Sedikit kagok mau nulis lagi karena ternyata udah sebulan lebih nggak nulis, hahahaha. Ya ampun, sudah selama itu..
Apa kabar, teman-teman? Ada yang menantikan tulisan saya di blog ini? (langsung digampar karena kepedean)
Mungkin ada yang bertanya-tanya sebab musabab hilangnya saya selama sebulan lebih, hingga bulan Agustus kemarin sama sekali nggak posting satu tulisan maupun jalan-jalan meninggalkan komentar di blog teman-teman sekalian.
Jadi, apa alasan menghilang selama sebulan lebih? Apakah sedang diculik alien atau lelaki soleh nan baik hati dan dinikahi?
Inginnya ya yang terakhir itu, namun apadaya, alasan sesungguhnya bukanlah itu, hahaha. Lagian juga belum siap buat nikah (lha, malah curhat!). Hahaha.
Laptop rusak adalah jawaban atas menghilangnya saya selama sebulan terakhir lebih ini. Berawal dari tiba-tiba laptop nggak bisa nyala ketika ditekan tombol power. Padahal charger laptop sudah dipasang (karena laptop tidak bisa menyala tanpa charger laptop).
Awalnya menduga jika keyboard-nya lagi kotor, karena pernah dapat kasus serupa ketika keyboard bagian dalam sedang kotor, tombolnya tidak berfungsi. Jebul ndilalah ketika saya bawa ke tukang servis laptop langganan, beberapa minggu kemudian beliau bilang jika IC Power saya yang rusak, bukan keyboard yang kotor. Hiks :"))
Memang nggak salah sih jika IC power laptop saya bisa rusak. Soalnya laptop udah nggak bisa pakai baterai laptop, jadi mau tidak mau laptop hanya bisa menyala jika charger laptop tersambung dengan aliran listrik. Ini cukup berpengaruh buruk ketika tegangan listrik tidak stabil alias naik turun atau bahasa kerennya, "sering mati listrik". Beberapa kali kejadian ketika saya sedang menyalakan laptop listrik tiba-tiba mati. Tidak sempat buat mematikan laptop terlebih dahulu, hahaha. Ya akhirnya berakhir kerusakan seperti ini, deh :"))
Kerusakan pun bertambah pada kipas laptop. Sebenarnya bukan rusak sih, hanya saja kipas laptop ini mulai menimbulkan suara yang berisik, yang jika lama dibiarkan tidak dicek, akan menimbulkan kerusakan pada laptop. Biasanya, kasus kipas laptop berbunyi berisik ini diakibatkan oleh kipas yang kotor karena debu maupun partikel kecil lainnya. Memang sudah diingatkan oleh tukang servisnya ketika servis IC Power lalu jika kipas laptop juga perlu diganti, tapi saya masih mikir-mikir dulu karena masalah budget, wkwk :")) nangis
Ini cukup menguras tabungan sih, apalagi ditambah saya sedang menabung untuk beli handphone baru, hahahaha. Ngenes, tabungan jadi berkurang cukup banyak. Harusnya bisa segera beli handphone baru, ndilalah malah ada kejadian ini, hahahahahahahaha *ketawa miris*. Tapi ya sudahlah, mungkin memang rezekinya laptop harus servis :")) (meski belum rela, wkwkwk).
Buat pelajaran bagi saya pribadi untuk tidak meninggalkan laptop dalam keadaan menyala dalam jangka waktu yang cukup lama. Mending dimatikan daripada sewaktu-waktu mati listrik, laptop saya sudah aman dalam keadaan shut down (bukan sleep maupun hibernate).
Jadi, begitulah alasan saya selama ini mengapa tiba-tiba hilang tanpa pamit dan tanpa alasan, haha. Bukan karena lagi diet menulis, bukan (mana bisa saya diet menulis???)! Tapi ya karena itu tadi, laptopnya sedang sekolah alias sedang diservis.
