FaceBook Instagram TikTok Twitter

andhirarum

    • Home
    • Tentang Andhira
    • Product
    • _aderation project
    • _Kirana Creative


    Hari kelima puasa, tentunya masih semangat dong ya? Ehehehehehe, sama! Semoga semangatnya bisa konsisten hingga seterusnyaaa. Tentu saja di hari kelima puasa ini saya masih setia untuk mengikuti tantangan menulis dari Blogger Perempuan, yang nama untuk tema hari kelima ini adalah “7 Fakta Tentang Kamu”.

    Jujur, membicarakan tentang diri sendiri adalah hal yang cukup saya benci, namun membuat saya tertantang untuk belajar mengenali diri sendiri. Tentang saya sendiri pernah saya tuliskan secara singkat di postingan ini, yang mana saya menuliskan itu juga berpikir cukup lama, hahaha. Baik, saya akan mencoba menuliskan apa saja fakta-fakta tentang diri saya sendiri, yang mungkin ada beberapa teman yang belum tahu. :D


    1. Suka Menulis dan Membaca, Meski Belum Konsisten

    Mungkin dua hal di atas sudah banyak yang mengetahuinya. Yap, saya adalah pribadi yang suka menulis dan menyukai tulisan alias suka membaca, namun masih belum bisa melakukan dua hal itu secara konsisten. Kalau menulis dan membaca postingan singkat sih, hampir setiap hari (lewat Twitter, Instagram, Tumblr). Namun untuk menulis di blog atau membaca buku ini nih yang masih menjadi PR bagi saya. Padahal waktu remaja dulu tuh saya rajin banget nulis di blog dan baca buku, sampai jadi anggota perpustakaan kota dan meminjam buku di sana hampir setiap minggunya, huhuhu. Semoga bisa konsisten sesegera mungkin! :’)))


    2. Sedang Tertarik dengan Dunia Teh Lokal Nusantara

    Meski sebenarnya saya penyuka teh sejak dulu, namun saya baru mengetahui ada banyak sekali merek teh nusantara tuh di awal 2021 ini, dan entah mengapa saya tertarik untuk mencoba jenis teh yang ada. Iya, teh yang biasa dijual dengan memakai kertas itu loh, yang biasa dijual di warung-warung ~XD awalnya tertarik dengan bungkusnya yang lucu-lucu, eh kok malah tertarik untuk mencoba teh-tehnya. Hahaha.

    Dan ternyata Indonesia punya banyak sekali teh lokal dengan rasa dan aroma yang beraneka ragam, dong! Saya makin bersemangat untuk mencoba, bahkan saya sempat berkeliling di beberapa pasar dan swalayan di Kota Blitar hanya demi mencari teh, haha. Saya juga sempat dikirimin teh oleh teman yang sudah saya anggap adik sendiri, loh! Huhu, terharu sekali.

    Masih harus banyak belajar tentang dunia pertehan. Yuk kalau mau berbagi ilmu tentang teh ke saya, silakan tuliskan cerita teman-teman di kolom komentar, ya!


    3. Penyuka Warna Biru, Hitam, Putih, dan Abu-abu

    Perihal warna ini pernah saya tuliskan di laman Tentang Andhira, yang mana saya hanya menuliskannya singkat saja. Iyap, sedari SD saya menyukai warna biru, yang entah mengapa selalu membuat saya tenang.

    Menginjak di usia remaja dan dewasa, saya mulai menyukai warna-warna yang netral seperti hitam, putih, dan abu-abu. Bahkan, sebagian besar warna pakaian yang saya punya warnanya dominan keempat warna itu, ahaha. Sampai-sampai ada teman yang hafal bahwa saya selalu berpakaian warna gelap. Apabila pakai warna selain keempat warna itu, bakal kaget. ~XD


    4. Tidak Suka Masakan Pedas Tetapi Menyukai Sambal

    Fakta dari saya yang selanjutnya adalah saya tidak bisa makan makanan dengan level pedas berlebihan. Entah mengapa, lidah saya ini intoleran dengan rasa pedas. Ketidakbisaan saya akan makan makanan pedas ini ada di titik saya sudah merasa pedas ketika saya memakan rujak petis atau seblak, yang mana rasa pedasnya itu hanya berasal dari bekas olahan pembeli sebelum saya. Asli, lidah serasa terbakar, padahal itu hanya bekas orang sebelum saya. :’)

    Saya sering memesan makanan dengan menu putihan, seperti bakso, mi ayam, dan soto. Dibilang enak, ya enak-enak saja, lha wong  saya sudah terbiasa, haha ~XD tapi sekali-sekali juga saya pesan menu yang ada kecap dan saus tomat, dengan ditambah saus sambal sedikit banget.

    Tapi lucunya, saya suka sekali dengan sambal ijo, sambal matah, dan sambal terasi. Ketiga sambal ini masih bisa ditolerir oleh lidah saya, kendati terkadang juga merasa kepedasan, tapi tidak membuat saya lantas berhenti menyukai sambal ini. Makanya kalau diajak makan lalapan tuh saya paling semangat, karena saya bisa bertemu dengan ketiga sambal itu, yang mana saya bisa menikmati sambal tanpa menangis. :D


    5. Pecinta Tahu, Tapi Lidah Tidak Cocok dengan Tahu Bulat

    Fakta lainnya yang tak banyak orang tahu selain orang-orang lingkaran terdekat saya adalah kenyataan bahwa saya penggemar tahu garis keras! Keluarga saya yang paling hafal dengan makanan favorit saya yang satu ini, terutama Ibu. Bahkan Ibu selalu membawakan camilan tahu kress untuk saya ketika beliau sedang berbelanja di pasar dekat rumah, saking anak sulungnya ini cinta sekali dengan tahu. Kata Ibu dulu, waktu Ibu hamil saya tuh suka sekali nyemilih gorengan, terutama tahu. Lha jebul ternyata saya gedenya suka makan tahu, haha.

