FaceBook Instagram TikTok Twitter

andhirarum

    • Home
    • Tentang Andhira
    • Product
    • _aderation project
    • _Kirana Creative


    Banyaknya berita bohong nan menyesatkan yang tersebar dan tidak bisa dipertanggungjawabkan membuat saya resah. Mulai dari berita menyesatkan tentang kesehatan, politik, hingga berita hiburan juga tak luput masuk di dalamnya. Sedihnya, justru berita bohong ini yang kerap beredar luas dan viral dibanding dengan berita aslinya, hingga seringkali saya harus bantu klarifikasi kebenaran kepada orang-orang di sekitar saya, khususnya kepada orang tua saya, yang sering terpapar dengan berita hoax atau bohong ini di media sosial.

    Belakangan ini, yang sering saya temui adalah berita menyesatkan tentang kesehatan, khususnya berita tentang pandemi. Masih banyak berita menyesatkan tentang pandemi, beberapa di antaranya yang santer beredar adalah jika penyakit covid-19 ini merupakan penyakit yang ‘diada-ada’, banyaknya rumah sakit yang meng-covid-kan pasien, hingga ada yang bilang bahwa covid-19 ini merupakan konspirasi elit global. Berita menyesatkan yang dampaknya cukup merugikan dan membuat masyarakat ini sulit percaya dengan covid-19, membuat pemerintah dan petugas kesehatan yang merupakan garda terdepan pandemi covid-19 harus bekerja esktra keras, utamanya untuk mengedukasi tentang penyakit ini secara terus-menerus.

    Permasalahan ditambah juga dengan minimnya berpikir kritis dan literasi media yang masih rendah, yang dampaknya di masyarakat menjadi kurang bijak dalam menggunakan media sosial. Menerima segala informasi yang masuk tanpa mampu untuk menyaringnya terlebih dahulu, hingga menyebabkan sering tersulut dan mudah terpancing.

    Keresahan yang saya alami cukup lama ini akhirnya menemukan solusinya. Adalah Tular Nalar, yang merupakan portal pembelajaran online yang dilengkapi dengan berbagai materi mengenai cara berpikir kritis yang dapat diaplikasikan dalam kehidupan nyata. Di mana situs resmi dari Tular Nalar ini baru saja diluncurkan pada tanggal 4 Maret 2021 yang lalu dengan konsep Dunia Virtual Reality Tular Nalar.


     

    Dunia Virtual Reality Tular Nalar: Peluncuran Situs tularnalar.id dengan Konsep Unik

     

    Beruntungnya, saya kemarin mendapat kesempatan untuk menyaksikan peluncuran situs Tular Nalar dengan konsep yang menurut saya unik dan menarik ini. Jujur saja, ini pengalaman baru bagi saya untuk menyaksikan peluncuran situs dengan konsep virtual reality.


    Yak, saya dibekali cardboard untuk menyaksikan peluncuran ini, di mana nantinya cardboard inilah yang nantinya saya gunakan untuk menonton peluncuran situs Tular Nalar. Rasa-rasanya saya berada di dalam ruangan dan bisa berkeliling di ruangan tersebut, karena konsepnya ini memang dibuat agar bisa berkeliling 3600, seakan-akan sedang berada di dalam ruangan menikmati acara peluncuran situs ini secara langsung. Padahal ini nontonnya di rumah saja, haha.



    Acara peluncuran situs Tular Nalar ini dihadiri oleh Samuel A. Pangerapan, Dirjen Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika RI yang memberikan apresiasi positif atas kehadiran situs tularnalar.id. Dihadiri juga oleh Ryan Rahardjo, Head of Public Affairs Southeast Asia, Google, yang berharap peluncuran situs Tular Nalar ini dapat membantu mengasah cara berpikir kritis masyarakat agar terhindar dari misinformasi dan disinformasi terutama terkait covid-19.


    Menghadirkan juga sosok Khelmy K Pribadi, Direktur Program MAARIF Institute yang menyebut kehadiran situs tularnalar.id adalah bentuk komitmen seluruh konsorsium untuk memperluas akses publik pada sumber pembelajaran daring yang dapat meningkatkan keterampilan praktis dosen, guru, siswa dan siapapun untuk bersama-sama meningkatkan kapasitas literasi digital untuk melawan misinformasi, disinformasi dan ujaran kebencian.