Sebenarnya bisa sih kalau mau ngetik blog dan posting lewat handphone, tapi lagi-lagi saya nggak bisa melakukannya karena handphone rusak, HAHAHA *ketawa ngenes lagi*. Beberapa bulan ini pun hanya 'nebeng' di handphone Ibuk, install aplikasi seperlunya seperti Dual WhatsApp, Instagram, dan Twitter Lite karena handphone Ibuk tidak bisa memuat aplikasi yang banyak. Jadinya harus memilih dan memilah mana aplikasi yang sering digunakan maupun tidak :")). Mohon doanya semoga segera dimampukan punya handphone baru, yaaaaaa! *buka kedok*, wkwk :"))
Disamping itu, saya juga kurang lega jika menulis dan memosting blog lewat handphone. Tetap enak pakai laptop ke mana-mana, hahahaha. Lebih puas gitu rasanya, ditambah ngeditnya juga lebih leluasa. Yak, mana suaranya #TimNgeblogPakaiLaptop????? ~~XD
Terus saya bingung mau nulis apalagi, hahahahaha. Yaudah, mau cerita hal-hal yang dilakukan sebulan terakhir ketika meninggalkan blog saja. Yang nggak mau baca dan merasa ini tidak penting, silakan dilewati saja tidak apa-apa. Hanya ingin bercerita agar lega (dan biar blog juga ada isinya gitu lho, muahahahaha!).
Jadi, bulan Agustus hingga pertengahan September ini menjadi bulan yang cukup menyenangkan bagi saya. Ada duka, tapi juga banyak sukanya. Intinya, banyak bersyukur saja, hihi.
Pandemi memang masih berlangsung hingga sampai saat ini. Di kota saya sendiri, meski pertambahan kasusnya tidak lebih banyak dari kota-kota lain (apalagi ibukota), tetapi di sini protokol kesehatannya masih tetap dilakukan. Saya masih lihat banyak orang yang tetap aware dan tetap memakai masker ke mana-mana, meski kadang juga terlihat ada yang tidak menjaga jarak, apalagi di tempat umum yang ramai.
Saya sendiri tetap berusaha untuk patuh mengikuti 3M yang diimbau oleh pemerintah (Memakai Masker, Menjaga Jarak, dan Mencuci Tangan) jika sedang berkegiatan di luar rumah. Sudah mulai nongkrong dan ngopi lagi tapi ketika kondisi tongkrongannya tidak ramai. Sudah mulai piknik, tapi tidak bergerombol. Menghindari keramaian jika terpaksa harus ke luar rumah.
Beberapa kali saya pergi piknik. Eh, sebenarnya hanya dua kali sih, dan semuanya adalah hal yang ada di luar dugaan alias dadakan seperti tahu bulat, hahahaha.
Untuk pertama kalinya saya pergi sendirian ke Sirah Kencong. Ini bisa dibilang nekat sih, karena letaknya ada di pegunungan, dimana memakan waktu 1 hingga 1,5 jam untuk menuju ke sana, dan saya memilih sendirian, wkwk. Dikarenakan saya sedang stres butuh menenangkan diri, akhirnya saya putuskan untuk ke Sirah Kencong. Di tempat ini pun saya hanya makan pecel, kemudian bablas pulang, HAHAHAHAHAH. Perjalanan memakan 1 jam lebih, eh ke sini cuma terima makan pecel yang hanya setengah jam, terus turun, wkwkwk. Edan, memang.
Sirah Kencong dari kejauhan. Saya memotret ini justru ketika sudah cabut dari tempat wisata ini, hahaha.
Ke tempat ini hanya ingin memesan nasi pecel di Warung Bu Tia, kemudian langsung turun pulang, hahaha. Lama banget saya nggak ke sini tuh, udah setahun lebih. Apalagi waktu pandemi kemarin tempat ini juga tutup berbulan-bulan.