    Meski saya penggemar tahu, tapi saya paling nggak bisa makan tahu bulat. Dipaksa seperti bagaimana, lidah saya tidak bisa menerima. Ada pengalaman buruk juga mengenai pertahubulatan ini. Jadi dulu saya pernah muntah waktu silaturahim ke rumah saudara, akibat saya memaksa diri saya memakan tahu bulat, karena merasa nggak enak hati dengan tuan rumah yang menyuguhkan apabila tidak dimakan, hiks. Betul-betul muntah hingga orang tua saya khawatir. 

    Sampai sekarang pun saya masih merasa mual apabila tercium bau tahu bulat, huhuhu. Sedih banget sebenarnya, tapi saya juga tak bisa memaksa diri saya sendiri :’)


    6. Sedikit Pelupa, Tapi Gampang Ingat dengan Tanggal Lahir Orang yang Sudah Dikenal

    Pada dasarnya saya adalah orang yang pelupa. Bahkan saya sering lupa dengan kunci motor saya, yang mana seringkali saya mencari di sudut rumah, eh tenyata tuh kontak masih mancep di motornya, HAHAHA. Maka dari itu, saya paling tidak suka apabila ada orang yang mengubah letak barang-barang saya di kamar tanpa memberitahu saya terlebih dahulu. Wah, saya bisa kalang kabut buat nyari-nyari barang. Hahaha. Oh iya, atas dasar pelupa itulah saya akhirnya mencoba menulis perjalanan hidup saya di blog ini, sebagai pengingat bagi saya dan membekukan memori. :D

    Walau saya gampang pelupa, saya cukup hafal dengan tanggal lahir teman-teman saya, lho! Mulai dari teman satu kelas SD, SMP, SMA, Kuliah, bahkan teman-teman main saya, atau lingkaran pertemanan saya yang dekat saat ini. Ya meski kini ada beberapa teman yang saya nggak terlalu hafal (karena sudah tidak pernah berjumpa), namun yang saya ingat masih cukup banyak, haha. Saya dulu bisa hafal karena saya pernah rajin mencatat nama teman-teman saya satu kelas beserta tanggal lahirnya. Berbekal itulah saya bisa hafal ulang tahun mereka, meski mereka tidak tahu tanggal lahir saya, HAHAHA. Tidak masalah ~XD


    7. Menamai Kontak Orang Lain di Ponsel dengan Nama Lengkap Mereka

    Entah ini dimulai sejak kapan, saya terbiasa menulis nama kontak orang di ponsel saya dengan menggunakan nama lengkap. Selain karena senang menghafal nama lengkap orang-orang yang saya kenal, rasanya ada kesenangan tersendiri bisa menuliskan nama lengkap orang yang saya kenal di ponsel, hahaha. Fakta yang aneh memang ~XD

    Sejauh ini saya belum merasa terbebani atau mengalami kesalahan dalam mencari nama-nama teman atau orang yang saya kenal, sih. Justru ini malah membantu saya. Kalau menulis nama singkat saja, saya justru merasa aneh, hahaha. Bahkan nama orang tua dan kerabat saya pun saya tulis secara lengkap :D

    ------------------------------------------------

    Yak, begitulah 7 fakta dari saya yang bisa saya tuliskan. Saya sendiri sampai bingung harus pilih fakta yang mana saking banyaknya, hahaha. Adakah hal di atas yang sama dengan teman-teman? Yuk, cerita-cerita di kolom komentar :D


    -------------------------------------------------

    Ditulis guna memenuhi tantangan dari Blogger Perempuan Network,

    BPN 30 Day Ramadan Challenge 2021.

     

    Continue Reading


    Sudah memasuki hari keempat puasa, dan tentunya hari ini adalah hari keempat tantangan menulis Blogger Perempuan berjalan. Sejauh ini masih menikmati menulis dan masih belum merapel, AHAHAHAHAH. Entah hari-hari selanjutnya bagaimana, mengikuti alur saja. :D

    Hari keempat ini memiliki tema pencapaian tertinggi dalam hidup. Jujur, saya sendiri merasa belum memiliki pencapaian yang tinggi. Saya merasa masih remah-remah bila dibandingkan dengan pencapaian teman-teman yang lain. Namun saya pikir kembali, ‘Lho, lha ini kan blogku, ha mbok yo bebas mau cerita apa saja tanpa membandingkan diri dengan orang lain ~XD’ akhirnya saya mencoba menuliskannya (sambil mikir juga ini pencapaiannya mau saya tulis apa saja, hahahah). Oke, nulisnya mengalir saja ya, sembari saya juga mengingat-ingat :D (ya inilah gunanya blog bagi saya, buat mengabadikan perjalanan hidup yang seringkali lupa untuk saya ingat, padahal ada beberapa perjalanan yang menarik untuk diabadikan)


    Bisa Kuliah dan Lulus Tepat Waktu

    Bisa kuliah bagi saya adalah salah satu pencapaian terbaik di kehidupan saya, apalagi bisa kuliah di salah satu kampus negeri. Mengingat sebelum saya bisa kuliah di sini saya harus mengalami beberapa kali kegagalan (ceritanya bisa dibaca di sini) terlebih dahulu, haha. Bila dipikir-pikir, sampai sekarang juga masih nggak percaya kok bisa kuliah di sana, hahaha. Bahkan bisa lulus sidang dan wisuda tepat waktu pun masih menjadi misteri. Namun pada akhirnya saya mengambil kesimpulan bahwa ini adalah peran dari doa-doa banyak orang yang telah dilangitkan pada saya (secara, waktu saya sidang, saya merasa gagal banget, lha kok jebul ternyata lulus aja, HAHAHAHA. Cerita tentang sidang bisa dibaca di tulisan yang ini).

