Uji Coba Jaringan 5G Smartfren Tahap Satu: WOW Banget!

    Sebelumnya, di tahun 2019 lalu, Smartfren telah melakukan uji coba jaringan 5G untuk pertama kali, yang mana menggunakan frekuensi 28 GHz di pusat produksi minyak Marunda Reffinery di Marunda, Jawa Barat. Pengujian tersebut memperlihatkan kecepatan 5G tembus sampai 8,7 Gbps di perangkat pemakai. Wow, keren nggak sih?

    Ada pun pengujian tersebut diselenggarakan dengan skenario penggunaan 5G sebagai pengendalian jalur logistik pengiriman barang, serta aplikasi pemeliharaan peralatan produksi di restriced area dengan teknik virtual reality (VR), serta drone. Wuih, luar biasa!

    Merza Fachys, selaku President Director Smartfren mengatakan, “Kehadiran 5G bisa dipastikan akan menjadi game-changer untuk industri telekomunikasi di Indonesia. Setelah sebelumnya kami sukses memperlihatkan skenario 5G untuk industri, kali ini kami ingin memperlihatkan skenario 5G di sisi penggunaan yang lebih variatif dan luas. Semoga pengujian ini bisa memberikan gambaran yang jelas, bahwa saat implementasi 5G dilakukan, maka masyarakat serta industri yang akan mendapatkan manfaat besar.”

    Menyenangkan sekali bila jaringan 5G ini bisa dinikmati dan dirasakan manfaatnya oleh banyak orang, karena manfaatnya yang baik untuk kehidupan, mulai dari memudahkan aktivitas, hingga urusan kesehatan dan juga pariwisata. :D


    Uji Coba Jaringan 5G Smartfren Tahap Dua: Bekerja Sama dengan Kominfo

    Bersama Kominfo, Smartfren melakukan uji coba jaringan 5G tahap kedua, yang turut didukung oleh ZTE dan Qualcomm pada tanggal 17 Juni 2021 yang lalu. Dalam pengujian yang diselenggarakan di Galeri Smartfren Sabang, Jakarta Pusat, berhasil memperlihatkan kecepatan hingga lebih dari 1,8 Gbps di berbagai perangkat Customer Premise Equipment (CPE), seperti modem dan MiFi 5G.

    Whuadidaw! Lagi-lagi saya dibuat terkesima akan jaringan 5G dari Smartfren ini. Kecepatannya jauh di atas kecepatan dari 4G, yang mana saya rasa ini bakal bermanfaat banget bagi generasi muda dan generasi konten macam saya, hahaha.




    Dalam pengujian 5G tahap kedua ini, skenario yang diujikan adalah menggunakan MiFi dan menghubungkannya ke headset VR dan AR. Kemudian pada headset VR tersebut ditayangkan video VR Wonderful Indonesia milik Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, video feed dari kamera 360 yang diletakkan di area galeri, streaming game VR menggunakan laptop gaming, serta menggunakan headset AR terkoneksi 5G untuk menjalankan perintah tertentu.

    Mulyadi, ST., MT.,  selaku Direktur Standardisasi Perangkat Pos dan Informatika, Kominfo dalam pembukaan acara 5G Trial Kominfo bersama Smartfren di Galeri Smartfren Jakarta, Kamis (17/6/2021), mengatakan, “Hasil uji coba ini tentu saja kita tunggu bersama, karena kita ingin melihat seberapa efektif penggunaan frekuensi tinggi untuk layanan 5G, sehingga kita bisa me-review, mencanakan kembali bagaimana pita frekuensi tinggi ini digunakan untuk layanan 5G di masa depan. Di samping untuk melihat efektivitas penggunaan frekuensi tinggi untuk layanan 5G, pemerintah juga berharap uji coba ini dapat dilaksanakan untuk mendorong inisiatif ekosistem baru, use case baru, atau aplikasi layanan baru yang bisa digunakan di layanan 5G.”