    Juli Binu dari Love Frankie, menyampaikan bahwa dalam proses penyusunan situs tularnalar.id juga dilakukan riset kepada para pakar di bidang literasi media untuk dapat memahami tantangan-tantangan yang dihadapi oleh para pengajar dalam mengajarkan literasi media kepada siswanya, dan juga menguji berbagai model kursus online untuk menghasilkan situs yang ramah bagi penggunanya termasuk teman-teman disabilitas.


    Yulita Priyoningsih Sub Koordinator Pembelajaran Khusus, Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Ditjen Pendidikan Tinggi Kemdikbud RI menyampaikan bahwa digitalisasi materi-materi yang telah disusun oleh tim Tular Nalar, ke depan diharapkan akan dapat memperkaya repositori materi terbuka pada laman spada.kemdikbud.go.id dengan demikian penerima manfaat inisatif baik ini akan lebih luas.


    Dapat disimpulkan bahwa peluncuran situs ini memang didukung oleh banyak pihak yang memiliki visi dan misi yang sama.

     


    Tular Nalar: Bukan Sekadar Paham

     

    Tular Nalar merupakan sebuah inisiatif yang diprakarsai oleh MAARIF Institute, Mafindo (Masyarakat Anti Fitnah Indonesia), Love Frankie, dan didukung oleh Google.org. Inisiatif ini berfokus pada penyediaan kurikulum pembelajaran daring tentang berpikir kritis dan literasi media untuk membangun ketahanan diri masyarakat Indonesia terhadap intoleransi, berita palsu, dan ujaran kebencian.


    Sejak pertengahan tahun 2020 lalu, program ini melatih 26.700 guru, dosen, dan guru honorer di 23 kota yang tersebar di Indonesia tentang cara mengidentifikasi dan memerangi misinformasi, disamping membekali mereka dengan keterampilan literasi media yang relevan. Untuk menjangkau publik yang lebih luas, Konsorsium Tular Nalar juga meluncurkan situs tularnalar.id untuk memberikan akses kepada dosen, guru, siswa dan publik yang lebih luas untuk bersama-sama belajar melawan misinformasi.


    Inisiatif ini digagas sebagai respons dari kenyataan bahwa penetrasi internet dan konsumsi media sosial meningkat di Indonesia, sementara tingkat literasi media di kalangan masyarakat masih relatif rendah. Seiring penggunaan internet yang terus berkembang, sangatlah penting bagi masyarakat Indonesia untuk memiliki keterampilan yang tepat guna memahami apa yang mereka konsumsi secara daring, entah itu artikel berita, atau permintaan informasi pribadi mereka. Terlebih di masa pandemi ini, dunia digital juga dipenuhi dengan misinformasi dan disinformasi yang berkaitan dengan dunia kesehatan, pandemi, bahkan pandangan-pandangan yang tidak bisa dipertanggungjawabkan dan cenderung menyesatkan.








    Materi Interaktif Tular Nalar: Teman Terbaik Mendalami Berbagai Isu Global Terkini


    Di dalam situs Tular Nalar terdapat materi-materi interaktif yang menyenangkan yang bisa diakses oleh siswa dan juga publik (mulai dari anak-anak hingga orang dewasa), di mana ini semua bisa diakses tanpa dipungut biaya seperser rupiah pun alias gratis. Wadidaaawwww, kurang mantul gimana, coba?


    Langkah-langkah untuk menjalani pembelajaran interaktif ini yang pertama adalah menyaksikan video tematik Tular Nalar, yang kedua yaitu memahami deskripsi setiap tema, dan yang terakhir adalah menyelesaikan kuis dari tiap tema. Sangat mudah dan seru sekali, ya!


    Seperti yang saya ceritakan di atas, terdapat materi-materi menyenangkan di situs Tular Nalar. Ada 8 materi interaktif yang disajikan di situs ini, di antaranya:

    Berdaya Internet: mulai dari menjelajahi media digital untuk mencari informasi, mampu memahami pesan, serta berbagai perlindungan privasi dan data pribadi, hingga berkolaborasi dengan orang lain melalui teknologi digital.