    Cukup menyesal foto-foto saat wisuda tidak ter-backup sama sekali alias ada di ponsel saya yang telah rusak. Sedih sekali, padahal di sana tersimpan foto-foto bareng teman-teman kuliah, teman-teman seperjuangan menjalani kehidupan perkuliahan yang banyak pasang surutnya, huhu.

    Foto saat saya wisuda yang masih tersisa. Dibidik oleh teman saya :D


    Bekerja Sesuai dengan Apa yang Diminati

    Sampai sekarang, pencapaian yang satu ini masih setia saya sematkan menjadi salah satu jawaban apabila ditanya mengenai pencapaian terbaik dalam hidup. Ya, bekerja sesuai apa yang saya minati sejak dulu. Sepertinya perjalanan hidup yang ini belum pernah saya tulis secara lengkap (dan sepertinya saya belum tertarik untuk menulis hehehe), entah mengapa. Lebih suka cerita sepotong-sepotong seperti ini saja :D

    Tentunya, memilih pekerjaan sesuai dengan apa yang diminati ini ada risikonya. Tapi setidaknya, risiko yang dihadapi bisa diterima dengan hati yang lapang, mengingat ketika pertama kali memilih jalan hidup seperti ini sudah pasti memikirkan risiko tang tanggung jawab yang nantinya akan dijalani.

    Kerjaannya apa saja? Yak, pastinya tidak jauh-jauh dari jualan. Sedikit bercerita, beberapa bulan ini pekerjaan tambahan menghampiri saya, yang tak jauh dari dunia yang saya minati (juga); menulis dan mengajar. Semoga bisa konsisten mempertahankan ini semua. Tak lupa menjalaninya dengan hati penuh syukur dan bahagia.


    Kesempatan untuk Berbagi dan Bercerita di Depan Umum

    Pencapaian saya selanjutnya ini awalnya adalah angan-angan dan mimpi saja, sebenarnya. Saya ingin merasakan bagaimana rasanya bisa berbagi di depan umum, bahkan bisa masuk di media. ternyata, Tuhan Maha Baik mengabulkan permintaan hambaNya yang satu ini. Saya mendapat beberapa kesempatan untuk berbagi dan bercerita, dengan cara dan media yang berbeda. Berawal dari menjadi narasumber di acara workshop KKN tahun 2019 lalu, kemudian diberi kesempatan juga berbagi cerita di dua radio dengan segmen acara yang berbeda. 

    Kesempatan berbagi yang baru, saya berbagi cerita di Local Inspiration Blitar beberapa hari yang lalu. Sedikit cerita, Local Inspiration Blitar ini merupakan media lokal dari Blitar yang merupakan wadah untuk berbagi sudut pandang baru mengenai suatu hal dengan apa-adanya. Yap, saya mendapat kesempatan untuk berbagi cerita di kanal ini, yang mana saya juga tidak menyangka sebelumnya, hahaha.

    Dokumentasi saat berbagi pertama kali di acara workshop KKN di daerah Doko, Kabupaten Blitar. Ceritanya bisa dibaca di sini :D


    Berbagi cerita di salah satu radio yang ada di Blitar. Pengalaman yang menyenangkan :D



    Berbagi sudut pandang di kanal YouTube Local Inspiration Blitar, beberapa hari yang lalu. :D

    ----------------------------------------------------

    Baru pertama kali saya menulis dengan teman pencapaian seperti ini. Mungkin saja tidak sementereng dengan pencapaian teman-teman, tapi saya sadar bahwa jalan hidup setiap orang berbeda-beda, tidak bisa dibandingkan satu dengan lainnya. Semoga tulisan saya yang ini tidak membuat teman-teman membandingkan diri teman-teman dengan apa yang saya tulis, karena tentu teman-teman memiliki pencapaian hidup yang tak kalah menarik :D

    Kalau teman-teman sendiri, pencapaian hidup dari teman-teman yang mana yang membuat teman-teman terkesan? Yuk, cerita-cerita di kolom komentar :D

    ----------------------------------------------------

    Ditulis guna memenuhi tantangan dari Blogger Perempuan Network,

    BPN 30 Day Ramadan Challenge 2021.
    Continue Reading

     

    Perasaan kemarin masih hari pertama Ramadan, lha kok jebul sudah hari ketiga saja, ahahaha. Gimana kabarnya, teman-teman? Masih kuat menjalani puasa hari ini? Semoga kuat dan diberi kesehatan selalu, yaaa.

    Memasuki hari ketiga menulis Ramadan. Untuk kali ini temanya adalah harapan terbesar untuk blog. Wohohoho. Jujur, untuk harapan ini saya cukup bingung karena sudah lama tidak berharap lagi.... padanya...

    ........lah?!

    Eh, salah fokus. Maksudnya, saya sendiri juga tidak memiliki harapan yang muluk-muluk untuk blog, sih. Mungkin harapan saya ini bisa dibilang ‘harapan remeh’ di mata teman-teman karena... meh banget. Tapi bagi saya, ini sudah termasuk harapan yang cukup—bahkan, besar. Heuheuheu. Apa saja kira-kira?