    Shurish Subbramaniam, Chief Technology Officer Smartfren juga mengatakan, “Smartfren selalu mengedepankan pengalaman terbaik pelanggan di dalam setiap inisiatif yang dilakukan. Guna mendukung semua scenario penggunaan 5G yang mewujudkan kecepatan, keamanan, dan koneksi berlatensi rendah sesuai dengan kebutuhan pelanggan dan perusahaan, Smartfren telah menunjukkan kemampuan infrastruktur end-to-end dalam 5G kami. Smartfren juga telah meletakkan pondasi 5G di seluruh negeri, dengan memanfaatkan inti berbasis teknologi cloud, transportasi yang ditentukan oleh piranti lunak. Radio akan diaktifkan sesuai kebutuhan band dan cenario. Setiap uji skenario yang ditunjukkan di sini menunjukkan kemampuan Smartfren untuk memenuhi semua skenario penggunaan 5G termasuk koneksi data berkecepatan tinggi, pendidikan cerdik melalui VR, perjalanan virtual, pemantauan jarak jauh untuk Industri, dan banyak lagi.”



    --------------------------------------------------------------

    Membayangkan betapa keren dan canggihnya jaringan 5G ini hadir di tengah-tengah masyarakat Indonesia membuat saya semakin tidak sabar. Semoga dengan uji coba jaringan 5G yang telah dilakukan Smartfren ini juga diimbangi dengan peningkatan segala pelayanan yang ditawarkan oleh Smartfren, sebelum benar-benar memasuki era 5G yang semakin berkualitas. Mari kita tunggu saja! :D

    Continue Reading

     


    Pandemi masih berlangsung hingga saat ini, namun saya yang notabene suka jalan-jalan dan keluyuran ini sudah rindu sekali dengan liburan, utamanya liburan di alam bebas. Hingga pada akhirnya ada edaran dari pemerintah bila wisata sudah buka (namun tetap memerhatikan protokol kesehatan), saya pun turut senang, namun juga tetap waspada ketika nantinya ingin berlibur di tempat wisata. Saya juga memilih tempat yang masih satu kota dengan tempat tinggal saya, bila luar kota pun saya memilih yang dekat-dekat saja, masih belum berani jauh-jauh, hihi.

    Kemarin, si Bapak tiba-tiba mengajak saya beserta Ibu dan Adik untuk kondangan ke daerah Serang, yang masih masuk dalam wilayah Blitar. Saat itu waktu menunjukkan masih siang hari, yang mana rencananya akan berangkat sore hari. Entah mengapa saya tiba-tiba kepikiran melobi Bapak untuk sekalian mampir ke Pantai Serang, yang mana lokasinya cukup dekat dengan rumah saudara saya yang akan saya kunjungi nanti. Ternyata usulan saya ini diterima oleh Bapak, dong! HAHAHAHA. Saya pun segera mempersiapkan diri, membawa sandal cadangan untuk main ke pantai, kendati pakaian saya nantinya tetap memakai baju kondangan, wkwk.


    Perjalanan Menuju Pantai Serang, Blitar

    Lokasi Pantai Serang ini berada di Desa Serang, Kecamatan Panggungrejo, Kabupaten Blitar. Di mana waktu tempuh dari rumah saya menuju pantai ini mencapai 1 jam. Kemarin saya mengambil rute Kota Blitar – Kanigoro – Jegu – Margomulyo, ikuti anak panah ke arah Pantai Serang. Bisa juga apabila lewat perempatan Lodoyo ke timur, lebih mudah jalannya, hehe.

    Perjalanan kemarin terpantau lancar tanpa ada kemacetan dengan akses jalan yang sudah cukup bagus, meski ada beberapa lubang di beberapa titik jalan. Wajar sih, namanya juga jalan umum, apalagi daerah sini juga dilewati dengan kendaraan muatan besar. Harus lebih waspada dan hati-hati.