    Internet dan Ruang Kelas: memanfaatkan beragam platform digital untuk mendapatkan informasi, data, dan konten, sebagai sumber materi yang mendukung proses belajar berbasis media digital.

    Internet dan Kesehatan: mengasah kreativitas untuk mendesain pesan dengan menggunakan teknologi digital agar mampu menjadi mediator agen edukasi kesadaran kesehatan publik melalui sarana teknologi yang tepat.

        Menjadi Warga Digital: mengeksplorasi media digital agar dapat berpartisipasi secara aktif dalam interaksi masyarakat digital sekaligus mengasah keterampilan analisis dan berpikir kritis mengenai pertukaran wacana di platform digital.

        

        Internet dan Keluarga: berpartisipasi aktif dalam menggunakan layanan publik digital sekaligus mampu berjejaring dengan pihak lain untuk membangun lingkungan digital yang ramah anak.

        

        Internet Damai: mengakses, mengelola, dan berbagi konten yang berhubungan dengan intoleransi dan diskriminasi, serta isu keberagaman, juga memahami regulasi dan kode etik dalam memproses informasi yang bersifat sensitif tersebut.

        

        Internet dan Siaga Bencana: meningkatkan kemampuan mengevaluasi konten digital dalam jejaring komunitas peduli bencana, lembaga resmi pemerintah, dan stakeholder terkait penanganan bencana dalam berbagai platform.

       

        Internet Merangkul Sesama: mampu membuat konten literasi yang ramah bagi tuna netra, dengan saling bekerja sama dan bertukar pikiran.





    Salah satu tampilan materi interaktif dengan pejelasan yang mudah dipahami dan disajikan tampilan video di awal materi.



    Video di awal materi yang bisa langsung dilihat di YouTube, dengan terdapat bahasa isyarat di sana. Memudahkan teman-teman tuli untuk lebih memahaminya.





    Setelah membaca, memahami materi, dan menonton video, di akhir materi interaktif ini juga disajikan kuis yang berguna untuk mengecek sampai mana pemahaman kita tentang materi yang sedang kita pelajari saat itu. Berasa ikutan Who Wants To Be A Millionair ~XD



    Ada juga kolom daftar istilah yang sekiranya merupakan istilah yang baru atau orang awam masih belum familiar dengan kata-kata itu, dan dijelaskan setiap katanya. Keren sekali, ya?


    Terdapat sumber-sumber lain juga yang terpercaya, apabila ingin belajar dari sumber lain, yang tentunya sudah dipastikan tidak hoax. :D


    Materi untuk Pengajar


    Selain materi interaktif untuk siswa dan juga publik, ada pula materi yang dikhususkan untuk pengajar, yang dirancang dan didukung oleh mitra-mitra Tular Nalar. Ada 8 materi yang siap diunduh dan kesemuanya bisa diakses secara gratis. Mantul, ‘kan?





    Tampilan salah satu materi dari Tular Nalar untuk pengajar, yang bisa diunduh secara cuma-cuma alias gratis. :D

    ---------------------------------------------------------------


    Menyenangkan sekali belajar di Tular Nalar! Pembelajaran daring dengan metode interaktif yang pastinya seru banget. Pastinya, juga didukung oleh ahli literasi dan media, alias didukung oleh pakarnya langsung, loh! Jadinya materi-materi di dalam Tular Nalar ini sudah benar-benar teruju kebenarannya. Lebih tahu, semakin paham, dan semakin tercerahkan untuk berpikir kritis di tengah gempuran informasi dan berita bohong yang beredar.


    Periksa data dan sadar fakta sebelum bicara, yuk!



    Situs Tular Nalar: www.tularnalar.id (klik)

     

     

    Andhira A. Mudzalifa

    Continue Reading
    Older
    Stories

    Holla!

    Untitled-design-2

    Saya Andhira A. Mudzalifa, seorang perempuan biasa di balik semua postingan di blog ini yang suka bercerita, makan, dan jalan-jalan.

    Menyibukkan diri di Aderation Project dan Kirana Creative .