    Menjadikan Blog Sebagai Tempat Berbagi Cerita Secara Konsisten

    Yap, dari dulu impian saya adalah bisa menjadikan blog sebagai tempat bercerita saya secara konsisten. Maksudnya datang ke blog ini tidak hanya ketika menulis kerjaan atau mengerjakan tantangan saja, melainkan juga cerita apa saja. Beberapa bulan terakhir semangat saya untuk cerita di sini mengendor gegara keasyikan cerita di media sosial daripada di blog, huhu. Padahal kalau cerita di blog malah bisa lebih panjang dan lebih lega. Pun nggak merasa sungkan sama teman-teman yang ada di dalam following media sosial, malah. Huhu, dasar Andhira!

    Semoga harapan ini tidak hanya sekadar harapan, ya. Yuk semangat yuk!


    Menjadikan Blog Sebagai Sumber Kebaikan dan Memberi Sudut Pandang Baru Bagi Orang Lain

    Harapan kedua terbesar dan blog saya adalah bisa menjadikan blog sebagai sumber kebaikan dan memberi sudut pandang baru bagi orang lain, meski sebenarnya blog ini banyak curhatnya, haha. Impian yang muluk-muluk nggak sih? Kalau menurut saya sendiri sih, iya :D. Ada satu dua orang yang merasakan manfaat dari blog saya ini saja, saya senangnya setengah hidup. Jangankan mendapat manfaat, ada yang membaca blog saya selain saya sendiri rasanya senang sekali, hihihi. Semoga harapan yang kedua ini bisa tercapai, walau entah kapan :D


    Mendapatkan Teman Baru Melalui Blog

    Harapan selanjutnya mengenai blog saya adalah, saya bisa mendapatkan teman dari menulis blog! Ahahaha. Dulu pingin banget ngerasain rasanya memiliki sahabat pena, tapi di zaman sekarang sepertinya tidak mungkin, huhu. Akhirnya keinginan itu saya alihkan ke blog saja. Seru rasanya apabila memiliki teman dengan hobi yang sama. Maka dari itulah saya senang sekali apabila ada teman-teman dari berbagai daerah berkunjung dan meninggalkan komentar di postingan blog saya. Saya berasa memiliki sahabat pena nun jauh di sana, hihihi (meski masih ada komentar yang belum saya balas, huhu. Mohon maaf yaa. Akan saya balas segera :’)).

    Well, postingan yang ini tidak sepanjang postingan-postingan sebelumnya karena saya memang tidak memiliki banyak harapan, hahaha. Tiga hal di atas adalah harapan yang utama, kalau nantinya ada hal lain di luar harapan ini justru lebih menonjol, saya anggap itu bonus, hihihi. :D

    Kalau teman-teman sendiri, apa harapan besar bagi blog teman-teman? Yuk, saling berbagi cerita di kolom komentar :D

    ----------------------------------

    Ditulis guna memenuhi tantangan dari Blogger Perempuan Network,

    BPN 30 Day Ramadan Challenge 2021.


    Continue Reading

     


    Sudah memasuki hari kedua Ramadan, apa kabar teman-teman? Selamat menjalankan ibadah Ramadan bagi yang menjalankan, ya! Semoga segala sesuatunya dilancarkan hingga menggapai hari kemenangan nantinya. :D

    Hari kedua Ramadan ini, seperti judul yang tertera di atas, saya akan bercerita (alias curhat banyak) tentang alasan ngeblog. Dulu sudah pernah saya ceritakan di postingan ini sih, tapi karena ini adalah tantangan menulis, jadi saya coba untuk menuliskannya kembali dengan sedikit tambahan cerita (alias curhat). Semoga tidak bosan ~XD

    Pertama kali mengenal dunia blog itu sekitar tahun 2010, pada saat saya masih duduk di bangku SMP. Awalnya diajak oleh teman sekelas, Yosepha Debrina, yang memang suka menulis (sampai sekarang anaknya juga suka menulis, hingga sekarang kerja di salah satu media). Saya yang dasarnya juga suka menulis (curhat sih lebih tepatnya), akhirnya memutuskan untuk ikut membuat blog. Pikir saya, ‘Keren ini kayak punya diari, tapi online’ AHAHAHAHA. Ya namanya juga masih remaja ya, masih dalam masa-masa alay, nyahahaha.

    Header blog pertama saya, sekitar 11 tahun lalu HAHAHAHAHAHA. Iya, ternyata masih ada di arsip blog :D

    Tulisan blog saat saya masih SMP kelas 2 dulu isinya tak jauh-jauh dari seputar keseharian, yang mana isinya tentang sambatan mengerjakan tugas, menjalani ekstrakurikuler, pengalaman ujian sekolah, dan pengalaman ikut lomba. Dulu masih belum berani cerita-cerita tentang cinta-cintaan, ahaha. Ya memang pada saat itu sudah naksir sama orang sih, tapi entah mengapa ceritanya bukan tentang asmara, tapi malah cerita sehari-hari yang penuh dengan kedodolan-kedodolan yang saya perbuat, wkwk.

    Gaya bahasa yang saya gunakan di tulisan dulu mengacu pada gaya bahasanya Bang Raditya Dika dari Kambing Jantan. Yah, namanya dulu juga anak remaja, apa yang dia baca dari idolanya selalu berusaha untuk ditiru, haha. Tapi pada akhirnya saya nyaman menggunakan bahasa yang seperti sekarang ini. Lebih ke ‘gue banget’, hahaha.