Piknik yang kedua saya laksanakan tanggal 17 September. Ini juga dadakan seperti tahu bulat, wkwk. Lokasi tutup jam 5 sore, tapi baru berangkat dari rumah sekitar jam setengah 4 sore, dimana perjalanan memakan waktu sekitar 1 jam, mhahahahaha. Untungnya sih tempatnya sepi banget. Hanya ada beberapa warga lokal saja dan orang yang berjualan. Alhamdulillah, Puji Tuhan, nggak harus berdesak-desakan dengan orang lain. Iya, saya masih parno jika bertemu dengan banyak orang, huhu. Apalagi jika tidak dikenal :""
Rambut Monte, tempat asik untuk mencari ketenangan karena sepi dan sejuk. Nggak foto-foto banyak karena nggak niat buat mengulas tempat ini, huhu. Kapan-kapan saja jika ke sini lagi, ya!
Mengenai kabar diri sendiri, sebulan yang lalu saya sempat foto ala OOTD dan membandingkan dengan setahun yang lalu. Kaget sendiri, dong! Hahaha. Sedrastis itu berat badan saya menyusut :" perjalanan diet setahun yang luar biasa. Belum berani bikin postingan tentang diet karena saya bukan ahli dan takut salah, huhu. Intinya adalah di kalori defisit, banyak makan sayur dan protein, banyak minum air putih, kurangi makan nasi, gula, dan gorengan. Olahraga juga, tapi nggak ketat. Udah, gitu doang :")
Ini potret diri saya sekitar setahun lalu, waktu resepsi kakak sepupu. Agak nggak pede karena terlihat gendats sekali, huhu.
Dan ini potret diri saya sekitar satu bulan yang lalu, dimana berat badan saya mencapai titik 51 kg. Sebuah pencapaian yang begitu embuh dan nggak pernah saya sangka sama sekali, hahaha. Alhamdulillah, bersyukur. Banyak yang bilang kurang seger, tapi saya merasa justru saya lebih pede dan lebih bahagia dengan berat badan yang sekarang ketimbang setahun lalu.
Bulan Agustus lalu terhitung juga saya mulai merawat badan saya dengan cara memakai Bio Oil dan semakin rajin untuk scrub badan. Gegara saya memiliki darah manis, dimana ketika kulit terkena luka, selalu menimbulkan bekas dan bekasnya mengganggu sekali, membuat tidak percaya diri, huhu. Sekarang belajar buat nlateni agar bekas-bekasnya bisa memudar, syukur-syukur bisa hilang! Hahaha. Wish me luck~
Banyak yang bilang produk ini bagus bagi orang yang memiliki bekas luka, makanya saya ingin mencoba, hahaha. Semoga cocok di kulit saya :'))
Kapan hari juga sempat icip-icip salah satu kuliner yang sedang viral di twitter. Bukan, bukan Odading Mang Oleh. Namun nasi goreng dari salah satu chef yang menjadi selebtweet, Chef Bahtiar Sigar atau yang lebih dikenal dengan nama Chef Tiarbah. Cukup drama sekali ketika pesan nasi goreng dendeng lemak ini gegara saya pesannya harus di kota sebelah dahulu. Maklum, kota saya adalah kota kecil, hihi. Untuk cerita lengkapnya, saya akan ceritakan di postingan terpisah. Hitung-hitung sebagai ulasan ala-ala, hahaha.
Oh iya, sepertinya untuk kali ini saya akan sering posting karena saya sedang mengikuti tantangan menulis seru-seruan bersama Mbak Ria Agustina dan Mbak Verwati Iriani berdasarkan tema dari gambar di bawah ini. Hihi. Semoga nanti tidak pada bosan, ya!
Akan menulis blog dengan tema ini selama dua bulan ke depan. Tentu saja saya menulisnya dengan bahasa indonesia karena bahasa inggris saya sungguh kacau balau sekali, wkwkwkw.
Mungkin cukup sampai sini postingan pembuka setelah berbulan-bulan tidak posting tulisan. Semoga bisa menjadi obat rindu bagi teman-teman yang sudah merindukan tulisan saya, HAHAHAHAHA *pede amat????*
Teman-teman sendiri apa kabar? Sedang sibuk apa ini? Yuk, berbagi kerinduan di kolom komentar!
Love,
Andhira A. Mudzalifa














