    Untuk menyapa lebih lanjut, bisa menghubungi lewat surel di andhira(dot)dee(at)gmail(dot)com

    Terima kasih telah mampir ke tempat di mana saya menuangkan segala cerita! Selamat membaca dan menikmati :)

    Temukan Saya Di

    • facebook
    • instagram
    • twitter

    Teman-teman

    Label

    #AyoNulis #BPNRAMADAN2024 #BPNRamadan2020 #BPNRamadan2021 #CatatanDuaEmpat #DiRumahAja Aderation Project Beauty Bodycare Cooking Crafting DIY Informasi Jelajah Blitar Journey Jurnal Tahunan Kafe Kuliner Life Lovely Place Makeup Pantai Blitar Rekomendasi Review Scarlett Smartfren Thoughts Tips Travelling Vaksinasi Writing Challenge cerita jalan-jalan

    Arsip Blog

    • ▼  2024 (17)
      • ▼  November 2024 (1)
        • Kenal Lebih Dekat dengan SoFresh: Sabun Cuci Pirin...
      • ►  Oktober 2024 (1)
      • ►  April 2024 (6)
      • ►  Maret 2024 (9)
    • ►  2023 (3)
      • ►  Juni 2023 (1)
      • ►  Februari 2023 (1)
      • ►  Januari 2023 (1)
    • ►  2022 (3)
      • ►  Maret 2022 (1)
      • ►  Februari 2022 (1)
      • ►  Januari 2022 (1)
    • ►  2021 (51)
      • ►  Desember 2021 (2)
      • ►  November 2021 (1)
      • ►  Oktober 2021 (1)
      • ►  September 2021 (1)
      • ►  Agustus 2021 (3)
      • ►  Juli 2021 (1)
      • ►  Juni 2021 (1)
      • ►  Mei 2021 (17)
      • ►  April 2021 (17)
      • ►  Maret 2021 (4)
      • ►  Februari 2021 (2)
      • ►  Januari 2021 (1)
    • ►  2020 (55)
      • ►  Desember 2020 (1)
      • ►  November 2020 (2)
      • ►  Oktober 2020 (2)
      • ►  September 2020 (4)
      • ►  Juli 2020 (4)
      • ►  Juni 2020 (4)
      • ►  Mei 2020 (22)
      • ►  April 2020 (11)
      • ►  Maret 2020 (1)
      • ►  Februari 2020 (1)
      • ►  Januari 2020 (3)
    • ►  2019 (48)
      • ►  Desember 2019 (3)
      • ►  November 2019 (1)
      • ►  Oktober 2019 (3)
      • ►  September 2019 (5)
      • ►  Agustus 2019 (3)
      • ►  Juli 2019 (2)
      • ►  Juni 2019 (1)
      • ►  Mei 2019 (6)
      • ►  April 2019 (3)
      • ►  Maret 2019 (9)
      • ►  Februari 2019 (11)
      • ►  Januari 2019 (1)
    • ►  2018 (10)
      • ►  Desember 2018 (1)
      • ►  Oktober 2018 (3)
      • ►  September 2018 (2)
      • ►  Mei 2018 (3)
      • ►  April 2018 (1)
    • ►  2017 (9)
      • ►  November 2017 (1)
      • ►  Oktober 2017 (1)
      • ►  Juli 2017 (1)
      • ►  Mei 2017 (1)
      • ►  April 2017 (1)
      • ►  Maret 2017 (2)
      • ►  Februari 2017 (1)
      • ►  Januari 2017 (1)
    • ►  2016 (16)
      • ►  Desember 2016 (3)
      • ►  November 2016 (2)
      • ►  Oktober 2016 (2)
      • ►  Agustus 2016 (2)
      • ►  Juli 2016 (2)
      • ►  Juni 2016 (1)
      • ►  Januari 2016 (4)
    • ►  2015 (4)
      • ►  Maret 2015 (1)
      • ►  Februari 2015 (3)
    • ►  2011 (1)
      • ►  Juli 2011 (1)

    Popular Posts

    • Usia Kepala Dua?
    • Sebuah Cerpen: Tentang Mengikhlaskan
    • A Flashback to Senior High School: Kangen!

    Saya Bagian Dari

    Logo-Blogger-Perempuan-Network-round-7

    Aderation Project

    Untitled-design-20240826-113829-0000
    Facebook Instagram Pinterest Tumblr Twitter

    Created with by BeautyTemplates

    Back to top