    Oh iya, dulu blog saya juga sempat saya beri background, yang, tentu saja mencolok mata (karena kalau tidak salah bergambar gitu), dan juga diberi musik, HAHAHA. Saat itu lagu yang saya pasang adalah lagu dari Jason Mraz, Lucky. Hayo, siapa yang pernah mengalami masa-masa blog diberi background dan diberi musik? ~XD

    Sayangnya, postingan-postingan tahun pertama dan kedua saya ngeblog saya hapus karena malu, hahaha. Ada perasaan menyesal sih mengapa tidak saya backup terlebih dahulu, bisa buat kenang-kenangan, soalnya. Eh tapi ada satu tulisan yang memang sengaja tidak saya hapus untuk kenang-kenangan, hahaha. Bisa dicek di postingan yang ini, yaa.

    Baca tulisan alay saya yang masih tersisa: Jombloh? Emang Gue Pikirin! :p (klik)

    Saya sempat mengalami yang namanya vakum ngeblog sekitar 4 tahun, hingga kemudian di tahun 2015 mencoba untuk merombak blog secara total, mulai dari desain hingga gaya kepenulisan. Masa-masa ini sudah mulai menulis lagi, meski terkadang hanya 1-2 tulisan saja dan setiap bulan belum tentu ada tulisan baru, hehe. Setidaknya nggak vakum-vakum amat.

    Hingga menginjak di tahun 2019, saya mulai mencoba untuk aktif menulis lagi, karena di tahun itu saya membeli domain sebagai hadiah bagi diri saya sendiri karena di tahun itu saya bisa menyelesaikan tantangan menulis 30 Hari Bercerita di Instagram. Hingga sekarang, hampir setiap bulannya sudah rajin untuk posting. Sudah beli domain, rugi kalau nggak nulis dong yaa ~XD

    Di titik ini saya akhirnya bisa menemukan alasan lain saya mulai ngeblog, selain diajak oleh teman. Adalah untuk membekukan segala memori, karena saya anaknya sangat pelupa. Dari blog inilah saya mencoba menuangkan perjalanan hidup saya dalam bentuk tulisan dan juga beberapa foto yang mendukung. Saya berharap hal ini nantinya kelak bisa menjadi bahan untuk saya bernostalgia dan menjadi sumber penyemangat apabila saya ada dalam posisi sedang ‘di bawah’. Yap, bisa dibilang ini menjadi jurnal online saya.

    Syukur apabila nantinya blog ini bisa memberi manfaat bagi orang lain, entah itu menjadi hiburan baru, sumber cerita baru, atau berbagi sudut pandang baru, heuheu. Semoga mencapai titik itu :D

    Yak, beginilah cerita awal mula ngeblog yang lebih banyak cerita ngalor-ngidulnya, hahaha. Oh iya, kalau teman-teman sendiri, bagaimana cerita awal mula ngeblog? Yuk, cerita-cerita di kolom komentar :D

    -----------------------------------

    Ditulis guna memenuhi tantangan dari Blogger Perempuan Network,

    BPN 30 Day Ramadan Challenge 2021.


    Continue Reading

     


    Berbicara tentang arti dari nama blog, tentu saya harus menarik ke belakang saat awal-awal ngeblog, sekitar 11 tahun yang lalu. Wah, ternyata sudah lumayan lama ya saya ada di blog?! *Eh, salah fokus*


    Oke, kembali ke topik pembahasan.


    Yak, membicarakan tentang arti nama blog saya ini, sebenarnya hanya satu alasan. Adalah menyamakan dengan nama akun media sosial saya yang lain, agar lebih mudah untuk mengingat. Ditambah pula saya anaknya gampang pelupa, muahahaha. Jadi daripada repot-repot dan mikir macam-macam, akhirnya saya putuskan untuk membuat nama domain blog dengan akun media sosial yang lain ketika memutuskan membeli domain dua tahun lalu.


    Seperti yang sudah saya katakan di atas, penamaan blog ini membuat saya harus menarik ke belakang saat pertama kali ngeblog 11 tahun yang lalu. Ya, ini karena nama domain www.andhirarum.com juga tak serta merta muncul dengan nama andhirarum sejak pertama kali.


    Pertama kali saya mengenal dunia blog itu di tahun 2010, yang mana pada tahun itu saya masih duduk di bangku SMP, di mana saat itu sedang tren-trennya pakai nama yang ‘gawl’ (alias nama alay, muahahahaha). Saat pertama ngeblog, nama domain yang saya pakai adalah www.andhira-dee.blogspot.com.


    Jadi ceritanya, dulu kepikiran banget pakai nama ‘dee’ karena terinspirasi dari salah satu tokoh di dalam novel favorit saya di zaman SMP, yang mana tokoh di dalamnya memiliki nama yang hampir sama dengan saya. Tokoh di novel itu bernama Dyera dengan panggilan kesayangan Dee, sedangkan saya sendiri Dhira. Jadinya saya ikut-ikutan, deh. AHAHAHAHA. Bahkan dulu pernah saya ikutan juga membuat nama alay menjadi Deera, WKWKKW. Kalau diingat-ingat kok ya malu sendiri. Bisa-bisanya kepikiran mengganti nama yang sudah bagus ini menjadi nama yang alay dan embuh sekali. ~XD



    Yak, ini adalah bukti otentik bahwa saya pernah alay, AHAHAHAHA. Diambil dari arsip blog :D

    Beberapa tahun setelahnya (alias setelah saya sadar nama itu sangat alay sekali), akhirnya saya mengganti keseluruhan blog, mulai dari nama domain, layout, tema blog, hingga gaya tulisan. Saat itu kalau tidak salah tahun 2015-an saya merombak total blog karena tahun itu saya mulai mengaktifkan blog kembali, meski masih jarang menulis. Kala itu, nama domain saya ubah menjadi www.andhira-arum.blogspot.com, yang mana pemakaian nama itu saya ambil dari nama saya sendiri. Ini juga sebagai penegasan bahwa blog ini adalah milik saya, Andhira A. Mudzalifa. Hehehe.