    Pantai Serang, Pantai Blitar dengan Bentang Pantai yang Panjang

    Kami sampai di sana sekitar pukul 5 sore, setelah sebelumnya mampir sebentar di rumah saudara. Cukup sore, tapi menurut saya ini waktu yang pas sekali. Kami sampai dengan suasana pantai yang masih terlihat cukup ramai, namun tidak membludak. Mengingat waktu yang menunjukkan menjelang magrib.


    Pantai Serang termasuk dalam jajaran pantai dengan bentang pantai yang panjang. Termasuk salah satu dari tiga pantai dengan bentang pantai terpanjang di Blitar selain Pantai Jolosutro dan Pantai Pasur. Dengan bentang pantai yang panjang ini, Pantai Serang memiliki ombak yang cukup besar, jadi tidak disarankan untuk berenang.


    Pantai Serang memiliki pasir berwarna hitam. Itu sebabnya tidak disarankan untuk melepas alas kaki ketika siang hari, karena pasir terasa panas. Pernah saya mencoba nekat melepas alas kaki di pantai berpasir hitam (tapi bukan Pantai Serang), rasanya kaki saya seperti terbakar! Hahahaha. Langsung kapok, tidak mau melepas alas kaki lagi. ~XD


    Menikmati Sunset di Pantai Serang untuk Pertama Kali

    Tujuan saya memilih untuk berkunjung ke Pantai Serang saat sore hari adalah saya ingin merasakan sensasi menikmati sunset alias matahari tenggelam di pantai ini. Iya, meski saya sudah main-main ke pantai ini beberapa kali, saya belum pernah mantai ke sini hingga malam hari karena takut akan balik ke rumah nanti bagaimana, mengingat kondisi jalan yang cukup gelap dan ada beberapa titik yang berlubang. Nah, mumpung ke sini bersama keluaga, jadi sekalian saja milih sore hari. Plus dipastikan juga aman, karena bersama keluarga. Huahahaha, kondangan bonus piknik ini ceritanya. ~XD

    Tidak salah bila ada yang mengatakan bahwa Pantai Serang memiliki spot sunset terbaik di pantai Blitar, karena memang sebagus itu! Huhuhu. Saya sampai tidak berhenti untuk mengagumi langit dan mengucap puji-pujian dalam hati karena langitnya sedap sekali dipandang. Menyegarkan mata dan menenangkan jiwa, utamanya bagi penyuka sunset.



    Langit tanpa edit. Masyaa Allaah :''))))))

    Fasilitas yang ada di Pantai Serang, Blitar

    Pantai Serang sudah dikelola dengan baik oleh warga setempat, terbukti dengan adanya fasilitas yang lengkap, mulai dari kuliner, musala, toilet, hingga fasilitas hiburan lain seperti ATV yang bisa disewa. Kemarin saat sore hari ternyata masih cukup banyak orang yang menyewa ATV ini. Memang paling menyenangkan jika menyusuri pantai dengan menggunakan ATV, karena bentang pantainya cukup panjang. Lumayan membuat kaki gempor, hahaha.

    Warung makan di Pantai Serang

    Penyewaan ATV di Pantai Serang

    Tiket masuk ke Pantai Serang sendiri saya kurang tahu, kemungkinan berkisar antara Rp5.000,- hingga Rp7.000,-. Saya kemarin masuk tanpa membayar, karena saya datang sudah sore hari. Biasanya kalau sudah menginjak pukul 16.00 sudah tidak ada petugas penjaga tiket, sih. :D


    Serang Culture Festival, Acara Tahunan Pantai Serang, Blitar

    Satu hal lain yang membuat saya harus mengunjungi Pantai Serang setidaknya setahun sekali adalah adanya acara Serang Culture Festival, yang mana acara ini diselenggarakan setiap tahunnya di bulan September. Di mana acara Serang Culture Festival ini memiliki beberapa rangkaian acara, yang diadakan selama satu bulan lamanya. Di antaranya ada Festival Layang-layang, Festival Patung Pasir, Pelepasan Tukik, Serang Beach Jazz Festival, Serang Fishing Festival, Serang Beach Keroncong Festival, dan biasanya ditutup dengan Serang Barong Festival.