    Empat tahun berselang alias tahun 2019, saya memutuskan untuk mencoba menyeriusi blog saya lebih dalam lagi dengan cara membeli domain untuk blog. Untuk hal ini saya harus mengucapkan terima kasih kepada Mas Pandu Aji Wirawan yang mau membantu saya mengurus kerempongan perkara domain ini. Bahkan nama www.andhirarum.com ini idenya dari Mas Pandu juga, katanya biar disamakan dengan akun media sosial saya yang lain. Biar lebih gampang untuk bangun brandingnya. Ya sudah, saya manut saja. Toh, saya juga sepemikiran dengan Mas Pandu untuk mengganti domain saya dengan www.andhirarum.com :D

    Ya, jadi begitulah alasan di balik nama blog saya yang sekarang ini. Selain menyamakan dengan akun media sosial yang lain, ini juga untuk membangun personal branding saya, yang mana sudah banyak orang mengingat nama akun saya dengan nama andhirarum.

    Kalau di teman-teman sendiri, apa arti nama blog teman-teman yang dipakai saat ini? Yuk berbagi cerita di kolom komentar! :D

    -----------------------------------------

    Ditulis guna memenuhi tantangan dari Blogger Perempuan Network,

    BPN 30 Day Ramadan Challenge 2021.

    Continue Reading

     


    Setelah beres sana-sini, akhirnya bisa menulis lagi! Ya ampun, ternyata udah lumayan lama sekali saya tidak bercerita di sini. Rata-rata postingan beberapa bulan terakhir jarang sekali curhat, huhu. Curhatnya pindah ke media sosial lain, eh malah si blognya jadi nggak keurus. Merasa bersalah sekali, padahal di blog ini saya curhatnya bisa lebih panjang. Dasar Andhira mageran! Huhuhu :((

    Apa kabar, teman-teman? (kayak ada yang rajin baca blog ini aja, wkwkwk. Ya, kali aja kan ya?) Semoga teman-teman yang membaca postingan ini selalu diberi kesehatan dan kelancaran urusannya, yaaa. Lama tidak bersua dan menyapa. Rindu :’’

    Mengawali kembalinya cerita-cerita di blog lagi, saya akan cerita random mengenai apa saja yang terjadi di bulan Maret saya kemarin, yang menurut saya cukup nano-nano dan banyak kejutan tak terduga, haha. Maaf nanti bila banyak curhatnya, yaa. Namanya saja juga rindu bercerita :D

    Oh iya, mohon maaf bila postingan kali ini fotonya banyak yang bentuk portrait, karena kelupaan tidak mengambil dalam bentuk landscape, huhu. Jadi mohon maaf apabila kurang nyaman di mata :’)


    Mencicipi Seblak SR ITB Ganesha, Salah Satu Seblak (yang Katanya) Enak dari Bandung, Jawa Barat

    Sedikit informasi (yang tidak penting), Andhira itu kalau lagi kepingin banget sesuatu, bakal dicari sampai ketemu dan keturutan. Contohnya adalah Seblak SR ini, ahahaha. Awal Maret lalu nekat beli yang asli Bandung karena super kecewa dengan seblak di kota sendiri yang rasanya kacau parah. Akhirnya bela-belain install aplikasi marketplace yang ikonnya berwarna jingga (karena dijual lewat marketplace itu) untuk pertama kalinya, hanya demi beli si seblak ini, wkwkwk.



    Penantian seblak selama dua hari yang tidak sia-sia. Seblaknya ternyata enak dan cocok di lidah saya! :D Sebenarnya ulasan yang lebih panjang bakal saya ceritakan di postingan lain. Semoga nggak mager, huhuhu.


    Pengalaman Pertama Mencoba Virtual Reality Menggunakan Cardboard

    Di awal Maret juga, saya pertama kalinya merasakan menonton sesuatu dengan menggunakan cardboard, yang mana video yang ada di dalamnya didesain 360 derajat, sehingga seakan-akan sedang berada dalam ruangan itu, padahal menontonnya hanya di rumah sendiri. :D

    Sebuah pengalaman baru bagi saya pribadi, haha. Tapi lama-kelamaan jadi sedikit pusing. Jadi saya sistemnya lepas-pakai-lepas-pakai, tidak memaksakan diri memakai terus-terusan, heheu. Oh iya, cerita tentang mengapa saya memakai cardboard ini bisa dibaca di postingan saya yang ini, yaaaa.



    Baca: Tular Nalar: Bukan Sekadar Paham, Sadar Data dan Fakta Sebelum Bicara (klik)


    Bikin Kaos Baru dengan Desain Sendiri

    Impian bertahun-tahun lalu akhirnya baru bisa keturutan di bulan Maret tahun ini. Seiring dengan adanya percetakan kaos baru yang merupakan anakan dari toko langganan saya dari zaman SMA, yang mana di percetakan ini bisa mencetak kaos satuan dengan harga yang cukup miring. Akhirnya, bermodal dengan spidol dan kertas saya mencoba mencetak kaos dengan desain saya impikan, bertemakan doodle-doodle. Dan ternyata, hasilnya bagus! :D


    Semoga nanti bisa buat kaos lagi yang lebih bagus lagi, haha. Siapa tahu bisa dijual yekaaan ~XD

    Mulai Olahraga Lagi Bersama Teman

    Setelah sekian lama, akhirnya di bulan Maret kemarin bisa mulai olahraga lagi. Kali ini ada temannya, hahaha. Biasanya saya lari pagi sendirian. Menyenangkan sih, apalagi larinya melewati tempat-tempat yang bersejarah di Blitar, jadi sekalian mampir buat foto bareng dulu, hahaha. Yak, dasar memanglah budak konten ~XD






    Masuk Media Gegara Nonton Ikatan Cinta

    Sejak pertengahan (atau akhir, ya? Saya lupa wkwk) November tahun lalu, saya resmi menjadi penonton Ikatan Cinta, meski beberapa kali absen untuk nonton, heuheu. Meski saya mulai nontonnya di episode 50-an, tapi saya tidak butuh waktu lama untuk memahami jalan ceritanya. Bukan, ini bukan karena ikut-ikutan sesuatu yang sedang ngetren saja, tapi saya dibuat penasaran akan jalan ceritanya, yang banyak orang bilang bagus. Lha jebul ternyata saya ketagihan, dan akhirnya menonton sampai sekarang, hahahaha. Padahal orang di rumah saya tidak ada yang menonton ini. Hanya saya saja. ~XD

    Nah, bulan Maret kemarin, didasari oleh rasa penasaran saya akan jumlah keseluruhan iklan yang tayang, saya iseng untuk mencatat iklan yang ada di sinetron ini. Iklan di sinetron ini tuh membuat banyak penonton yang mangkel, karena setiap kali iklan selalu memakan waktu yang lumayan lama, hahaha. Jadi daripada ikutan kesal, akhirnya isenglah buat mencatat iklan yang jumlahnya selalu lebih dari 90 iklan ini, terus saya iseng juga membuat utas di Twitter perihal aktivitas ini, ahaha.

    Semua bermula dari sini, jebul ternyata malah viral di mana-mana, wkwk.

    Iklan yang saya tulis. Oh iya, itu di baliknya masih ada, haha.

    Lha ternyata gegara keisengan saya ini, malah jadi bahan perbincangan di mana-mana. Media sosial saya cukup ramai, terutama Twitter, hahaha. Mungkin karena pengaruh hashtag juga. Makin hari, makin saya unggah, ternyata makin ramai hingga akhirnya nama saya tercatut di beberapa media online, ahahah ahahah hahaha. Sungguh sebuah prestasi yang membagongkan sekali.






    Baca: Pengiklan di Sinetron Ikatan Cinta Bejibun, MNC Grup Kian Untung  (klik)

    Baca: Buah Ikatan Cinta Bagi Emiten Hary Tanoe (MNCN) (klik)

    Baca: Cerita Saham Sepekan: Berkah Sinetron "Ikatan Cinta" dan Persiapan Bank Digital Grup MNC (klik)

    Tak lama setelah nama saya tercatut di media, jebul ndilalahnya ada orang lain yang mengunggah aktivitas saya ini di Tiktok, dan ternyata tembus FYP (From Your Page), ditonton lebih dari 500 ribu orang. Saya yang awalnya tidak tahu, jadi tahu setelah ada teman yang mengabari saya karena lewat di FYP Tiktok-nya dia. HAHAHAHA.


    Beberapa hari setelah video itu tayang, saya dikontak dari detikcom untuk melakukan wawancara di Twitter, dan nama saya masuk media lagi. Ya Allah, apakah ini yang dinamakan berkah menonton Ikatan Cinta?



    Baca: Rajin Banget! Netizen Ini Hitung Total Jumlah Iklan 'Ikatan Cinta' (klik)

    Untuk alasan mengapa Ikatan Cinta mendapat tempat di hati saya (sampai rela buat streaming aplikasi RCTI+ setiap malamnya) dibandingkan sinetron lainnya, akan saya ulas di postingan selanjutnya saja, yaa :D


    Ikutan Lomba Mengulas Kedai

    Bulan Maret ini saya mencoba untuk ikut lomba mengulas kedai Ikilo Seblak, kuliner yang ada di kota saya. Jujur, keputusan ikut lomba itu tercetus begitu saja tanpa pikir panjang. Bahkan mengunggah ulasan itu di Instagram Story di hari terakhir lomba, yang mana banyak orang yang mengunggah di hari-hari awal lomba, hahaha. Niatnya memang untuk belajar mengulas kedai secara jujur, di mana saya di sini belajar untuk menulis yang tidak peres atau terkesan berlebihan mengunggulkan kedai.

    Ulasan yang saya buat di Instagram Story saya

    Tanpa saya sangka, ternyata hasil ulasan saya ini mendapat hati di juri dan menyabet juara pertama! Sebuah kejutan yang bikin kaget karena saya memang nggak berekspektasi lebih dengan lomba ini, karena teman-teman yang ikut lomba ini ulasannya juga bagus-bagus. Hihi. Alhamdulillah, niatnya cuma belajar mengulas malah jadi sumber rezeki baru :D



    Kolaborasi Bersama Teman Membuat Produk Baru

    Cerita ini bakal saya tulis panjang di postingan lain karena ceritanya cukup seru, tapi saya sedikit cerita saja di postingan ini. Jadi di bulan Maret kemarin saya dikontak oleh teman saya yang memiliki brand baju untuk kolaborasi. Sebuah hal baru bagi saya karena baru pertama kali ini saya melakukan kolaborasi menciptakan sesuatu, biasanya saya kolaborasi hanya sebatas mencari dan menulis konten bareng. Nah, baru kali ini kesempatan untuk kolaborasi membuat produk bersama itu muncul. Karena kami memiliki kesamaan visi dan misi, akhirnya saya menyetujui untuk melakukan kolaborasi.