    Serang Culture Festival 5, tahun 2019. Dua tahun silam. :D

    Saya rutin hadir di acara ini sejak Serang Culture Festival tahun ke-4, sejak tahun 2018. Biasanya saya hadir di pembukaan, saat Festival Layang-layang. Begitu pula untuk tahun selanjutnya, saya juga hadir di event yang sama. Untuk event Festival Layang-layang Serang Culture Festival, pernah saya tuliskan di postingan ini. :D

    Baca: Serang Culture Festival 5: Festival Layang-layang

    Sayangnya Serang Culture Festival ini harus terhenti untuk sementara sejak tahun lalu karena adanya pandemi. Semoga pandemi segera berakhir dan acara ini bisa dihelat kembali. Saya sudah rindu untuk mengabadikan momen-momen yang ada di acara ini. :’))))


    Merekam dan Mengabadikan Perjalanan dalam Bentuk Digital

    Berbicara mengenai mengabadikan momen dan perjalanan, saya pun ada dalam barisan ini. Yap, bisa dibilang saya anak konten, kendati saya tetap bisa menikmati setiap perjalanan karena hanya momen-momen tertentu saja saya memotret atau merekam. Hal ini saya lakukan karena saya anaknya gampang pelupa, hahaha. Jadi harus selalu siap sedia kamera untuk merekam momen-momen, utamanya ketika sedang jalan-jalan maupun kegiatan konten-able lainnya, ihi.

    Selain saya simpan di galeri handphone, biasanya saya juga mengunggah setiap momen yang saya rekam ke media sosial yang saya punya. Tentunya, untuk mengunggah konten-konten yang saya rekam dan saya buat ini saya membutuhkan provider yang oke punya. Pilihan saya tak lain dan tak bukan tentu saja jatuh kepada Smartfren GOKIL MAX!


    Smartfren GOKIL MAX ini dibekali dengan jaringan telekomunikasi Smartfren yang 100% 4G, dengan kuota mencapai 36 GB, yang mana kuota ini bisa digunakan di waktu pagi, siang, atau malam hari. Sepuasnya, di semua aplikasi, tanpa batas waktu~~ aku merindu~~ *lho, kok jadi lagunya Ikatan Cinta gini yak? ~XD*

    Yak, memanglah ini yang saya butuhkan sebagai generasi konten. Bahkan ada tambahan extra kuota sebesar 70 GB di jam 00.00 hingga 05.00 di semua aplikasi, loh! Benar-benar provider sahabar generasi konten banget, ya?

    Smartfren GOKIL MAX ini sudah bisa diperoleh di 144 kota yang ada di seluruh Indonesia, yang meliputi Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera Selatan, dan Sumatera Utara, loh. Gokil!

    --------------------------------------------------------------

    Jangan lupa untuk tetap memerhatikan protokol kesehatan apabila sedang berwisata, ya! Sehat-sehat selalu untuk teman-teman di mana pun teman-teman berada. :D

    Bagi teman-teman yang penasaran dengan wisata Blitar, yuk yuk, sini silakan tanya-tanya, barangkali saya bisa membantu. Atau barangkali malah mau langsung wisata dan mengajak saya? HAHAHA. Langsung kontak saja, ya! :p

    Continue Reading
    Newer
    Stories
    Older
    Stories

    Holla!

    Untitled-design-2

    Saya Andhira A. Mudzalifa, seorang perempuan biasa di balik semua postingan di blog ini yang suka bercerita, makan, dan jalan-jalan.

    Menyibukkan diri di Aderation Project dan Kirana Creative .