    Teman yang mengajak saya untuk berkolaborasi

    Ternyata respons dan sambutan pada kami pun banyak yang positif. Bismillah, doakan semuanya lancar, teman-teman. :D

    ------------------------------------------------------

    Maret yang cukup seru. Entah mengapa banyak hal-hal seru yang terjadi di tahun 2021 ini, padahal masih berjalan beberapa bulan. Semoga makin banyak hal menyenangkan yang terjadi, makin banyak hal-hal yang membuat semangat menjalani hidup meski masih berada di masa pandemi. Semoga diberi kesehatan selalu.

    Teman-teman sendiri bagaimana menjalani hari di bulan Maret kemarin? Yuk, cerita-cerita di kolom komentar :D

     

     

     Love,

    Andhira A. Mudzalifa

    Continue Reading
    Newer
    Stories
    Older
    Stories

    Holla!

    Untitled-design-2

    Saya Andhira A. Mudzalifa, seorang perempuan biasa di balik semua postingan di blog ini yang suka bercerita, makan, dan jalan-jalan.

    Menyibukkan diri di Aderation Project dan Kirana Creative .

    Untuk menyapa lebih lanjut, bisa menghubungi lewat surel di andhira(dot)dee(at)gmail(dot)com

    Terima kasih telah mampir ke tempat di mana saya menuangkan segala cerita! Selamat membaca dan menikmati :)

    Temukan Saya Di

    • facebook
    • instagram
    • twitter

    Teman-teman

    Label

    #AyoNulis #BPNRAMADAN2024 #BPNRamadan2020 #BPNRamadan2021 #CatatanDuaEmpat #DiRumahAja Aderation Project Beauty Bodycare Cooking Crafting DIY Informasi Jelajah Blitar Journey Jurnal Tahunan Kafe Kuliner Life Lovely Place Makeup Pantai Blitar Rekomendasi Review Scarlett Smartfren Thoughts Tips Travelling Vaksinasi Writing Challenge cerita jalan-jalan

    Arsip Blog

    • ▼  2024 (17)
      • ▼  November 2024 (1)
        • Kenal Lebih Dekat dengan SoFresh: Sabun Cuci Pirin...
      • ►  Oktober 2024 (1)
      • ►  April 2024 (6)
      • ►  Maret 2024 (9)
    • ►  2023 (3)
      • ►  Juni 2023 (1)
      • ►  Februari 2023 (1)
      • ►  Januari 2023 (1)
    • ►  2022 (3)
      • ►  Maret 2022 (1)
      • ►  Februari 2022 (1)
      • ►  Januari 2022 (1)
    • ►  2021 (51)
      • ►  Desember 2021 (2)
      • ►  November 2021 (1)
      • ►  Oktober 2021 (1)
      • ►  September 2021 (1)
      • ►  Agustus 2021 (3)
      • ►  Juli 2021 (1)
      • ►  Juni 2021 (1)
      • ►  Mei 2021 (17)
      • ►  April 2021 (17)
      • ►  Maret 2021 (4)
      • ►  Februari 2021 (2)
      • ►  Januari 2021 (1)
    • ►  2020 (55)
      • ►  Desember 2020 (1)
      • ►  November 2020 (2)
      • ►  Oktober 2020 (2)
      • ►  September 2020 (4)
      • ►  Juli 2020 (4)
      • ►  Juni 2020 (4)
      • ►  Mei 2020 (22)
      • ►  April 2020 (11)
      • ►  Maret 2020 (1)
      • ►  Februari 2020 (1)
      • ►  Januari 2020 (3)
    • ►  2019 (48)
      • ►  Desember 2019 (3)
      • ►  November 2019 (1)
      • ►  Oktober 2019 (3)
      • ►  September 2019 (5)
      • ►  Agustus 2019 (3)
      • ►  Juli 2019 (2)
      • ►  Juni 2019 (1)
      • ►  Mei 2019 (6)
      • ►  April 2019 (3)
      • ►  Maret 2019 (9)
      • ►  Februari 2019 (11)
      • ►  Januari 2019 (1)
    • ►  2018 (10)
      • ►  Desember 2018 (1)
      • ►  Oktober 2018 (3)
      • ►  September 2018 (2)
      • ►  Mei 2018 (3)
      • ►  April 2018 (1)
    • ►  2017 (9)
      • ►  November 2017 (1)
      • ►  Oktober 2017 (1)
      • ►  Juli 2017 (1)
      • ►  Mei 2017 (1)
      • ►  April 2017 (1)
      • ►  Maret 2017 (2)
      • ►  Februari 2017 (1)
      • ►  Januari 2017 (1)
    • ►  2016 (16)
      • ►  Desember 2016 (3)
      • ►  November 2016 (2)
      • ►  Oktober 2016 (2)
      • ►  Agustus 2016 (2)
      • ►  Juli 2016 (2)
      • ►  Juni 2016 (1)
      • ►  Januari 2016 (4)
    • ►  2015 (4)
      • ►  Maret 2015 (1)
      • ►  Februari 2015 (3)
    • ►  2011 (1)
      • ►  Juli 2011 (1)

    Popular Posts

    • Usia Kepala Dua?
    • Sebuah Cerpen: Tentang Mengikhlaskan
    • A Flashback to Senior High School: Kangen!

    Saya Bagian Dari

    Logo-Blogger-Perempuan-Network-round-7

    Aderation Project

    Untitled-design-20240826-113829-0000
    Facebook Instagram Pinterest Tumblr Twitter

    Created with by BeautyTemplates

    Back to top