    Untuk menyapa lebih lanjut, bisa menghubungi lewat surel di andhira(dot)dee(at)gmail(dot)com

    Terima kasih telah mampir ke tempat di mana saya menuangkan segala cerita! Selamat membaca dan menikmati :)

    Temukan Saya Di

    • facebook
    • instagram
    • twitter

    Teman-teman

    Label

    #AyoNulis #BPNRAMADAN2024 #BPNRamadan2020 #BPNRamadan2021 #CatatanDuaEmpat #DiRumahAja Aderation Project Beauty Bodycare Cooking Crafting DIY Informasi Jelajah Blitar Journey Jurnal Tahunan Kafe Kuliner Life Lovely Place Makeup Pantai Blitar Rekomendasi Review Scarlett Smartfren Thoughts Tips Travelling Vaksinasi Writing Challenge cerita jalan-jalan

    Arsip Blog

    • ▼  2024 (17)
      • ▼  November 2024 (1)
        • Kenal Lebih Dekat dengan SoFresh: Sabun Cuci Pirin...
      • ►  Oktober 2024 (1)
      • ►  April 2024 (6)
      • ►  Maret 2024 (9)
    • ►  2023 (3)
      • ►  Juni 2023 (1)
      • ►  Februari 2023 (1)
      • ►  Januari 2023 (1)
    • ►  2022 (3)
      • ►  Maret 2022 (1)
      • ►  Februari 2022 (1)
      • ►  Januari 2022 (1)
    • ►  2021 (51)
      • ►  Desember 2021 (2)
      • ►  November 2021 (1)
      • ►  Oktober 2021 (1)
      • ►  September 2021 (1)
      • ►  Agustus 2021 (3)
      • ►  Juli 2021 (1)
      • ►  Juni 2021 (1)
      • ►  Mei 2021 (17)
      • ►  April 2021 (17)
      • ►  Maret 2021 (4)
      • ►  Februari 2021 (2)
      • ►  Januari 2021 (1)
    • ►  2020 (55)
      • ►  Desember 2020 (1)
      • ►  November 2020 (2)
      • ►  Oktober 2020 (2)
      • ►  September 2020 (4)
      • ►  Juli 2020 (4)
      • ►  Juni 2020 (4)
      • ►  Mei 2020 (22)
      • ►  April 2020 (11)
      • ►  Maret 2020 (1)
      • ►  Februari 2020 (1)
      • ►  Januari 2020 (3)
    • ►  2019 (48)
      • ►  Desember 2019 (3)
      • ►  November 2019 (1)
      • ►  Oktober 2019 (3)
      • ►  September 2019 (5)
      • ►  Agustus 2019 (3)
      • ►  Juli 2019 (2)
      • ►  Juni 2019 (1)
      • ►  Mei 2019 (6)
      • ►  April 2019 (3)
      • ►  Maret 2019 (9)
      • ►  Februari 2019 (11)
      • ►  Januari 2019 (1)
    • ►  2018 (10)
      • ►  Desember 2018 (1)
      • ►  Oktober 2018 (3)
      • ►  September 2018 (2)
      • ►  Mei 2018 (3)
      • ►  April 2018 (1)
    • ►  2017 (9)
      • ►  November 2017 (1)
      • ►  Oktober 2017 (1)
      • ►  Juli 2017 (1)
      • ►  Mei 2017 (1)
      • ►  April 2017 (1)
      • ►  Maret 2017 (2)
      • ►  Februari 2017 (1)
      • ►  Januari 2017 (1)
    • ►  2016 (16)
      • ►  Desember 2016 (3)
      • ►  November 2016 (2)
      • ►  Oktober 2016 (2)
      • ►  Agustus 2016 (2)
      • ►  Juli 2016 (2)
      • ►  Juni 2016 (1)
      • ►  Januari 2016 (4)
    • ►  2015 (4)
      • ►  Maret 2015 (1)
      • ►  Februari 2015 (3)
    • ►  2011 (1)
      • ►  Juli 2011 (1)

    Popular Posts

    • Usia Kepala Dua?
    • Sebuah Cerpen: Tentang Mengikhlaskan
    • A Flashback to Senior High School: Kangen!

    Saya Bagian Dari

    Logo-Blogger-Perempuan-Network-round-7

    Aderation Project

    Untitled-design-20240826-113829-0000
    Facebook Instagram Pinterest Tumblr Twitter

    Created with by BeautyTemplates

    Back to top